Tahanan Sang Tuan Sadis

Tahanan Sang Tuan Sadis
Berjumpa Dion (I)


__ADS_3

...Author POV...


Dengan kesungguhan hati yang sangat terluka Dion menguatkan diri datang ke kediaman Vie dan Ryan. Dion datang dengan membawa suatu buket bunga yang indah.


Tok tok tok


Dion mengetuk pintu rumah dan menghidupkan Bel listrik yang terpasang di pintu. Karena pikirannya yang kacau mungkin membuat dia jadi sedikit bodoh karena melakukan kedua hal itu, padahal kan seharusnya ya pencet aja bel rumahnya, ngak usah ngetuk pintu segala.


Vie yang tengah memasak makanan di dapur berhenti sesaat sebelum mulai menyahut, "Ya! Sebentar ya!"


Vie segera meninggalkan masakannya dengan sebelumnya mematikan kompor terlebih dahulu agar tidak terjadi kebakaran. Setelah sampai di depan pintu Vie membukakan pintunya.


Vie menyerngitkan dahinya, dia sama sekali tak mengenal lelaki ini. Dan di tambah lelaki ini tampaknya berumur 50 tahun. Terlihat dari keriput yang ada di wajahnya, "Iya Tuan? Sedang mencari siapa?"


Mendengar kalimat Vie membuat hatinya sangat meringis sesak. Vie sungguh tak mengenal dirinya, sungguh Vie lupa ingatan terhadapnya. Namun Dion mencoba menahan rasa sakit itu dan berusaha tersenyum dengan menarik nafas dalam dalam, "Nama saya Dion. Kita pernah berjumpa dan saling mengenal. Apa kau lupa?"


Dion masih mencoba memulihkan ingatan Vie. Walaupun seperti itu Dion sebenarnya sungguh tak terima jika dia di lupakan begitu saja. Dia berharap Vie mengingatnya, walaupun itu mustahil namun dia sangat berharap itu terjadi.

__ADS_1


Vie masih menganalisis Dion yang ada di hadapannya, sungguh dia tak mengenal pria ini. Bahkan seberusaha apapun Vie mengingat Dion, dia sama sekali tak ingat.


Vie menggeleng, "Maaf Tuan saya tidak mengenal Tuan."


Deg!


Sesak sekali dada Dion, Vie yang sangat dia cintai sungguh tak mengenalnya. Dion memegang dadanya yang sakit. Ntah karena kutukan itu yang semakin mengambil jiwanya ntah itu karena sakit karena terlupakan, Dion tak tau, namun rasanya sama sama sangat sakit.


Vie menahan tubuh Dion. Takut takut kalau Dion sebenarnya memiliki penyakit jantung kronis. Vie kan tak mengenal Dion.


Dion menahan tangan Vie,m dan tersenyum, "Tidak. Aku tak apa." Ucap Dion karena sempat membaca pikiran Vie. Dion sedikit meringis kesal, bagaimana bisa Vie menganggapnya terkena penyakit jantung huh?


Dion menganguk, "Iya. Aku tak apa."


Dion menyerahkan buket bunga yang besar itu, "Ini untukmu. Selamat atas pernikahanmu ya." Dion tersenyum kecil.


Vie yang sangat polos menerima bunga itu dan tersenyum lebar dengan tulus, "Terimakasih Tuan."

__ADS_1


Dion melihat ke arah jari tangan Vie. Seharusnya di sana terdapat cincin emas putih dengan Ruby merah yang menyala yang indah, tanda janji suci Dion dan Vie dulu. Dan kini bukan cincin itu yang melingkar di jari manis Vie, melainkan cincin emasĀ  berhiaskan permata intan putih.


Rasa sedih ini semakin menjalar dan membuat Dion menangis. Sungguh dia tak tahan melihat Vie-nya telah menjadi milik Ryan. Sungguh dia membenci keadaan ini. Dia sungguh mencintai Vie kau tau! Tapi dia tak dapat berbuat apa apa selain pasrah akan keadaan.


Vie yang melihat Dion yang menangis menjadi panik, "T-tuan. Kau tak apa? Kenapa anda menangis?"


"Tidak apa.. A-aku sangat bahagia melihat dirimu bahagia bersama suamimu itu. Aku harap kau selalu tersenyum indah bahagia seperti saat pernikahanmu hingga maut menjemput," ucap Dion.


Padahal hatinya menjerit tak ikhlas dengan apa yang terjadi! Sungguh dia tak ikhlas!


"Terimakasih Tuan. Saya pun berharap Tuan juga akan selalu bahagia!" Kata Vie sambil tersenyum lebar bahagia.


Deg!


Rasanya kata kata itu sangat menyakiti Dion. Bagaimana dia bisa bahagia tanpa Vie? Dia bahkan lebih memilih untuk mati sekarang juga!


Dion tersenyum, "Baiklah. Aku akan pulang. Terimakasih." Dion mengakhiri kalimatnya.

__ADS_1


Vie menganguk, "Baik Tuan. Terimakasih." Ucap Vie sopan.


Dion berbalik dan berjalan pergi, "Tinggal 2 pertemuan lagi aku dapat berjumpa dengannya. Dan setelahnya aku akan menghilang dari dunia ini untuk selamanya." Gumam Dion dalam hati.


__ADS_2