
...Author POV...
Seketika Ryan terbangun dari tidurnya spontan dengan mata terbelalak. Serasa badannya remuk dan dingin seperti kehilangan seseorang yang paling berharga dari dalam tubuhnya. Dia sangat takut kehilangan... Kehilangan Vie dalam hidupnya! Seperti ada seseorang yang ingin mengambil Vie dari dirinya!
Ryan langsung menoleh ke sebelahnya. Ryan menghembus nafas lega saat melihat Vie ada di sebelahnya. Ryan langsung memeluk Vie erat takut Vie akan pergi.
Yup! Waktu telah kembali! Kembali di saat tepat sebelum Vie dan Ryan belum mengikat janji suci tapi pernikahan.
Waktu ini tepat saat Vie ingin keluar dari rumah Ryan karena tak ingin menjadi Nyai Ryan seumur hidup.
Vie terbangun tersentak dan merasakan hal yang sama seperti Ryan. Namun dia hanya diam karena memang bingung akan apa yang terjadi.
Ryan memeluk Vie dengan intens sambil menghirup aroma tubuh Vie dari ceruk leher Vie. Rasanya dia sangat rindu. Rindu sekali! Ntah kenapa dia merasakan hal ini, tapi sungguh dia merindukan Vie setengah mati!
Vie yang merasakan deru nafas Ryan di ceruk lehernya menyerngit kaget dan berusaha menolak tubuh Ryan, "L-lepasin!"
Tanpa pikir panjang Ryan mencium bibir Vie, meluma*t bibir Vie dan memperdalam ciumannya. Sungguh Ryan tak ingin berhenti.
Ryan bahkan telah mengubah posisinya hingga menindih tubuh Vie.
Ciumannya membuat Vie megap. Melihat Vie yang hampir kehabisan oksigen Ryan memberhentikan ciumannya dan menatap Vie lekat. Deru nafas mereka beradu kemudian rasa sesak di dada Ryan membuatnya menangis, "Aku rindu padamu Vie.... Aku rindu..."
__ADS_1
Vie luluh, ntah apa yang membuat hatinya juga merasa sesak dan rindu bercampur padu.
Vie mengelus pipi Ryan dan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Ryan perlahan. Ryan tersenyum haru dan kembali mencium menyambut bibir Vie.
Ntah kegilaan apa yang ada di benak Vie, dia bahkan untuk pertama kalinya memperbolehkan Ryan untuk menyentuhnya lebih.
Ryan memegang pinggang Vie yang mulai terbuai dengan permainannya, "Sayang, aku akan menikahimu secara hukum. Aku janji padamu," Ryan menatap Vie lekat.
Vie menatap Ryan, "Kau janji? Sungguh?"
Ryan mengangguk dan kembali mencium Vie, "I'm promise babe... I'm promise..."
Pagi ini terasa begitu nikmat lagi kedua insan ini.
***
Ryan bekerja dengan mood yang sangat baik. Bahkan seluruh bawahannya terkejut bukan main saat melihat Tuan mereka selalu tersenyum ramah pada mereka.
Sebagai merasa senang karena Tuannya telah berubah dan sebagian lainnya merasa merinding bergidik ngeri karena perubahan tiba tiba Tuannya itu, karena memang sangat aneh bukan?
Tentu itu semua karena Vie.
__ADS_1
Yup. Vie..
Wanita itu mampu merubah dan menerangi seluruh hati Ryan yang kosong dan hampa, menjadi bersinar dan merasakan apa artinya bahagia!
Vie adalah wanita pertama yang dia cintai dan akan menjadi wanita terakhir dalam hidupnya!
"Siap!" Ucap Ryan bersemangat setelah menyelesaikan tugas seluruhnya. Dia langsung bergegas hendak pulang dan menjumpai Vie.
Sungguh tak sabar!
Ryan mengingat sesuatu, dan kemudian memanggil tangan kanannya, "Joice!" Panggil Ryan.
Joice datang dan memberikan hormat pada Ryan sebelum dia membuka suara, "Iya Tuan. Ada apa Tuan?"
"Siapkan suatu tempat mewah yang indah dan siapkan pula acara Pernikahan di sana. Senin ini harus selesai beserta undangan yang sudah tersebar," ucap Ryan.
Sang tangan kanan menatap Ryan bingung, "M-memangnya, siapa yang akan menikah Tuan?"
"Aku. Dan calon istriku Vie." Ryan tersenyum bahagia.
Dan barulah di ketahui oleh mereka mengapa Ryan sangat bahagia hari ini.
__ADS_1
Ryan akan menikah, dan itu berita yang paling mencengangkan!