Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Dion Tak Habis Pikir


__ADS_3

...Author POV...


Brakk


Dion dengan kasar membuka pintu rumah Ryan yang terbuka setengah itu.


Mata Dion menetralisir apa yang terjadi, melihat begitu banyak mayat yang bergelimpangan di lantai rumah. Dengan menggunakan ilmunya Dion membaca keadaan dengan mata batinnya.


Jantungnya berdegup kencang saat melihat Vie di tahan oleh seseorang Jepang. Dia sangat emosi dengan kejadian itu, kemudian beberapa saat kemudian pandangan Dion teralihkan dan berubah menjadi pandangan dimana pemimpin tentara Jepang itu menjerit pada bawahannya.


Deg!


Spontan kaki Dion kaku. Seakan keseimbangannya hilang saat melihat Vie terhunus samurai panjang. Kemudian setelahnya datang tentara kolonial untuk menyelamatkan Ryan.


"DASAR TOLOL!!! APA YANG TERJADI PADA VIE ITU SEMUA KARENA SALAH MU!!!" jerit Dion dengan emosional.

__ADS_1


Dion segera membaca kejadian berikutnya dengan mata batinnya, "Pergi ke rumah sakit. Aku harus ke sana!"


Dengan kekuatan telepati dan dengan panel sihir yang dapat bertranformasi ke tempat yang di inginkan Ryan bergerak menuju tempat Vie berada.


Seketika Dion berada di rumah sakit dengan cepat dan melihat Ryan dan anggotanya tengah menunggu di kursi tunggu rawat. Mereka tampak pucat dengan Ryan terus berjalan tak karuan dengan terus berdoa, wajahnya sangat berkeringat ketakutan.


Krekk


Pintu ruang rawat terbuka. Menampilkan sang dokter dengan tatapan datar, lelaki itu menggelengkan kepala dengan raut wajah yang sulit di artikan.


Ryan langsung menghadap sang dokter dan menatap wajah sang dokter serius, "D-dok. Bagaimana keadaan istri saya?"


Deg!


Seketika Ryan lemas dan mendorong sang dokter. Dia menerobos masuk ke dalam ruangan Vie. Vie telah terbujur kaku dan pucat.

__ADS_1


"VIE!!!.... VIE!!!... KAMU HARUS BANGUN SAYANG.... BANGUN... KU MOHON.... VIE..." Ryan menepuk nepuk pipi Vie, berusaha menyadarkan Vie yang telah tiada. Namun itu nihil, sang istri tak menjawab lagi. Nafas Vie telah terhenti dan semuanya telah berakhir.


Tusukkan samurai Nippon itu menembus hingga mengoyakkan jantung Vie. Tak ada teknologi canggih di zaman ini membuat kejadian naas yang terjadi pada Vie tak dapat tertolong dengan tenaga medis dan ahli.


Dion yang sangat geram dengan Ryan segera masuk ke dalam ruangan dan menarik baju Ryan paksa, membuat sang pemilik tubuh terhunyung ke belakang berhadapan dengan Dion.


Burgh


Satu pukulan meleset pada wajah Ryan. Dion yang melakukannya dengan emosi, "DASAR TOLOL!! BAGAIMANA KAU BISA SETELEDOR ITU!! DIA MATI KARENAMU!!" geram Dion membelunjak.


Ryan yang tak mengenal Dion sebenarnya sangat marah dengan tingkah lelaki ini. Namun mendengar kalimat yang di katakan oleh Dion barusan membuatnya terhenyak, lelaki itu benar. Bagaimana dia bisa seteledor itu? Bagaimana dia tak dapat memprediksi lebih awal bahwasanya Nippon telah bergerak menyerang?


Kaki Ryan melemah dan tersungkur berlutut ke lantai dingin sama seperti kehidupannya sekarang, telah jatuh dari ambang kehidupan.


"Bunuh saja aku! Ku mohon padamu... BUNUHLAH AKU!!" jerit Ryan putus asa. Dia tak tau harus berbuat apa. Sungguh kehidupannya telah hilang sekarang, tak ada gunanya lagi hidup.

__ADS_1


Sungguh kematian Vie sebenarnya bukan salah siapapun. Ryan pun tak tau mengenai serangan tiba tiba yang di kerahkan Jepang pada mereka. Namun Ryan terus menyalahkan dirinya sendiri, sedangkan Dion selalu menyalahkan keadaan karena dia menganggap hanya dirinyalah yang layak untuk Vie.


Dion menendang Ryan muak. Dia menatap Ryan jijik dan memilih untuk keluar dan meninggalkan tempat ini.


__ADS_2