
Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam,namum Zee sama sekali tidak bisa tidur. Ucapan Sandra masih terngiang-ngiang di otaknya.
Dari info yang gue dapat,Sassya sama tante Melissa sekarang tinggal di salah satu perumahan milik warga yang berada di jalan X. Katanya yang punya rumah itu dulu nenek-nenek. Nenek-nenek itu juga yang nolongin Sassya sama tante Melissa ketika mereka keluar dari penjara. Tapi seoarang nenek itu udah meninggal jadi Sassya cuma tinggal sama mamanya di situ.
Tante Melissa sekarang kerja jadi pembantu harian ke rumah-rumah yang butuh jasa pembantu.
Sassya sendiri bekerja sebagai pelayan restoran,tapi hari ini ia resmi keluar karena membuat kesalahan dengan salah satu pengunjung.
Lo mau tau siapa pengunjungnya? Dia Aska, Sky Aska Ghatama. Kejadiannya siang tadi,sebelum lo sama Aska meeting.
Parah Zee,kehidupan Sassya dan mamanya jauh dari kata baik. Gue gak yakin gimana keadaan mereka setelah Sassya di pecat,dari yang gue denger selama ini uang gaji Sassya selalu di pake buat bayar para rentenir.
Papa kandung Sassya yang di Singapura dulu punya hutang ratusan juta,setelah kejadian di mana lo ngusir mereka dan nyebarin kejahatan mereka saat itu juga banyak klien-klien papanya menarik kembali saham mereka dan gak lama setelahnya papa Sassya di tangkap polisi.
Tapi ketika di penjara dia bunuh diri dan sekarang Sassya sama mamanya yang harus nanggung semua hutang-hutang almarhum bokapnya.
"Apa gue terlalu jahat ya??" Tanya Zee pada dirinya sendiri.
"Tapi itu belum setimpal kalau gue ingat grandma,mama dan terakhir kak Salma."
"Tapi semuanya udah terjadi,apapun yang gue lakuin gak bakalan bikin keadaan balik lagi. Gimanapun mereka pernah jadi bagian dari keluarga ini. Gue harus gimana??"
Zee tercenung beberapa saat. Ia ingat jika setelah kejadian malam itu ia papanya langsung mengusir mereka tanpa sepeser uang pun. Hanya barang yang melekat di tubuh saja.
Besoknya mereka juga harus di tangkap polisi atas permintaan Davian. Namun tiga bulan setelahnya Zee membebaskan mereka berdua dengan syarat keduanya tak boleh lagi menampakkan diri di hadapan Zee.
Tapi tadi ia bertemu Sassya. Ia yakin seratus persen itu Sassya." Lo udah ngelanggar janji buat gak muncul di hadapan gue Sya. Jangan salahin gue kalau gue bakalan ngelakuin apapun yang gue mau saat kita ketemu besok."
Gumam Zee lirih sebelum akhirnya ia tertidur.
♡♡♡
Subuh-subuh sekali Zee sudah lebih dulu bangun. Setelah selesai mencuci muka ia pun beranjak keluar kamar dan berjalan menuju kamar yang di tempati Sassya dulu.
"Ceklek..."
Suara pintu terbuka,di ikuti aroma vanila yang merombak masuk ke dalam indra penciuman Zee begitu gadis itu masuk ke dalam kamar Sassya.
__ADS_1
Mata Zee meneliti kamar tak berpenghuni yang tampak masih tertata rapi. Ada puluhan boneka dengan berbagai ukuran terpajang di dalam lemari kaca. Sejumlah alat make up juga tampak masih tertata di meja rias,begitupun dengan tempat tidur dan foto-foto di atas nakas maupun di dinding. Semuanya masih pada tempatnya,hanya penghuninya saja yang sudah pergi.
Zee kembali berjalan menuju lemari
pakaian Sassya dan membukanya perlahan,tangan Zee terulur mengambil satu persatu pakaian milik Sassya dan mulai berkomentar.
"Baju apa ini?"
"Kemana lengan satunya?"
" Ini kenapa belakangnya bolong-bolong?"
"Rok ini udah sobek,kenapa juga masih di simpan." Komentar Zee pada sebuah rok berwarna hitam panjang,tapi memiliki belahan samping hingga ke pertengahan paha.
"Ini sih baju anak kecil,pusar gue aja bisa keliatan kalau pakai baju ini."
"Yang ini,gak ada lengannya sama sekali."
"Nah baju yang ini lumayan,tapi ada ekornya."
Begitulah Zee terus berkomentar pada baju-baju milik Sassya,hingga hampir separuh baju di sana ia keluarkan. Tangan Zee masih akan menarik kembali baju-baju tersebut,jika saja suara sang mama tak terdengar memanggil.
Tadi ia berniat memanggil sang putri untuk membangunkan sang putru. Tapi saat melewati kamar Sassya,ia malah melihat Zee berada di sana sambil berbicara sendiri.
"Eh mama,ngapain di situ?" Zee malah bertanya balik dengan muka polosnys.
"Niatnya sih mau manggil kamu ke kamar,eh kamunya malah di sini. Lagi ngapain?"
Diana bertanya sambil melangkah masuk ke dalam.
Zee menunjuk baju-baju Sassya yang berserakan di lantai."Lihat baju-bajunya Sassya. Tapi pada buluk semua ma,gak layak pakai."
Kedua alis Diana mendadak terangkat mendegar ucapan Zee. Setahunya Sassya dulu anak kesayangan mana mungkin pakaiannya buluk-buluk. Sedangkan pakaian Zee saja harganya sudah hampir menyaingi motor sport.
Karena penasaran Diana pun mengambil salah satu baju Sassya
dan merentangkannya.
__ADS_1
"Buluk darimananya? Masih baru gini kok." Tanya Diana heran,jelaslah heran karena pakaian tadi masih sangat baru bahkan warnanya masih cerah.
"Ishh,coba mama lihat. Lengannya bolong dua,belakangnya sobek-sobek. Ini juga di bawah udah kayak di cakar kucing." Ujar Zee sambil menyengir tak bersalah melihat mata Diana yang sudah melotot kesal.
"Bukan buluk Zee!! Ini namanya model baju,emang kayak gini bentukannya. Kayak kamu gak punya aja pakaian yang sobek-sobek. Coba lihat celana jeans kamu di lemari sana,pasti ada aja yang lututnya bolong. Terus kamu pikir itu buluk?"
"Ah,itu fashion ma namanya." Kilah Zee,membuat Diana hanya bisa menarik napas frustasi.
"Terserah kamulah,pokoknya sekarang kamu mandi. Turun ke bawah,terus kita sarapan." Ujar Diana sambil berjalan keluar meninggalkan sang Zee yang tampak kembali membongkar lemari pakaian Sassya.
"Ok ma,duluan aja 15 menit lagi Zee nyusul."
Teriak Zee setelah tubuh Diana menghilang dari balik pintu.
Selesai membongkar semua isi lemari Sassya. Zee langsung memilih pakaian yang dilihatnya cukup sopan dan tertutup,kemudan memasukkannya ke dalam koper. Sedangkan pakaian yang kurang bahan,ia biarkan saja berserakan di lantai.
Zee merogoh saku piyamanya untuk mengambil handphone dan mulai menelpon pelayan di rumahnya.
"Bi Ana,ini Zee. Minta tolong sehabis sarapan pagi nanti ke kamar Sassya ya."
"......"
"Beresin baju-bajunya yang udah Zee bongkar,baju-baju yang di lantai bibi buang aja atau di apain ajalah terserah. Terus yang di koper bibi lipat,nanti antar ke kamar Zee ya."
"..."
"Iya bi,boleh ajak bibi-bibi yang lain kok. Nanti sekalian rapiin beberapa boneka Sassya yang kecil terus masukkin plastik besar anterin ke kamar Zee. Make up juga boleh sekalian,foto-fotonya juga jangan lupa."
"....."
"Ok bi,makasih ya."
♡♡♡
Otor : Baca doang,like,vote komennya mana?? Kencengin dong,mau ngontrak ini.
Readers : Udah diam thor,urusan kita itu.
__ADS_1
Otor : Hmmmmmmm