Tautan Takdir

Tautan Takdir
King Of Dark Night


__ADS_3

Sassya terpana melihat sosok pria yang baru turun dari mobil. Seketika ia merasakan aura berbeda,kharisma pris itu benar-benar menghipnotisnya.


"K..kai?" Panggil Sassya buka suara saat melihat sosok yang begitu ia kenali.


Ya,pria itu adalah. Kaivano Anggara. Sahabat Zee sekaligus pria yang pernah naksir berat sama Zee semasa kuliah dan kini pria itu malah akan menjadi adik ipar Zee. Dan setahu Sassya,Kai juga merupakan King Of Dark Night. Leader pertama yang tingkatannya di atas Zee,di dalam geng motor Dark Night.


Parahnya lagi,pria itu pernah Sassya masukkan ke dalam blacklist karena sikapnya yang sangat dingin. Sedingin gunung everest,dan kini pria itu muncul di situasi yang sedang tidak kondusif. Sassya harus bereaksi seperti apa?


"Ngapain kalian di luar?" Tanya Kaivan dengan nada dingin.


Ia juga sempat menatap Aska,namun hanya beberapa detik karena ia tidak merasa kenal dan tidak merasa punya urusan dengan orang itu.


"Tapi tunggu!" Kai tiba-tiba berseru sambil berjalan ke arah Aska.


"Anda? Sky Aska Ghatama? Pengusaha properti yang perusahaannya berada di nomor lima se-Asia? Suaminya Sassya Bellvara? Benar bukan?"


Tanya Kai detail. 


Dengan segera Aska mengangguk. "Ya,saya." Jawab Aska cepat.


"Anda kenal saya? Tau siapa saya?" Tanya Kai dengan nada dingin.


Lagi-lagi Aska mengangguk.


Tentu saja ia kenal pria ini. "Anda adalah pengusaha muda nan sukses,Kaivano Anggara. Pemilik perusahaan Xannister Company yang bergerak di berbagai bidang,juga merupakan satu-satunya perusahaan yang ikut di naungi oleh William.Corp. Perusahaan milik anda juga di nobatkan sebagai perusahaan terbesar ke dua di tanah air. Anda juga merupakan calon menantu dari tuan Ivander. Pengusaha tersukses nomor satu di tanah air. Saya benar bukan?"


Tanya Aska dengan nada jumawa karena merasa sudah bisa menjawab pertanyaan Kaivan dengan detail.


"Ckk..ckk..Anda ternyata cukup hebat. Tapi sayangnya anda kurang teliti. Sepertinya kita memang perlu berkenalan."


"Maksud anda?"


"Saya Kaivano Anggara. Sahabat dari Azellea William Michelle sekaligus pemilik Dark Night. Anda masuk ke wilayah kekuasaan saya,bukankah itu sudah melanggar aturan?"


Mendengar penjelasan Kaivano,Aska merasa tertohok. Ia tidak malah baru tahu jika Zee ternyata bersahabat dekat dengan Kai. Pantas saja kedua orang ini punya sifat yang hampir sama,dan satu lagi. Kenapa Aska sampai tak sadar jika alasan itu juga yang membuat perusahaan Kai dan Zee bersatu.

__ADS_1


"Bodoh kamu Aska."Batinnya.


"Sudah paham di mana kesalahan anda? Sekarang anda boleh keluar dari sini dengan cara baik-baik." Usir Kai dengan nada datar.


Rafa dan Bara hanya tersenyum mendengar ucapan Kaivan. Mereka yakin jika Kai pasti sudah di mendapat arahan dari Queen mereka. Satu-satunya gadis yang mampu mengendalikan emosi Kaivan.


Mendengar dirinya di usir,Aska tak terima. Ia menatap ke arah Sassya dengan tatapan memelas.


"Tuan Vano,saya rasa anda tahu apa alasan saya datang ke sini. Saya hanya ingin menjemput istri saya." Ujar Aska sambil menunjuk ke arah Sassya.


Sassya yang di tunjuk tampak gugup,apalagi saat ia melihat tatapan memelas Aska. Hatinya jadi iba.


"Dia sedang hamil anak kami tuan,buah cinta kami. Tidakkah tuan Vano mengerti bagaimana rasanya di pisahkan dari istri apalagi saat anda tau jika istri anda tengah mengandung?"


"Tidak. Karena saya belum beristri." Jawab Kai tanpa rasa bersalah.


Lain halnya dengan Sassya,wanita itu tampak shock saat mendengar Aska menyebut anaknya.


"Apa dia tau kalau gue hamil? Tapi kok bisa?" Batin Sassya di penuhi tanda tanya. Hingga lamunannya buyar saat Kai kembali berbicara.


"Bukankah Michelle tidak memberimu izin untuk bertemu dengan adiknya? Anda tidak lupa kan jika nona Michelle adalah kakak dari  Sassya dan dia juga punya hak atas Sassya." Jawab Kai tegas.


"Sayangnya aku tidak peduli pada status mu. Bagi kami,ucapan Michelle adalah perintah mutlak."


"Jangan bercanda tuan Vano. Jika seorang perempuan sudah menikah,maka haknya sudah berpindah pada suami."


"Tapi itu hanya untuk suami sesungguhnya. Sedangkan anda?" Kaivan meneliti Aska dari atas hingga ke bawah dengan pangan mengejek.


Huh,sayangnya anda memang tidak pantas menjadi suami untuk wanita manapun."


Telinga Aska mendadak panas."Jaga bicara Anda tuan Vano! Tidak seharusnya anda mencampuri urusan rumah tangga saya."


"Tuan Sky,tuan Sky. Anda cukup lucu juga ternyata,asal anda tahu. Saya memang tidak ingin ikut campur tapi seseorang sudah memberi saya wewenang dan itu harus saya jalankan. Lagipula kalau memang anda menginginkan istri anda,lantas kenapa dia sampai kabur? Apa sebelumnya anda memperlakukannya dengan buruk?"


Aska tercekat begitu pula dengan Sassya yang ikut menatap Kaivan takjub.

__ADS_1


"Titisan cenayang." Batinnya.


"Kenapa anda diam? Ucapan saya benar bukan?"


Aska gelagapan."T..tidak seperti itu. Saya akui awalnya saya memang hanya memanfaatkan Sassya,tapi semakin ke sini saya semakin sadar jika saya memang menginginkan istri saya. Karena itulah saya ingin memperbaiki semuanya,jadi saya mohon agar anda tidak menghalangi saya."


"Kalau begitu,tanyakan sekarang pada istri anda. Apa anda yakin jika ia masih mau bersama anda?"


Kaivan berkata sambil menatap Sassya datar. Namun tatapan Kaivan malah membuat Sassya tercekik,seperti ada sebuan ancaman di dalamnya.


Sama halnya dengan Kaivan,Aska juga tampak menatap Sassya penuh harap.


"Sasa sayang,tolong katakan pada tuan Vano kalau kamu bersedia kembali bersamaku. Aku mohon."Pinta Aska memelas.


Sassya berada di antara dua pilihan yang menurutnya sama-sama sulit. Semakin ia melihat Aska memohon,semakin hatinya iba. Tapi ia tidak mungkin kembali,Aska pernah bilang jika ia tidak menginginkan keturunan Ghatama yang lahir dari rahim Sassya.


Lantas jika ia kembali apakah Aska akan menyuruhnya menggugurkan anak itu? Tidak ada yang bisa menjaminkan? Satu-satunya jalan yang aman adalah tinggal bersama Zee. Karena gadis itu sudah berjanji akan melindunginya.


"Sasa aku mohon." Pinta Aska lagi.


Kepala Sassya refleks menggeleng.


"Aku tidak bisa tuan. Maaf,aku lebih memilih tinggal bersama kakakku." Ucap Sassya berusaha terdengar yakin.


"Tidak boleh! Aku tahu kamu ragu dengan keputusanmu. Pulanglah bersamaku ke rumah kita,apa kamu tidak kasian jika ibu dan orangtua ku tau keadaan rumah tangga kita sekarang?"


Mendengar hal itu,Sassya kembali goyah.


"A..aku.."


"Tuan Sky tolong jangan memaksa Sassya dengan menggunakan keluarga sebagai alibi. Dia manusia merdeka,punya pilihan. Jika ia berkata ingin di sini,maka anda tidak boleh melarang. Lagipula keaadaan Sassya jauh lebih terjamin jika berada di sini."


Aska pantang mundur,ia dengah berani maju mendekati Sassya dan hendak menarik wanita itu.


Kaivan dengan gesit menarik lengan Aska dan mendorongnya ke belakang.

__ADS_1


"Bugh.." Satu kepalan bersarang di perut Aska.


"Jangan menguji kesabaranku tuan Sky!"


__ADS_2