Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Wanita menjengkelkan


__ADS_3

...Author POV...


Fian duduk di ruangan OSIS. Sebenarnya dia malas sekali mengikuti kegiatan ini, hanya saja karena Vie yang memaksanya dengan alasan harus bertanggung jawab makanya Fian mau mengikuti kegiatan hari ini.


"Sebentar lagi acara di mulai, semua berharap bersiap siap dan melaksanakan tugasnya masing masing dengan benar. Jangan lupa kerja sama tim. Semoga semua berjalan lancar." Ucap Panitia pelaksana.


Semua mengangguk kecuali Fian. Dia sangat malas.


Dan acara pun di mulai. Pentasnya pun di buka, menghadirkan kata sambutan dari semua pihak dan di tonton oleh seluruh peserta yang ada.


Semua sekolah hadir.


Sebenarnya Fian sedang tak bersemangat hari ini. Di satu sisi dia sedih karena Vie tak hadir, Vie tak mau jadi bahan gosip di sana. Jadi Vie memutuskan untuk tetap di rumah.


Di lain sisi banyak sekali pikirannya mengenai cara menghubungi kedua orang tuanya.


"Kata sambutan dari Ketua OSIS di persilahkan." Ucap MC yang mengarahkan pandangan pada Fian. Fian menatap dingin sang MC yang membuat mereka merinding serasa di telanjangi.


Fian bangkit dari duduknya dan naik ke panggung.


Semua kaum hawa menatap Fian terpesona. Banyak yang mengambil gambar Fian dengan ponsel maupun kameranya, padahal belum pertunjukan.


Fian melihat para audiens datar, "Selamat pagi dan Selamat datang di acara pentas seni SMA Angkasa Jaya. Terimakasih atas kehadirannya. Kami juga sangat berterima pada bapak dan ibu guru yang telah menyempatkan hadir di sini dan mengikuti acara kami. Dan begitu pun Para panitia yang telah bekerja keras, terimakasih atas kerja samanya. Sekian dari saya, terimakasih." Ucap Fian.


Dan di sambut oleh tepuk tangan oleh para audiens. Fian kembali duduk.


"Baiklah, dengan kata sambutan terakhir dari ketua OSIS kita maka acara kita mulai. Selamat menyaksikan..."


"Huuuu...." Teriak penonton sambil bertepuk tangan.


Banyak pementasan yang tampil, Claire melihat sekitar mencari seseorang, siapa lagi kalau bukan Vie.


"Mana dia?" Gumam Claire.

__ADS_1


Set


Seketika ada seseorang yang duduk di sebelahnnya. Wanita ini terlalu heboh dengan dan lebay menonton membuat Claire muak. "Bisa diem gak!" Tekan Claire.


Wanita itu menatap jengkel Claire, "Kenapa? Sewot." Cibir Hanny wanita yang alay menurut Claire tadi.


Claire memutar bola matanya malas, "Tingkah mu merusak suasana. Diem atau gak lehermu patah ku buat."


Wanita itu mendengus kesal namun karena memang takut dia pun diam.


Namun sewaktu kemudian ada seseorang membawa mik tongkat yang panjang berjalan melewati mereka dari arah belakang, Claire tak menyadari itu tapi Hanny menyadarinya.


Saat tongkat itu hampir mengenai kepala Claire Hanny menarik dasi Claire membuat Claire spontan mendekatkan wajahnya pada Hanny.


"Maaf maaf. Tongkat miknya hampir kena kepala kalian." Ucap seseorang itu sambil menunduk nunduk.


Hanny tersenyum, "Gak apa. Gak kena kok."


Lelaki itu tersenyum, "Terimakasih ya. Saya pamit dulu." Segera dia pergi setelah Hanny menganguk.


Hanny menjerit. "Aaaa..."


Claire mendongak dan segera menjauhkan diri dari Hanny, "Apaan sih!" Bentak Claire.


"Kau mau ngintip pakaian dalam ku kan!" Tuduh Hanny karena melihat Claire ada di bawahnya.


Seketika mereka jadi pusat perhatian dan semua mata tertuju pada Claire.


Claire sangat tak terima dan bangkit berdiri, "Gila ya?! Kau yang narik aku sampai jatuh kau juga yang tuduh aku jadi tukang intip!"


Hanny tak perduli dan kembali menunjuk nunjuk Claire hendak kembali memaki, namun kemudian Claire menutup mulut Hanny dan menarik Hanny menjauh dari tempat menonton. Hanny memberontak namun tenaga Claire lebih kuat membuat dia jadi ikut tertarik.


Hanny menepis tangan Claire, "Sakit!"

__ADS_1


"Makanya jangan bawel!"


"Siapa yang bawel?! Kau yang cerewet!"


"Kok aku?!"


"Emang iya!"


Claire menutup mata sambil mengepalkan tangannya menahan emosi. Wanita ini membuat sungguh menjengkelkan.


"Ada dua kesalahan mu yang tak termaafkan. Pertama, kau sudah menuduhku mengintip dalamanmu. Kedua, kau sangat cerewet seperti ibu ibu." Claire membolang matanya marah.


Hanny menepis kalimat Claire, "Gak mau tau. Kau harus tanggung jawab!"


"Tanggung jawab apa? Aku gak salah." Claire menekan kalimat terakhir nya.


"Pokoknya kau salah. Kalau kau gak ngintip aku ngak mungkin bisa semarah ini. Kau harus tanggung jawab! Gimana kalau aku hamil karena kau intip?! Kau harus tanggung jawab." Ucap Hanny dengan yakin dan penuh amarah.


Claire menaikkan salah satu alisnya dan menatap aneh wanita yang di hadapannya ini, "Eh. Kau bego apa tolol huh? Mana ada orang hamil cuma karena di intip."


"Nah! Sekarang kau ngaku kan kau yang ngintip!"


Claire mengusap wajahnya kasar, sungguh sangat menyita waktu bicara dengan wanita aneh ini.


"Terus kau mau gimana?" Claire sudah cape berdebat.


Wanita itu tampak sangat marah, "Kau harus... Harus... Harus apa ya?" Wanita itu malah tanya balik karena bingung.


Claire mendesah dalam hati. Ke apa ada manusia seperti wanita ini tercipta di dunia?!


Dari pada membuang waktu Claire pergi dan meninggalkan Hanny yang masih berfikir dengan pandangan yang ntah kemana mencari hal apa yang harus lelaki ini pertanggungjawabkan terhadapnya.


"Aha! Kau harus beliin aku eskrim satu kotak. Rasa coklat kalau enggak strawberry karena itu enak banget!" Ucap Hanny pada akhirnya.

__ADS_1


"Lah. Dia kemana?... Heh! Aku belum selesai ngomong! Kenapa di tinggal!" Panggil Hanny saat melihat Claire sudah sangat jauh dari tempatnya ini. Hanny berlari mengejar Claire. "Woy!!!"


__ADS_2