
...Author POV...
Seorang dari salah satu bagian Nippon (Tentara Jepang) itu berjalan ke arah Ryan dengan tatapan bengisnya. Warna bajunya sedikit berbeda dengan anggota Nippon yang lainnya, sepertinya dia merupakan pemimpin dari mereka. "Tuan Ryan?" tanyanya saat melihat Ryan.
Ryan dengan perlahan menurunkan Vie dan menempatkan Vie di belakang tubuhnya, Ryan berbisik, "Vie, pergilah dari sini dari pintu belakang. Selamatkan dirimu."
Vie melihat Ryan sambil menggeleng, "Lalu kamu? Aku takkan bisa meninggalkan dirimu sendirian." Vie mengeratkan genggamannya di lengan Ryan.
Ryan berusaha tersenyum menguatkan diri Vie, "Aku akan kembali padamu. Itu janjiku. Percayalah padaku Vie, pergilah sekarang."
Vie meneteskan air matanya. Sungguh dia takut. Namun karena Ryan terus mendesaknya akhirnya Vie berlari menuju ke belakang sembari masih melihat Ryan yang tetap tersenyum padanya
"Hei kau! Apa kau tuli?!" Jerit pemimpin mereka itu garang membuat atensi Ryan mengarah ke arahnya.
Ryan menatap ke arahnya tajam, "Kalau iya kau mau apa?" Sungguh Ryan sangat geram dengan tingkah laku lelaki yang ada di depannya itu. Memuakkan sekali.
Lelaki itu tersenyum kemudian terkekeh. Tawanya menggema di seluruh ruangan ini, "Oh. Jadi benar itu kau."
Kemudian tatapannya beralih menjadi tajam, "Berikan kami kekuasaan atas seluruh jajahanmu sekarang."
__ADS_1
Tanpa di sangka seorang dari anggota mereka mencekal Vie. Dia tertarik pada kecantikan Vie yang alami itu.
"Lepaskan aku!" Jerit Vie dengan tatapan tajam.
Mendengar teriakan Vie membuat atensi Ryan spontan menoleh ke belakang. Melihat Vie tengah di tahan oleh seseorang lelaki bejat Ryan semakin geram dan emosinya semakin membara. "LEPASKAN DIA BRENGSEK!" jerit Ryan geram.
Pemimpin mereka kembali tertawa membuat Ryan menoleh tajam ke arahnya, "Apa yang kau tertawakan bodoh?!" Kecam Ryan dengan dada yang naik turun menahan emosi.
Tawa lelaki itu berhenti dan di gantikan dengan tatapan tajam marah, dia merasa tersinggung dengan kalimat kasar Ryan, "Cih!" Lelaki itu meludah di lantai.
Kemudian dia menjerit dengan bahasa Jepang memberikan perintah pada lelaki yang menahan Vie itu.
"HAIK!!" teriak bawahannya itu membuat kalimat Ryan terhenti.
Bawahannya itu mengacungkan samurainya dan...
Cratt
"Uhuk.." Vie terbatuk. Merasakan sakit yang luar biasa sampai dia tak dapat berkata kata lagi.
__ADS_1
Samurai itu tepat sudah terhunus pada jantung Vie. Pandangan Vie melihat ke arah Ryan yang membelalakkan matanya, "VIE!!!" jeritan Ryan serasa menggema di telinga Vie, pandangan Vie menghitam dan tak dapat merasakan apapun lagi sekarang.
Dor! Dor! Dor!
Seketika itu juga tembakan melesat pada kepala tentara Jepang itu. Anggota tentara kolonial telah datang untuk menyelamatkan Ryan.
Dan sungguh Ryan tak memperdulikan itu dan berlari ke arah Vie. Menggendong Vie sambil menangis tak karuan. Dadanya serasa sesak seperti tertusuk dengan keadaan Vie ini. Nafasnya tercekat tak sanggup melihat Vie yang tak berdaya tanpa ada tanda kehidupan.
"Tuan. Kita harus membawanya ke rumah sakit!" Ucap salah satu anggota Ryan.
Ryan mengangguk cepat dan segera membawa Vie ke dalam mobil mereka.
Darah terus mengalir dari Vie membanjiri tubuh Ryan yang menggendongnya dan juga kursi beserta pijakan mobil.
"Cepatlah! Dia takkan bisa bertahan lebih lama lagi!!!" Jerit Ryan di dalam mobil. Sang pengemudi yang sudah menggunakan kecepatan maksimum di buat bingung dengan keadaan.
"I-ini sudah maksimal Tuan." Ucap pengemudi.
Ryan berdecih geram. Apa yang harus dia lakukan?!!...
__ADS_1
Ryan membelai wajah Vie dengan air mata terus membanjiri pipinya, "Ku mohon sayang... Bertahanlah..."