Tautan Takdir

Tautan Takdir
Amarah Aska


__ADS_3

"Mom!!" Aska berteriak dengan tak sabarannya begitu masuk ke dalam mansion Ghatama.


Nyonya Ghatama yang di teriaki tampak sedang duduk santai di sofa ruang tamu sambil menikmati segelas jus sirsak kesukaannya.


"Ada apa Aska?" Tanya nyonya Ghatama dengan raut tenang. Sangat berlawanan dengan raut wajah Aska yang tampak beriak deras.


"Mom berhenti bercanda. Mom pastinya sudah tau apa yang membuat Aska marah se-sore ini!" Bentak Aska sambil melemparkan dua buah undangan yang ia dapatkan dari Delice di rumah Sassya setengah jam yang lalu.


Nyonya Ghamata masih tampak santai sambil kembali menyesap jus sirsak miliknya. Setelah itu tangannya terulur mengambik kedua undangan tersebut kemudian membacanya pelan.


"Oh,mommy kira ada apa. Ternyata hanya masalah kartu ini." Ujar nyonya Ghatama dengan nada kelewat santai.


"Lagipula di mana masalahnya Aska? Undangannya bener kok,tanggalnya,gedungnya sudah tertera dengan jelas,kapan jam acaranya juga sudah ada. Apalagi yang salah? Atau kamu tidak suka dengan desainnya?"


"Mom!!" Bentak Aska tak habis pikir dengan jalan pikiran mommynya.


"Yang benar sana mom. Untuk apa aku mempermasalahkan hal setidak berguna itu? Bukan masalah desainnya mom,tapi isinya. Isinya,aku tau mommy mengerti maksudku. Mommy bisa membaca jika nama yang tertera di sanalah yang membuat Aska marah."


"Loh memang kenapa dengan namanya?" Tanya nyonya Ghatama lagi dan dengan konyolnya ia mengeja keempat nama orang itu dengan lantang di hadapan Aska membuat Aska ingin sekali melempari sofa ke wajah sang mommy. Andai tidak takut kualat.


"Mom,aku tau tidak sopan mengatakan hal ini padamu karena mommy adalah ibu yang sudah melahirkan aku,tapi melihat kelakuan mommy kali ini terus terang Aska bilang kalau mommy benar-benar gila kali ini." Ujar Aska dengan kecewa.


Ia sudah sangat patah arang. Pikirannya sudah benar-benar tidak bisa di ajak berkompromi untuk berdamai dengan kegilaan yang mommya ini buat.


"Aska,Aska. Kamu ini kok jadi lucu gini sih. Lagian gak ada salah sama undangannya. Ini gak gila seperti yang kamu pikirkan,ide mommy ini justru sangat-sangat perfect. Kamu tahu kenapa? Karena kalian nantinya pasti akan sangat serasi,mommy merasa impian mommy akan segera terwujud. Kamu tau,dulu sebelum kamu memutuskan untuk menikah dengan Sassya,mommy sudah kepikiran untuk menikahkan kamu dengan nona Azellea atau Shiva. Dan lihat sekarang,impian mommy terwujud. Kamu menikah dengan salah satu gadis pilihan mommy."


"Lalu untuk Sassya,bukankan nanti dia juga beruntung? Ini yang di namakan takdir Aska,Sassya dan Raynand itu pernah menjalin kasih tempo dulu. Lihat sekarang,mereka akan mommy nikahkan dan Raynand sudah setuju. Kamu tahukan apa itu artinya? Artinya mereka berjodoh Aska."


Seloroh nyonya Ghamata sambil terkekeh kecil.


"Gila. Benar-benar gila." Bentak Aska.


"Bisa-bisanya mom bilang itu takdir? Itu musibah yang mommy rencanakan,asal mommy tahu!!"


"Pokoknya Aska tidak mau tau. Aska mau mommy batalkan ini semua,atau Aska sendiri yang akan bertindak." Aska mulai mengeluarkan sisi mengancamnya.

__ADS_1


Nyonya Ghamata tersenyum sinis.


"Memangnya apa yang bisa kau lakukan Aska? Saat ini seluruh rekeningmu sudah di bekukan,fasilitas kendaraanmu bahkan hanphone mu ada di tangan mommy. Kau tidak punya pilihan lain selain menurut wahai tuan Aska yang terhormat."


Nyonya Ghatama tersenyum meledek sambil mengeluarkan handphone Aska dari saku bajunya dan juga sebuah dompet yang entah kapan berpindah ke tangan mommynya.


"Mom? Sejak kapan barang-barang itu ada di saku baju mommy?" Tanya Aska tak habis pikir.


"Hehe,kau tanyakan saja pada orang suruhan nona Delice. Mereka yang tadi mengantar barang-barang ini ke sini beberapa menit sebelum kamu pulang."


"What??"


Aska berteriak dengan kedus mata melotot.


Beberapa menit sebelum ia pulang? Itu artinya barang-barang tersebut sudah raib sejak ia di rumah Sassya tadi. Tapi bagaimana caranya?


"Dasboard mobil?" Batin Aska bertanya.


Aska ingat sekarang. Tadi ia menyimpan kedua benda itu di dashboard mobil sebelum menyusul Sassya ke depan pintu. Artinya barang tersebut di ambil tepat ketika Delice datang dan mengalihkan perhatiannya dan Sassya.


Sungguh permainan yang hebat. Aska tidak habis pikir kenapa semua orang seperti mendukungnya untuk bercerai dengan Sassya. Perlahan Aska memejamkan matanya kemhudian menarik napas pelan. Detik berikutnya,mulutnya Aska terbuka dan berteriak.


Aska membuka matanya dan tidak jadi melanjutkan ucapannya saat melihat tak ada siapun di ruang tamu selain dirinya dan sofa-sofa serta jus sirsak yang tersisa setengah di dalam gelas.


"Brak.."


Aska membanting gelas berisi jus sirsak tadi dengan keras ke lantai hingga pecahan beling tersebut terpelanting dan menggores pipi mulusnya.


Tuan Ghamata yang baru saja masuk ke dalam rumah kaget saat melihat ada pecahan beling di lantai. Dan saat melihat keadaan putranya yang tengah berdiri kaku,ia bisa menebak jika putranya lah yang barusan memecahkan gelas.


Dengan perlahan tuan Ghamata mendekati Aska dan menyentuh pundak Aska dengan lembut.


"As.." Panggilnya pelan.


Aska menoleh dengan raut marahnya.

__ADS_1


"Dad!! Sudah Aska katakan puluhan kali,Aska tidak akan pernah menceraikan Sassya,apalagi menikahi Shiva. Aska tidak mau! Kenapa mommy dan daddy bisa memutuskan hal se-egois ini tanpa memikirkan Aska?"


Tuan Ghatama tampak menggaruk kepalanya mendengar pertanyaan menohok dari Aska.


"Aska,dengarkan daddy. Begini,semua kejadian belakangan ini terjadi di luar kontrol daddy. Semua ini murni ide mommy mu dan kau pun tau bagaimana kerasnya kepalanya mommy. Jika dia sudah memutuskan A maka jawabannya akan tetap A. Daddy sendiri tidak bisa berbuat banyak."


"Tapi dad kepala keluarga di sini. Masakan mommy mengambil keputusan tanpa sepengetahuan dad,itu mustahil dad."


"Jadi maksudmu daddy bersengkongkol dengan mommy? Begitu? Kau tidak percaya dengan dad mu?"


"Dad! Aska tidak menuduh,tapi itu kenyataannya. Mustahil dad tidak ikut andil."


"Aska dengar. Apapun keputusan mommymu saat ini,daddy mohon padamu untuk mengikutinya. Kau tau kan,ada dua nama baik keluarga yang akan di pertaruhkan jika sampai kau mengacaukan rencana mommymu ini. Ingat keluarga Ghatama dan Adipsha sudah berkerabat cukup dekat selama ini,jadi dad mohon padamu untuk mengikuti rencana mommymu tanpa membuat kekacauan apapun."


Aska menggeleng,menolak keras setiap ucapan daddynya.


"Aska tidak mau menikahi Shiva. Itu keputusan Aska dan Aska berhak atas diri Aska sendiri."


Tegas Aska sambil melangkahkan kakinya hendak meninggalkan sang daddy.


Namun dengan cepat tuan Ghatama menahan pundak Aska.


"Aska,daddy punya sedikit solusi untukmu." Ujar tuan Ghatama tiba-tiba.


Aska tidak bergeming. Masih enggan menoleh ataupun merespon ucapan sang daddy,ia hanya menunggu apa yang selanjutnya akan di bicarakan oleh sang daddy.


"Bagaimana kalau untuk sementara kamu ikuti dulu rencana mommy. Jalani pernikahan kamu dan Shiva selama sebulan,jika nantinya kamu tidak menemukan kecocokan apapun di antara kalian. Maka kamu bisa menceraikan Shiva. Bagaimana?"


Aska masih tak menjawab. Membuat tuan Ghatama menghela napas dan akhirnya menarik paksa sang putra agar mau menatap dirinya.


"Aska,percaya pada daddy. Untuk masalah ini,daddy akan membantumu."


Ujar tuan Ghatama sambil mengerlingkan sebelah matanya membuat Aska menatap daddynya dengan tatapan horor.


"Terserah daddy saja. Aska pusing memikirkan masalah ini. Aska pamit pulang."

__ADS_1


Ujar Aska sambil berlalu meninggalkan tuan Ghatama yang tampak tersenyum puas.


Tanpa Aska sadari setelah kepergiannya dari ruang tamu,di belakangnya kini ada dua sosok yang tengah bertos ria karena merasa berhasil menjalankan rencana sesuai alur yang mereka mau.


__ADS_2