Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Mengubah Vie


__ADS_3

catatan penulis:


jangan lupa tinggalkan jejak ya...


---------------------------------------------------------------------------


Aku berjalan dalam kebun. Rasanya nyaman sekali...


Tep


Aku menoleh saat merasakan tanganku di genggam oleh seseorang mendadak, "Dion?" kataku saat melihat Dion ada di sebelahku.


"Sejak kapan kau datang Di?" Ucapku sambil tersenyum.


Namun matanya menatapku penuh marah dan emosi.


"Bagaimana kau bisa menikah dengannya? Bukankah kau sendiri yang bilang kau membencinya?!"


"Semua telah berubah Dion. Aku tak dapat pungkiri bahwa aku mencintainya." Ucapku jujur.


Dion semakin mendekat dan menatapku penuh amarah, "Bagaimana bisa?! Kau tak bisa mencintainya!"


"Dion. Sungguh Ryan bukanlah seseorang yang buruk. Aku salah persepsi mengenainya."


Dion mengusap wajahnya muak, "Cih! Dia sama sekali tak mencintaimu! Sama sekali tidak!"


Dia menarik tanganku dan membuat tubuhku memeluknya.


"Kau mengingkarinya." Katanya dengan suara berat menahan geram.


"M-maksudnya?"


"Kau pernah bilang padaku bahwa kau tak memiliki rasa padanya. Dan sekarang kau malah menikah dengannya! Kau berhianat!"


Sungguh aku bingung dengan kalimatnya. Dion kenapa semakin emosional. Bukan seperti Dion biasanya.


Dia membuang wajah muak dan kemudian angin kencang terasa menerpa tubuhku.


Aku menutup mataku sedang dia memelukku.

__ADS_1


Kemudian angin berhenti dan terasa seperti aku berbaring di suatu tempat. Aku membuka mataku, aku melihat Dion mengenakan kain hitam yang tanpa jahitan dan hanya satu ikatan di pinggangnya.


Dia menatapku tajam dan datar. Dia mendekatkan wajahnya ke telingaku dan menghembuskan nafas hangat ke telingaku, "Kau milikku bukan yang lain." Ucapnya dengan nada berat.


Deg!


Seperti suatu sengatan aneh saat mendengar suaranya. Namun aku menahannya.


Sial. Ini apa?!


"Dion kau kenapa?!" Jeritku.


Dion menahan tubuhku saat ingin melepas diri darinya, "Vie... Sudah berapa lama aku menunggu untuk kau lepas darinya. Sengaja aku membiarkan mu terus berada di sana, aku menggunakan cara lembut mendapatkanmu." Dia melemahkan dekapan.


Dia menatapku kecewa, "Namun kau malah memilihnya?... Aku jauh lebih baik darinya Vie. Kau harus sadar itu."


"Dion lepaskan aku. Aku telah menikah dengannya. Aku mencintai Ryan. Lagipun kita berbeda alam Dion.." ucapku.


Seketika raut wajah Dion berubah menjadi diam dan kemudian tajam, "Sungguh kau tak akan ku lepaskan. Dan perlu kau ketahui aku bukanlah hantu Vie! Itu hanya alasanku mendekatimu."


Aku memberontak darinya. Sungguh aku tak ingin hal aneh terjadi padaku.


Ryan. Aku selalu memikirkannya. Dia adalah suamiku!


Dion menjelentikkan jarinya yang membuat seketika aku merasakan sesuatu aneh.


Tubuh...


Aku melihat diriku tanpa busana bersamaan dengan dirinya yang menindihku.


Badanku serasa diam kaku tak bisa bergerak sama sekali.


Aku kenapa?!


Dia tersenyum miring dan mendekatkan wajahnya, "Akulah Hasassco Perlantiotika sayang... Dan aku memilihmu menjadi pengantinku seumur hidup."


Dia mencium bibirku perlahan. Namun tubuhku berkata lain dari hatiku yang memberontak. Seakan tubuh ini menerimanya, ini sungguh sangat aneh.


"Aku mengetahui kau begitu takut pada diriku saat membaca buku sialan dari perpustakaan itu bukan? Oleh sebab itu aku membohongimu."

__ADS_1


Dia mengelus pinggangku sambil menatapku, "Namun sekarang kau milikku. Aku tak perlu menutupi bahwa akulah penyihir kegelapan itu bukan?"


Aku sedikit terlonjak saat merasakan hal aneh di bagian bawahku.


Dion tersenyum kecil, "Aku mengembalikan kesucian mu sayang. Karena akulah yang akan mencicipi tubuhmu untuk pertama kalinya. Bukan dia.. "


"Dan perlu kau ketahui... Dia akan melupakanmu begitupun kau akan melupakannya." Dia tersenyum miring.


"M-maksud nya?"


Tak menjawab pertanyaanku Dion kembali menciumku membuat tubuhku bergetar menahan rasa nikmat.


Sial!


Apakah maksudnya dia menggunakan sihirnya?! Apakah dia akan benar mematikan ingatanku tentang Ryan dan ingatan Ryan padaku juga akan musnah?!


Seakan pikiran dan kecemasanku mulai menghilang saat kembali merasakan sentuhannya.


Aku mengacak rambutnya lembut saat dia mulai menurunkan ciumannya.


"Dion... Hm..." Aku berusaha menahan. Namun seakan merasa hilang kendali dan pikiranku mulai melayang aku menikmati permainannya.


Pikiranku serasa hilang. Memoriku juga lenyap. Tak ingat apapun kecuali Dion...


Dion...


Dion suamiku bukan?


Yang ku ingat hanyalah Dion. Sungguh hanya dirinya.


"You like it babe..." ucap Dion.


Aku mengangguk dan tersenyum.


Dion menatapku penuh cinta. Dan kembali mencium bibirku rakus.


Aku memeluknya dan membalas ciumannya.


Rasanya begitu panas dan nikmat.

__ADS_1


"Kamu milikku sayang... Hanya aku dan cuma aku yang memilikimu," ucap Dion.


Sungguh pikiranku hanya memikirkannya sekarang. Aku mengangguk dan tersenyum, "Aku milikmu selamannya."


__ADS_2