
Menindih ku saat dia telah melepaskan borgol di tanganku. "Said something that I can let you now."
"Memangnya aku mau ngomong apa coba?" Tanyaku balik.
"Kau tadi berbuat salah. Katakan sesuatu yang membuatku dapat mengampuni kesalahan mu."
Ck. Memangnya aku salah apa?
Kan enggak!
Kalau ngak karna aku menumpang di tempatnya aku pasti sudah membunuhnya!
Cup
Mataku terbelalak saat dia mencium bibirku singkat, "Kelamaan jawabnya." Katanya datar.
Dia memelukku dan kemudian membaringkan tubuhnya di atas ku sambil memelukku, "Aku mau istirahat. Jangan banyak bicara dan membuat ku semakin gelap mata." Katanya tanpa melihatku.
Jantungku berdegup kencang dan seketika bulu kudukku merinding saat dia menenggelamkan wajahnya di leherku dan menghirup aroma tubuhku dengan hidung mancungnya.
Aku yang tersadar langsung mengerakkan badanku melepaskan diri.
"Diam. Apa kau mau aku perkosa?!" Ancamnya.
Aku mendengus kesal, "Dasar Tua Bangka!" Hinaku.
Dia terkekeh, "Tua Bangka? Hei, aku bahkan lebih menarik dan menawan. Dan aku yakin... Tua Bangka ini dapat memuaskanmu lebih dari pada apapun. Apa kau mau coba?"
Aku mendelik bingung ke arahnya yang sekarang wajahnya berada di atas ku.
__ADS_1
Aku tak begitu yakin dengan kalimatnya. Puaskan? Puas dengan apa?
Dia tersenyum kecil, "Kau tak mengerti huh?"
Aku menggeleng dan masih sambil berfikir.
Dia tersenyum lebih lebar dan kembali menciumku. Memegang tengkukku perlahan dan semakin menguatkan pelukannya.
Memperdalam ciumannya dan bahkan semakin posesif, aku menolak nolaknya menjauh. Tapi usahaku sia sia malahan membuat dia semakin liar.
Aku memukul mukul dadanya dengan kekuatan yang sudah melemah karena sungguh sangat sesak ku rasa. Dia memberikan jarak dan aku langsung menghirup udara cepat.
Dia tersenyum miring kemudian kembali menciumku,
Sesak nafas namun seperti ada sensasi lain di sana.
Arh apaan sih ini?!
Dia mendengus malas, "Bibirmu bahkan sama sekali tak menawan dan tak membangkitkan gairah. Tak indah sama sekali."
Aku langsung naik darah, "Heh! Udah ngambil first kiss orang sembarangan malah menghina lagi!!"
Dia sedikit menaikkan wajahnya menatapku, "Tersinggung?"
Aku bangkit berdiri dan melempar wajahnya dengan bantal.
Brugh
"Mampus!" Kataku sesal.
__ADS_1
Udah dia maksa banget tadi. Kalah ngak mau ya dari tadi berhenti lah!
Dasar brengsek!
Aku pergi ke kamar mandi dan menggosok gigi ku dan mulutku kuat sampai terdengar suara seperti bapak bapak kalau gosok gigi. "Uekkk uekkk"
Setelah itu aku kembali keluar kamar melihatnya masih menatapku datar.
"Dengar ya! Kau takkan pernah jadi ciuman pertamaku! Takkan pernah!!!
Dan mengenai ciuman yang tadi. anggap aja tak pernah terjadi!!!" Jeritku.
Dia menatapku datar, "Ciuman tadi sudah terjadi. Mana bisa di hilangkan begitu saja. Dasar bodoh."
Aku mengeraskan rahangku. "Pokoknya ngak akan! Ngak akan mau aku kalau kau jadi ciuman pertama ku!!... Never!!!"
Dia berjalan ke arah pintu kamar hendak keluar. Saat berada di ambang pintu luar dia berbalik melihatku, "Well. Ada satu cara menghapusnya. Cium aku balik. And you got your first kiss back." Katanya acuh. Kemudian membalikkan badan meninggalkan, aku berjalan dan menahannya.
Cup
Aku menciumnya demi merebut kembali ciuman pertama ku!
"My first kiss is back." Kataku padanya sebelum menutup pintu kamar sambil menatapnya datar.
Aku bersender pada pintu masuk tadi.
Aku berjalan dengan linglung menuju kursi.
Aku memijati kepalaku.
__ADS_1
This is so crazy!!!!