
Saat ini Zee sedang dalam perjalanan pulang ke mansion keluarga William. Sedari tadi otaknya tak bisa berhenti memikirkan tentang Sassya.
"Kenapa gue peduli?" Batin Zee tak habis pikir.
"Harusnya gue senang mereka udah gak ada. Mereka yang bunuh mama dan grandma."
"Tapi kenapa gue kepikiran."
"Arghhh..." Teriak Zee frustasi.
Di depan,Bella dan Jessie tak berani berbicara sepatah kata pun. Nona muda mereka sekarang dalam mode singa,mereka harus hati-hati agar tidak jadi mangsa.
"Drtt...drtt..drtt.." Telepon Zee mendadak berbunyi di saat kondisi yang sangat tidak kondusif. Untunglah Zee masih sempat melihat nama pemanggil jika tidak mungkin sudah ia bentak.
"Hallo sayang,kamu sudah mau pulang?" Suara lembut sang mama terdengar dari sambungan telepon membuat Zee tersenyum tipis.
"Iya ma,ini lagi di jalan. Mama sudah di rumah?" Zee bertanya balik,karena seingatnya tadi pagi mamanya itu pergi menengok toko kue yang baru ia bangun satu tahun yang lalu.
"Sudah,tadi papa kamu pulang awal setelah jenguk anak-anak."
Anak-anak yang dimaksud mamanya adalah penghuni zoo mini papanya. Memang setelah menyerahkan urusan kantor pada Zee,papanya kini mulai mengoleksi berbagai macam binatang hingga akhirnya membentuk kebun binatang mini. Tak hanya binatang,papanya juga mengoleksi ratusan tanaman hias dengan harga yang cukup fantastis.
Tentu saja kegiatan papanya dibantu oleh puluhan karyawan yang dibayar memang untuk merawat koleksinya. Lalu mamanya? Tidak berbeda jauh dari papanya,mamanya juga sibuk berkebun dan sibuk dengan toko kue yang baru ia bangun beberapa bulan setelah ia keguguran.
Usai berbicara dengan mamanya di sambungan telepon,Zee memilih memejamkan matanya sebentar. Setidaknya terlelap lima menit pun jadi. Otaknya sangat panas saat ini.
Satu jam perjalanan karena sedikit terjebak macet,mobil Zee akhirnya memasuki halaman rumahnya. Setelah di bangunkan oleh Jessie,Zee akhirnya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
"Malam ma!! Sapa Zee terdengar lemas sambil melepaskan blazer yang seharian ini menempel di badannya dan menyampirkannya di sandaran kursi.
Diana yang sedang menyiapkan makan malam,tampak menghentikan kegiatan. Menatap iba pada sang putri yang tampak selalu kelelahan setiap harinya.
"Ini minum dulu,tadi koki di rumah bikin susu kedelai. Kamu kan suka,habis ini mandi terus turun lagi buat makan malam."
Zee mengangguk menerima segelas susu kedelai yang di sodorkan Diana.
"Ngomong-ngomong papa kemana ma?" Tanya Zee heran,biasanya papa dan mamanya selalu berbarengan turun ke ruang makan.
"Ada di ruang kerjanya,lagi ada urusan katanya. Kamu juga mandi sekarang,bentar lagi papa pasti ke sini."
"Baik kanjeng mommy!!" Jawab Zee bergurau,tak lupa ia meninggalkan kecupan di pipi diana membuat wanita itu terkekeh kecil.
__ADS_1
♡♡♡
Usai mandi menggunakan air hangat,Zee merasakan badannya sedikit lebih baik. Ia menjadi lebih bersemangat turun ke bawah untuk makan malam.
Sejenak ia lupa dengan sosok Sassya yang tadi sempat menghantui otaknya.
"Uwahh banyak banget makanannya!!" Kaget Zee begitu sampai di meja makan dan melihat menu makanan yang lebih banyak dari sebelum ia meninggalkan meja makan tadi.
"Banyak dong. Mama sengaja masak segini banyak,biar kalian gak bosan sama menu makanan yang itu-itu doang."
"Nah bagus tuh,coba ma suapin satu yang itu." Zee menunjuk udang yang digoreng dengan balutan tepung membuatnya berselera.
Dengan senang hati Diana mengambil sepotong dan menyuapkannya ke mulut Zee.
"Hap!!"
"Emm enak!! Lagi...lagi..."
Zee melongo saat merasa tak ada makanan yang masuk ke mulutnya. Tatapan matanya menajam melihat kepala Davian berada tepat di sampingnya sedangkan tangan Diana masih menggantung di depan wajahnya.
"Abang!! Itu buat gue kenapa lo yang makan!!" Zee tak bisa menahan emosi saat melihat Davian dengan tak berdosanya mengunyah udang yang seharusnya berada di mulutnya.
"Elah,tinggal ambil sendiri apa susahnya sih." Davian berujar santai sambil mengambil tempat duduk di sebelah Zee.
"Gak sengaja,kepala gue gerak sendiri tadi."
"Alesan!! Lagian ngapain lo makan di sini,pulang sana!! Makan sama istri kesayangan lo itu!!" Usir Zee kejam namun tidak dihiraukan Davian.
"Nah diam!! Makan,gue suapin!!"
Davian yang sudah selesai mengunyah langsung mengambil sepiring makanan,langsung menyendokkan ke mulut Zee yang sedari tadi terus mengomel.
"Emm,enak!! Lagi-lagi,gue suka yang itu. Kayak ada manis-manis gitu,mama pinter deh masaknya."
Ujar Zee berkomentar yang malah kelihatan seperti iklan le-mineral.
"Dasar orang aneh!!" Guman William pelan melihat kelakuan kedua putra putrinya yang kelihatan tak pernah akur tapi sebenarnya saling menyayangi.
"Oh iya,Vian. Tadi mama udah,jangan lupa bawa makanan yang mama buat untuk Clara. Nanti kamu bawa ya,sekalian sama black forestnya."
"Clara doang ma yang dibuatin? Vian enggak nih?" Tanya Vian pura-pura ngambek,membuat Zee yang sedang di suapi mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
"Gak usah manja!! Lo kalau mau tinggal suruh Clara yang bikin. Kan lo satu KK-nya sama Clara bukan sama kita lagi." Sindir Zee sinis,membuat Davian semua yang ada di situ tertawa.
"Secara tidak langsung,Zee itu mau bilang kalau Davian sudah di coret dari KK. Dia hanya tidak tega ngomong langsung ke Vian." Ujar William menimbrung yang langsung di sambut ancungan jempol oleh Zee.
"Teknik mengusir secara halus ala papa memang patut di contoh." Lanjut Zee membuat semua kembali tertawa termasuk Davian yang sedari tadi menjadi bahan ledekan.
"Lo sama papa emang paling kejam kalau urusan ngeledek gue. Emang di di sini yang baik sama Vian cuma mama. Iya kan ma?"
"Siapa yang bilang? Perasaan dari tadi mama diem deh. Kalau mama diem tandanya mama dukung yang suaranya paling banyak." Ujar Diana sambil terkekeh kecil.
"Gitu ya kalian sama Vian,kalau gitu Vian pulang ajalah!!" Davian benar-benar beranjak dari tempat duduknya.Putra sulung William tersebut tampaknya benar-benar ngambek. Namun belum beberapa langkah berjala,sang adik malah melompat ke punggungnya membuar badan Davian terhuyung ke depan. Untung tidak sampai jatuh.
"Ututu abang aku udah jelek suka ngambek lagi." Ledek Zee tepat di samping wajah Davian.
"Gue jatuhin nih!!" Ancam Davian sambil mengoyang-goyangkan badannya membuat Zee malah tertawa senang.
"Abang nginap di sini aja ya,gue masih kangen!!" Pinta Zee setelah turun dari punggung Davian.
"Katanya gue udah diusir dari KK. Gimana sih?"
"Ihh,becanda tau!! Iyakan pa,ma kita cuma bercanda.
"Siapa bilang papa becanda? Papa serius loh barusan." William berkata dengan wajah datarnya membuat suasana seketika hening.
"Ha...ha..ha...papa hanya bercanda,kenapa wajah kalian serius sekali??" Tanya William masih dengan sisa tawanya.
Zee dan Davian sontak menatap sang papa dengan tatapan dingin.
"Garing." Ucap keduanya kompak sambil meninggalkan ruang makan.
William dan Diana hanya bisa melongo. Baru beberapa menit tadi kedua orang itu bertengkar,lalu sekarang secara kompak keduanya memarahi William.
"Anak durhaka." batin William.
♡♡♡
Readers : Thor tadi batinnya Zee bilang mamanya udah meninggal bareng neneknya. Kok sekarang masih ada?
Otor : Makanya baca IYT sama SOA biar paham alur ya!!
Readers : IYT belum publish njir...
__ADS_1
Otor : Ah iya lupa😂😂 tenang tunggu feedback nanti boom up. Baca SOA aja dulu,itu yg udah tamat.
Tapi yang ini jangan lupa di like,vote,komen ya.....