Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Happy Family


__ADS_3

...Author POV...


Vie tengah berada di kamar, melihat pakaian tidur baru yang super tipis dan terbuka ini. Masih terdapat lebel harganya. Vie di buat tak percaya dengan harga mahal sekali pada baju kurang bahan ini. "Bisa bisanya mahal padahal bajunya hemat kain."


Bagaimana bisa ada pakaian seperti ini ada di kamar Fian? Dan untuk apa Fian membelinya?


Dasar nakal!


Fian sebenarnya sudah membeli baju itu saat sebelum pernikahan, sengaja agar bisa di kenakan Vie saat malam setelah pernikahan. Baju itu mampu membuat Fian berfantasi liar tentang Vie.


Namun karena lupa, Fian tak sempat memberikan baju itu.


Vie melihat ini masih pukul 6 sore. Biasanya kantor Fian akan tutup pukul 9 bukan?


Jadi karena gabut Vie mencoba mengenakan pakaian ini.


Vie berkaca dan melihat tubuhnya sangat tembus pandang seperti ini.


Namun bajunya nyaman, lainnya sangat lembut.


Vie melihat ke arah pintu kamar yang terbuka, dia lupa mengunci pintu. Vie segera berjalan ke arah pintu dan di saat itu Fian juga baru datang.


Fian menatap Vie lapar, berjalan maju perlahan membuat Vie mundur.


Benar dugaannya, Vie sangat terlihat menggoda untuk segera di terkam jika menggunakan pakaian ini.


"A-aku akan ganti."

__ADS_1


Fian menutup pintu dan menguncinya tanpa melepaskan pandangannya dari Vie.


Fian tersenyum miring dan menarik pinggang Vie. Fian mendekatkan wajahnya ke telinga Vie dengan nafas memburu nafsu, "Kenapa mau di ganti hm?"


Tangan Fian mulai bergerak menyikap pakaian itu ke atas.


"Gimana kalau bajunya di lepas aja sayang..."


Fian menuntun Vie ke atas ranjang dan mengurungnya di bawahnya, kembali Fian berbisik, "Sayang... Buatin Andra adik ya, kasian dia sendiri." Fian tersenyum danĀ  langsung mencium bibir Vie ganas.


Sudah menjadi candunya tubuh Vie ini.


Fian terus terbawa fantasinya dan sangat menikmati setiap sentuhan antara kulitnya pada Vie. Nikmat sekali rasanya. Dia bahkan tak ingin membiarkan wanita ini berhenti mendesah dan melenguh dalam permainannya.


Se indah itu. Dan selalu membuatnya sangat bergairah tak tertahankan.


Fian bangun dari tidurnya. Vie sudah tak ada di kamar. Dan tercium aroma masakan dari luar. Fian yakin Vie tengah memasak sekarang.


Fian bangkit berdiri dan membersihkan tubuhnya dan berjalan menuju dapur menjumpai sang istri.


Fian memeluk Vie dari belakang, "Pagi Sayang..." Ucap Fian menyapa istrinya.


Vie yang sedang memasak menoleh dan tersenyum, "Pagi Sayang."


Namun kemudian suatu cubittan kecil mengganggu terasa di kaki Fian,


"Daddy geser! Gantian sekarang Andra!" Kesal Andra. Karena dari semalam Andra tak mendapat kebagian memeluk Mamanya. Daddy nya selalu mendahuluinya.

__ADS_1


Tentu saja Fian tak perduli. Tubuh Vie kan miliknya, "Anak kecil minum susu sama makan bubur aja sana. Jangan ganggu Daddy. Ini urusan orang dewasa."


Andra cemberut. "Daddy jelek!"


"Biarin. Kalau Daddy jelek kamu juga jelek. Kamu kan anak Daddy. Blee," ledek Fian tak mau kalah.


"Mommyyyy...." Rengek Andra tak terima pada Vie. Vie terkekeh dan kemudian melepas pelukan Fian dan menggendong Andra, "Iya udah. Jangan di dengerin Daddynya."


Fian tersenyum kecil, enak sekali mengganggu anak kecil.


"Sekarang kita sarapan dulu, setelah itu kita beranda ke sekolah ya?" Ucap Vie di balas anggukan oleh Andra, "Iya ma!"


Fian tersenyum melihat tingkah laku Andra yang menyebalkan sekaligus menggemaskan.


Fian mencium pipi anak laki lakinya ini. Andra mendorong Fian setelah ciuman gemas Fian,


Andra menlap pipinya, "Uekkk... Andra ngak suka di cium Daddy! Daddy kan laki laki!" Kesal Andra.


Fian terkekeh melihat anaknya yang sok dewasa ini. "Biarin aja. Rasain tu di cium... Ini juga. Cup cup cup cup." Dengan jahil Fian mencium pipi Andra berulang ulang membuat sang empunya sangat marah hingga pipi nya merah sambil mendorong Daddynya.


"Daddy nakal! Andra ngak suka!"


Kedua orang tuanya bukan prihatin malah terkekeh melihat anaknya ini.


Hahaha


Keluarga yang bahagia.

__ADS_1


__ADS_2