Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Pribumi Toksik


__ADS_3

Catatan penulis:


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...


di like, komen, vote dan beri hadiah ya guys....


jangan hanya jadi pembaca gelap doang ya sayangku....


oke deh... happy reading guys 🤗😁


...Ryan POV...


Aku begitu kesal saat melihat dia bersama lelaki lain. Kenapa dia bisa tersenyum lepas dan memeluknya dengan mudahnya? Sedangkan aku dia bahkan terus menolakku.


"Sayang... Apa perlu kita pemanasan dulu sebelum malam?" Desah wanita yang sengaja ku goda di depan Vie. Aku ingin melihat ekspresinya.


Aku biasanya menyukai wanita bertubuh ramping dan padat di dada dan bokong sepertinya. Namun kenapa aku bahkan sama sekali tak bergairah dengannya sekarang?


Aku melihat Vie tampak gusar saat aku menggoda wanita itu ku goda tadi. Mungkinkah dia cemburu?


Pikiranku yang menganggap dia cemburu sirna seketika saat melihat dia bersama lelaki lain sekarang. Dan aku sangat membenci keadaan ini.


Apa hebatnya lelaki itu?!


Bukankah tubuhku lebih menarik di bandingkan lelaki itu?


Dan lihatlah, wajahku bahkan lebih menarik.


Emosiku sungguh naik sekarang.


"Sayang... Kamu dengar tidak?" Wanita ini kembali menyentuh pipiku dan pahaku.


Aku menepis tangannya, "Nanti saja. Banyak tugas yang harus ku selesaikan." Aku pergi meninggalkannya.


***


Sudah 30 menit berlalu, Vie masih belum kembali.


Arh.. Sedang apa dia dengan pria itu sekarang?!


Tok tok tok


Pintu terketuk, dan terdengar suara Vie dari luar.


Lihat saja, aku akan menghukummu.


Setelah dia masuk karena aku tak menjawabnya. Dan akhirnya aku bisa menghukumnya.


Awalnya aku tak ingin langsung bermain ganas dan hanya pemanasan, tapi ntah kenapa wajahnya tampak sangat lucu seperti anak anjing kecil yang memohon saat aku memeluknya. Matanya membulat dan membuat ku langsung menerkamnya.


***


Aku tengah duduk di pinggir ranjang saat telah sampai di rumah dan telah selesai membersihkan diri.


Vie masih di kamar mandi membersihkan diri. Sempat aku hendak masuk, namun tiba tiba Jeff yaitu gubernur jenderal Hindia Belanda menelponku karena urusan pekerjaan. Dan dari kesempatan ini dia langsung menutup pintunya.

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Vie dengan baju kemeja biru dan celana panjang hitam tengah mengeringkan rambutnya.


Tampak manis menurutku.


Aku memperhatikan perutnya sambil tersenyum, apakah sudah membesar? Apa dia akan hamil? Apakah bayinya perempuan atau laki-laki?


Tunggu. Aku ini kenapa?


Bukannya aku tak ingin punya anak?


Aku menggelengkan kepala.


"Mau kemana? Kenapa rapi sekali?" Tanganku penasaran.


Dia berdecih, "Gimana sih. Udah dia yang gak bolehin keluar dia pula yang nanya aku mau ke mana. Memangnya boleh apa aku pergi?" Katanya sedikit marah.


Dia kembali ke meja kantor minimalis yang ada di kamarku. Dia menulis nulis pekerjaannya dan mengabaikanku.


"Heh. Aku ngantuk." Ucapku sambil berharap dia mengerti maksudku.


Dia tak melihatku, "Ya udah tidur." Jawabnya singkat.


Ck. Kan aku mau tidur berdua.


"Kau kesini. Jangan melawan." Kataku sedikit kesal.


Dia menatapku, "Banyak kerjaan. Jangan banyak komen deh. Ck."


"Kalau kau tak ke sini sekarang juga aku akan menghukummu." Ancamku.


Dia menghembuskan nafas berat dan berjalan ke arahku, "Ryan udah deh. Aku lelah," keluhnya.


Dia dengan malas tidur di sebelahku, membelakangi ku.


"Hadap ke aku." Kataku lagi.


Dia membalikkan badannya kesal dan menatap tajam ke arahku. "Udah? Puas huh?" Dia menutup matanya setelah berbicara.


Aku tersenyum singkat dan memeluknya dengan membenamkan wajahku di ceruk lehernya. Aku suka harum tubuhnya.


Aku melihat ke arah lehernya sedikit terkekeh, Kiss Mark? Apa aku melakukannya terlalu kasar kemarin?


Aku mencium Kiss Mark yabg telah ku buat, Vie meringis. "Aw, sakit."


Dia melihatku marah, "Jangan aneh aneh deh. Semua badanku sakit semua. Tadi katanya cuma nyuruh aku tidur, tepati janji dong." Adunya.


Aku tersenyum miring dan kemudian mengelus perutnya sambil menutup mata, "Iya... Aku cuma mau tidur."


Keheningan terjadi beberapa saat, kemudian dia memulai pembicaraan, "Papamu sama Mamamu di Belanda ya Ryan?" Tanyanya membuat batinku tersentak.


Aku diam beberapa detik, "Papa di Indonesia. Mama kandungku meninggal di tembak mati." Ucapku datar.


Dia membelalakkan matanya dan terdiam sedikit menganga, "A-aku minta maaf." Katanya.


Aku melihat ekspresinya jadi takut karena salah bicara tadi terlihat lucu.

__ADS_1


"Kau menyakiti hatiku." Kataku berlebihan seakan kata katanya sungguh sangat kejam.


Dimiringkan badannya dan mengahadapku. "Apaan sih. Jangan nangis lah. Masa cowo nangis."


Dia mengelus kepalaku, "Maaf.."


Astaga... Kenapa dia sangat manis?!


Aku mengeratkan pelukanku menatapnya tajam, "Gak, aku tak mau memaafkanmu."


"Em.. jangan gitu lah."


Aku menaikkan salah satu alisku, "Kau harus cari cara sendiri untuk buat aku ngak marah."


"Apa?"


"Ya cari sendiri lah."


Dia tampak berfikir kemudian dia membelalakkan matanya, "Ha! Aku tau!"


Dia mendekatkan wajahnya padaku.


Aku tersenyum miring. Cium?


Aku pun mendekatkan wajahku.


Deb..


Dia malah menenggelamkan wajahnya di dadanya dan memelukku erat, "Jangan marah. Ntar makin tua."


Aku menahan tawa karena kalimat dan perilakunya. "Jadi maksudnya aku ini tua hm?"


Dia mendongak ke arah ku, "Lumayan."


Melihat wajahnya yang sedekat ini, siapa yang tahan untuk tak menciumnya?


Aku langsung meraup bibirnya dengan bibirku.


Perasaan aneh kembali timbul.


Seperti membencinya jika dia akan meninggalkan ku. Dan aku tak ingin itu terjadi.


Lama aku menautkan bibirku dia mendorongku, "Beri aku waktu untuk bernafas." Dia menatapku kesal.


Aku menciumi pipinya dan bahkan menggigit pelan pipinya geram.


"Ih sakit."


Sakit? Aku tersenyum mendengar rengekan nya seperti anak kecil.


Aku menciumi pipinya yang ku gigit tadi sampai terdengar suara kecupan berkali kali.


"Itu udah sembuh. Jangan manja." Kataku santai dan kemudian melepaskan pelukanku lalu tidur terlentang.


Damn! Kenapa aku jadi malu malu seperti ini huh?

__ADS_1


Cih. Lucu sekali.


Ini pasti akibat kebanyakan ciuman dengan pribumi sepertinya, jadi aneh kan aku..


__ADS_2