
Pagi hari tiba.
Ana tersentak dari tidurnya di lantai.
Kepalanya pusing sekali, kemudian dia melihat sekitarnya.
Claire sedang makan roti panggang dengan tenang tanpa memperdulikannya.
Ana bangkit dari lantai, "Aku semalaman tidur di sini?" Ana menunjuk lantai dapur.
"Hm."
Ana menggelengkan kepalanya, 'Bisa bisanya lelaki ini tak membawa ku ke kamar tamu. Atau sofa kek paling enggak. Ini cuma di lantai doang anjir.' batin Ana menggerutu.
Claire tak perduli.
"Kau bisa cari tempat tinggalmu." Ucap Claire singkat.
Ana menaikkan ujung bibirnya kesal. Claire bahkan tak menawarkan untuk sarapan atau setidaknya mengantarkannya keluar apartemennya. Sungguh tak berperikemanusiaan!
Ana membuang wajahnya muak, "Ya udah. Aku pulang." Ucap Ana pada akhirnya.
Ana segera membawa kopernya dan keluar dari apartemen Claire. Karena memang mau menghemat biaya Ana terpaksa berjalan kaki dan berakhir duduk di taman untuk berfikir sejenak. "Aku mau tinggal di mana yak? Kalau nyewa pasti ini kossan minta uang muka, kan aku ngak punya uang. Trus gimana?"
Beberapa saat kemudian Ana terpikir sebuah ide, "Mending aku tanya Bu bos aja kali ya. Minta tolong untuk memberikanku gaji lebih awal... Pasti Bu bos mengerti. Dia kan sangat baik."
Kemudian Ana kembali terdiam, "Ah. Ngak deh. Masa aku mau nyusahin dia lagi. Dia kan lagi sakit juga."
Ana mengacak rambutnya prustasi.
Kemudian Ana berniat untuk mengambil ponselnya dari saku celananya.
"Eh. Ponsel ku mana?"
Ana menepuk jidadnya, "Aduh! Pasti ketinggalan di sana! Aish... Malah jauh lagi tempatnya."
Dengan kesal Ana terpaksa kembali ke apartemen Claire.
***
__ADS_1
Claire begitu panik. Kumpulan asap telah menyeruak dalam apartemennya dan kini masuk ke celah celah pintu kamarnya yang tertutup.
****!
Claire mulai mengumpat. Bagaimana bisa terjadi kebakaran di apartemennya?! Dan sialnya Claire lupa untuk kembali menghidupkan pendeteksi kebakaran yang kemarin sempat di matikan karena ingin mengerjai Ana.
Di tambah dia sekarang terkunci di dalam kamar dan tidak dapat berbuat apa apa karena semua alat elektronik komunikasi ada di ruangan kerjanya.
Oh Shittt!!!
Apakah ini karma?
Claire mencoba menendang pintu untuk mendobraknya, namun sungguh sial nasibnya karena pintu Claire bukanlah pintu murahan yang bisa di dobrak dengan mudah.
Brakk!
Claire menendang sangat kuat untuk terakhir kalinya, "F*ck you!"
Claire mengumpat dan mengusap wajahnya kasar.
Ana yang baru datang mengetuk pintu,
Tok tok tok
Tidak ada jawaban.
Ana mengerutkan keningnya, "Lah. Ngapa ngak di jawab."
Ana kembali mengetok.
Tok tok tok
"Pak o pak! Saya cuma mau ngambil hp doang! Cepetan napa!" Kesal Ana.
Ini sungguh aneh masih tanpa jawaban.
"Kalau bapak ngak jawab saya langsung masuk!" Ucap ana lagi. Tapi masih tidak ada sahutan.
Ana membuka pintu apartemen dan seketika asap keluar dari dalam.
__ADS_1
"What The...!!" Kepala Ana segera pusing dan ketakutan mulai merajainya. Ana mundur perlahan dengan kaki gemetar.
"Tolong!!!!" Jerit Claire dari dalam.
Deg!
Jantung Ana terhenyak. Dia tak mungkin membiarkan seseorang mati padahal dirinya sendiri ada di sini.
Ana menarik nafas dalam dalam dan kemudian masuk dengan keberanian dan tekad untuk masuk. "Ana. jangan biarkan dia mati! kau akan sangat berdosa jika itu terjadi!"
Ana menganguk dan kemudian masuk menerobos ke dalam.
Di dalam sungguh badannya bergetar hebat menahan ketakutan yang sungguh besar.
"Ku mohon seseorang!! Tolong!!" Jerit Claire putus asa.
Ana mencari keberadaan suara itu dan menemukan pintu di sana.
Ana tak bisa berkata apa apa lagi dan hanya mengetuk pintu kamar Claire.
Tok tok tok
Claire membulatkan matanya. Sungguh dia bersyukur bisa terselamatkan.
"Terimakasih!!! Tolong aku!!! Pintunya terkunci!!!" Jerit Claire dari dalam.
Ana dengan tangan yang tremor dan keringat yang bercucuran serta pandangan yang mulai menghitam berusaha dengan sekuat tenaga menarik penjepit rambutnya dan menggunakan untuk menjadi kunci pintu itu.
Ana itu sebenarnya anak yang jenius,
Jadi hal sekecil ini tak mungkin dia tak tau.
Cletak
Kunci pintu terbuka. Mendengar itu Claire segera membuka pintu dan hendak berterimakasih.
Creak..
Pintu dibukakan dan seketika Claire terdiam melihat Ana di hadapannya.
__ADS_1
Pandangan Ana kini sudah menghitam dan tak dapat merasakan apapun lagi sekarang, yang terakhir di lihatnya adalah Claire dan kemudian gelap.