Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Seperti Tak Mengenal


__ADS_3

...author POV...


Sepulang kerja ini Vie mengajak Ana untuk berjalan jalan ke mall. Untuk sekedar mencari reverensi dan juga refreshing.


Ana membeli beberapa peralatan untuk kampusnya sedangkan Vie membeli beberapa mainan lelaki laki untuk Andra.


Setelah selesai berbelanja mereka singgah ke resto terdekat.


"Kamu pilih aja yang mana kamu suka. Aku traktir." Ucap Vie.


Ana yang notabennya suka gratisan tersenyum sumringah, "Serius nih bos?!"


"Hm. Sebanyak yang perutmu bisa tampung." Sambung Vie lagi.


"Makasih banyak bos quu," sahut Ana dengan bibirnya yang di manyun manyunkan biar terlihat imut. Padahal jatuhnya ke neselin.


Vie mengangguk sambil tersenyum, "Iya..."


Setelah memesan cukup banyak terutama pada hidangan khusus Ana, mereka pun segera memakan makanan mereka.


Tak sengaja Vie melihat Fian tengah berjalan menuju tempat ini. Tampaknya Fian juga akan makan di sini.


Vie segera menutup wajahnya dengan bersembunyi di balik tas sambil memperhatikan ke mana Fian duduk.


Tunggu.

__ADS_1


Kenapa Vie jadi sembunyi?


Memangnya kenapa kalau Fian tau?


Sebenarnya tak apa sih kalau Fian mengetahui keberadaan Vie. Hanya saja Vie tak suka terjadi kecanggungan nantinya di tambah Ana sedang makan dengan lahap, takutnya Ana jadi merasa segan pada Vie dan Fian nantinya.


Fian sedang berjalan bersama seorang lelaki kemudian duduk di meja yang tak jauh dari Vie. Kemudian mereka memesan makanan. Selang beberapa saat ada seorang wanita yang pakaian super ketat dan badan yang ideal dan sangat seksi duduk di sebelah Fian


Wanita itu tampak berbicang mengenai pekerjaan, namun gelagatnya sangat memancing Fian untuk menggodanya.


Fian bahkan sama sekali tak melihat wanita itu dan tetap fokus pada proposal yang di ajukan wanita itu. Setelah selesai berbicara Fian kembali berbincang pada teman lelakinya dan mengangguri wanita cantik yang ada di sebelahnya itu. Wanita itu tampak kesal namun tetapi tak dapat berkata banyak.


Vie tersenyum kecil, sedikit senang dengan Fian yang tak menggubris wanita itu.


Vie menggeleng, 'Hei! Kenapa aku malah tersenyum?'


Vie kembali melihat ke arah Fian.


Deg!


Mata Fian tak sengaja bertemu dengan Vie membuat Vie terlonjak kaget.


Fian tak ingin Vie jadi merasa tak nyaman jadi segera Fian mengalihkan pandangannya seakan akan tak melihat Vie tadi.


Vie bernafas lega, dia pikir pasti Fian tak melihatnya karena wajah Fian tampak biasa saja.

__ADS_1


Vie kembali melahap makanannya dengan canggung.


"Buk bos..." Ana berkata dengan berbisik.


Vie melihat ke arah Ana. "K-kenapa?"


"Itu..." Ana menunjuk ke arah tangan Vie yang sedang menyendokkan nasi dengan garpu ke mulutnya.


Yup. Bukannya pake sendok tapi malah garpu.


Vie menokok kepalanya pelan. Malu sekali rasanya, dia berharap semoga tak ada yang melihatnya, terutama Fian.


Vie sedikit melirik ke Fian. Wajah Fian tetap datar dan bahkan terlihat kembali berbincang dengan temannya.


Vie bernafas lega lagi.


Beberapa detik kemudian Dia  tersenyum sambil melihat wajah Vie tadi. Wajahnya yang semakin menggemaskan karena memerah membuat Fian semakin merindukan Vie.


Jujur, kalau saja Vie masih menjadi istrinya dia pasti akan segera membungkusnya pulang ke rumah dan menerkamnya juga saat sampai di rumahnya.


Namun dia kembali mengingat bahwa Vie bukan miliknya lagi. Membuat hatinya kembali sakit dan tersayat.


***


Fian menarik nafas panjang. Pandangannya tertuju ke arah luar. Ini kali pertamanya untuk makan siang setelah resmi berpisah dengan Vie. Jujur saja, Fian semakin tak teratur saat makan, tidur maupun melakukan segala aktifitasnya yang lain sangat berantakan.

__ADS_1


Sungguh tak bergairah dan seperti tak hidup.


Fian melihat ke arah langit dengan pandangan kosong. Rindu sekali dengan Vie.


__ADS_2