
...Ryan POV...
Tepat hari ini adalah hari pernikahanku dengan Vie. Lelah sekali saat acara ini selesai dan aku sekarang telah merebahkan diri di ranjang sedangkan Vie lebih dahulu mandi.
Saat aku melihat ke arah pintu kamar mandi, pikiran liarku kembali muncul. Rasanya tak sabar ingin menerkam Vie di ranjang nanti.
Kau tau, aku sudah berpuasa tak berhubungan dengannya selama 3 hari ini karena permintaan Vie. Sungguh aku menahan mati matian hasratku ini. Membuat aku merutuki diri sendiri, kenapa coba aku tak mempercepat pernikahan kemarin itu?!
Tapi semua akan terbalaskan di malam ini. Hehe
Cletek
Aku langsung pura pura tertidur saat dia keluar dari kamar mandi.
Terdengar suara langkah kakinya yang mendekat ke arahku dan kemudian berhenti tepat di sebelahku.
Harum tubuhnya yang segar sangat terasa dari indra penciuman ku membuat aku semakin berdebar. Astaga...
Aromanya semakin dekat, sepertinya dia sedang membungkuk menatapku.
Aku membuka mataku dan tersenyum nakal.
"Kau masih bangun?!" Dia terkejut.
Aku langsung menariknya dan memeluknya. Membuat dia terhempas ke atasku dan kemudian aku membalikkan posisi menjadi aku di atasnya.
Aku mencium bibirnya singkat, "Sayang... Kamu milikku malam ini," ucapku dengan senyuman smirk dengan wajah kami masih sangat dekat.
__ADS_1
Wajahnya memerah malu. Semakin menggemaskan bukan?
Aku semakin mendekatkan wajahku namun terhenti karena dia menahan dadaku, aku menaikkan salah satu alisku bingung.
Dia mengalihkan wajahnya, "P-pelan pelan ya." Cicitnya membuat senyuman kecil terlukis di wajahku.
Aku mendekatkan bibirku di telinganya, "Aku usahakan sayang..."
Aku mengeratkan pelukanku dan sedikit menggoyangkan tubuhnya sensual. "But babe... Tubuhmu sangat candu... Bagaimana aku bisa tahan hm?"
Vie mendelik shock membuat aku terkekeh. But well, aku takkan sekejam itu padanya bukan? Palingan hanya 10 ronde saja hm?
Aku langsung mencumbunya. Sungguh rasanya menunggu waktu 3 hari kemarin membuat gusar bukan main. Dan sekarang... Aku akan menuntaskan semuanya, hehe...
***
Pagi hari tiba. Aku terbangun dari tidurku dan langsung melihat Vie yang masih tertidur. Aku tersenyum kecil membayangkan betapa panas dan nikmatnya pergelutan kami kemarin.
Tanganku yang masih melingkar di pinggang nya ku eratkan. Mendekatkan bibirku ke arah ceruk lehernya dan mencium bagian itu secara sensual membuat Vie terbangun dan menatapku.
Aku tersenyum nakal, "Babe, lagi ya?" Mintaku.
Dia menatapku tajam, "Ryan! Jangan aneh aneh! Aku masih lelah kau tau!" Kesalnya.
Aku terkekeh, "Tapi puas kan sayang?" Aku mengelus perutnya, "Kau tau... kau sangat seksi hm. ******* mu membuat aku tak ingin berhenti kemarin." Bisikku dengan suara deep voice.
Aku mulai menindihnya dan menciumnya. Melum*at bibirnya.
__ADS_1
Sungguh gila? Ya memang aku gila karenanya.
Dia menahan tubuhku membuat ciumanku terhenti, "I-ini sudah jam berapa Ryan. Nanti kau terlambat." Ucapnya sambil melihat ke arah jam membuat aku menoleh juga.
Ck. Sial.
Sudah pukul 7 pagi.
Aku kembali menatapnya dengan pandangan putus asa, "Sayang..." Rengekku.
Dia mendorong dadaku pelan, "Udah ah. Sono mandi."
Aku menggeleng, "Gak. Hari ini aku takkan kerja. Aku ingin bersamamu." Aku kembali memeluknya dan menenggelamkan wajahku di ceruk lehernya sesekali menciumi bagian itu.
"Ryan... Nanti pekerjaan mu terbengkalai. Kan hanya kamu yang paling mengerti tugas kantor. Kalau kamu ngak ada, siapa yang bisa mengurusi nya hm?" Ucap Vie dengan lembut sambil mengelus kepalaku.
Ck. Kalau gak karena Vie yang meminta, aku takkan mau ke kantor hari ini.
"Ya udahlah kalau begitu," ucapku pasrah.
Aku menciumnya, "Tapi nanti malam aku sambung lagi." Aku tersenyum miring di akhir kalimat ku.
"Ih Ryan! Mesum!" Pekik Vie kesal.
Aku terkekeh, "Mesum sama istri sendiri gak dosa tau." Godaku membuat pipinya kembali merona.
Aku segera bangkit dari ranjang dan segera pergi ke kamar mandi. Namun kakiku terhenti saat hendak melanjutkan langkahku, aku menoleh ke belakang melihat Vie, "Sayang. Mandi bareng ya?" Kataku sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawabannya yang pastinya bakalan menolak aku segera saja menggendongnya seperti bayi, "Gak ada penolakan ya sayang.."
"Ih!! Dasar Ryan mesum!!!" Kesal Vie membuatku terkekeh. Namun tetap saja, aku takkan melepaskannya hm. Hehe..