Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Setuju


__ADS_3

Catatan penulis:


Hai haii... Ceritanya akan semakin memanas yauu... Siap-siap akan terkena serangan panik yang tiba-tiba. Wkwk.


Btw jangan lupa dukung cerita author yaa... Biar makin semangat mengupdate terus ceritanya 🥰...


Like, comment dan vote ya guys...


Oke deh... Happy reading for you all guyss


 


...Author POV...


Vie bersunggut sunggut di koridor istana megah ini sungguh bosan dengan pemandangan ini.


Dia harus sungguh mencari cara untuk bisa keluar istana menghirup udara segar. Bukan bermaksud menyatakan bahwa istana ini sumpek, udara di sini bisa di bilang segar bahkan sangat segar karena banyaknya tanaman, tapi hanya saja kau tau... Suasana yang begitu begitu saja membuat siapapun pasti merasakan bosan yang hakiki!


Vie tengah hamil 9 bulan, di rasa dirinya sudah cukup kelelahan jika terus berjalan Vie memilih duduk di bangku yang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Dia menatap lurus ke arah depan. Dan sambil mengelus perutnya yang membuncit. Seketika itu Dion berjalan ke arahnya. Vie yang masih kesal melihat Dion mengalihkan wajahnya. Dion yang merasa di abaikan duduk di sebelah Vie.


"Vie. Jangan marah gitulah. Aku jadi sedih."

__ADS_1


Vie melihat Dion, "Kamu sih. Tau ah." Ucap Vie kesal.


Dion tersenyum kecil melihat pipi istrinya yang menggembung karena kesal. Terlihat semakin imut.


Cup


Dion mencium pipi Vie yang membuat sang empunya pipi langsung mengelap pipinya, "Ngak mau. Pokoknya aku ngak mau kamu sentuh aku. Kamu ngeselin!" Vie bangkit berdiri namun di tahan Dion.


"Hm... Jangan gitu ah. Kan aku maunya mesra mesraan sama kamu... Masa sama tembok?" Dion memeluk erat Vie.


"Bodo amat. Aku mah ngak peduli."


Dion menghela nafas berat, "Ya udah deh. Terserah kamu sayang... Em, aku lanjut kerja lagi ya?" Ucap Dion. Tanpa menunggu jawaban Vie Dion melemahkan pelukannya dan bangkit berdiri.


"Dion! Kenapa mau pergi?! Ish!.." Kesal Vie.


Dion menoleh dan melihat sang istri, "Tapi kamu gak mau aku sentuh. Ya udah gak apa."


"Ah kamu mah... Ngeselin banget... Ish..." Vie merengek kesal. Ntahlah. Suaminya ini sungguh mengesalkan menurutnya.


Dion kembali duduk dan memeluk istrinya, Dion sudah terbiasa dengan perilaku istrinya yang mudah ngambekkan selama kehamilan ini. Membuat dia jadi tak tega sendiri.


"Sayang... Mau jalan jalan..." Pinta Vie dengan wajah penuh harap.

__ADS_1


Dion luluh melihat istrinya, sungguh dia tak tega. Namun Dion tetap diam.


Melihat Dion mulai tampak luluh Vie merasa dirinya mulai berhasil.


Vie mencium bibir sang suami perlahan,


Cup


Kemudian kembali menatap sang suami dengan jarak dekat, "Yang... Mau yaaa..."


Tak munafik, karena begitu sayangnya Dion dan tak ingin melihat sang istri sedih akhirnya Dion mengangguk.


Aura riang terlukis pada wajah Vie yang kemudian memeluk suaminya erat, "Makasih sayangg..."


Dion tersenyum kecil. Melihat istrinya bahagia adalah kebahagiaannya, walaupun sebenarnya Dion juga memiliki ketakutan yang teramat sangat mengingat jika saja mereka berjumpa dengan Ryan.


Tidak tidak, Ryan akan menjaga Vie, mereka takkan berjumpa dengan Ryan selama Vie dalam pemantauan Dion.


***


Dion merasa tak tenang tidur. Dia terus mengelus rambut Vie yang berada dalam pelukannya, sedangkan yang empunya rambut tertidur pulas tak sabar untuk menunggu hari esok.


Apakah semua akan baik baik saja?

__ADS_1


__ADS_2