
Setelah melewati perjalan hingga satu jam lebih,mobil yang di tumpangi Zee akhirnya sampai juga di mansion William.
Kedua bodyguard Zee tampak sudah ketar-ketir saat melihat jam sudah menunjukkan hampir pukul sembilan malam.
"Nona sepertinya kitalah yang akan jadi santapan piranha peliharaan tuan besar."
Zee mendengus mendengar ucapan bodyguardnya itu,walau sebenarnya ia juga sedikit was-was.
"Udahlah,ikutin rencana kita tadi. Kalian masuk ke paviliun dan jangan keluar kamar,kalau ada yang nyariin pura-pura tidur aja."
"Ta..pi kalau tuan besar sendiri yang memanggil bagaimana?"
"Pura-pura tidur pokoknya,udah ya gak usah tanya-tanya lagi. Sisanya biar gue yang urus."
Perintah Zee sambil berlalu turun dari mobil.
Begitu keluar dari mobil Zee langsung di sambut dengan delapan bodyguard laki-laki yang tampak tengah menatap khawatir ke arahnya.
"Nona kenapa anda baru pulang?"
"Nona tau,tadi tuan besar menyuruh kami mencari nona ke rumah teman-teman nona."
"Anda darimana saja nona?"
"Tuan bilang ponsel nona tidak bisa di hubungi,nona baik-baik saja kan?"
Zee menghela napas kasar,"Saya baik-baik saja. Dimana papa?"
"Ada di dalam nona,nona harus segera menemui tuan. Kalau tidak tuan besar pasti akan memecat kami."
"Tenanglah,saya pastikan kalian aman. Saya yang akan tanggung jawab." Jawab Zee menyakinkan.
Gadis itu pun melanjutkan langkahnya menuju mansion utama. Namun saat sudah sampai di depan pintu ia bukannya masuk,Zee malah berbelok mengintari rumahnya hingga akhirnya tiba di kebun samping yang berada tepat di bawah kamarnya.
Dengan bermodalkan tali tambang andalannya yang memang selalu ia siapkan di sana untuk keadaan darurat Zee pun berhasil naik ke balkon kamarnya.
"Ceklek..." Suara pintu balkon terbuka,tanpa melepaskan sepatunya Zee berjalan masuk ke dalam kamar yang tampak gelap. Aneh,seingatnya pelayan di rumahnya selalu menyalakan semua lampu di rumah jika sudah malam.
"Dari kamu Azellea..."
Deg...
Zee menghentikan langkahnya saat mendengar suara berat sang papa yang sangat di kenalinya.
"Prok...prok..prok..."
__ADS_1
"Klik..."
Suara tepukan dari tangan William membuat lampu kamarnya yang tadi mati kembali menyala.
Zee yang seperti maling tertangkap basah hanya bisa meneguk ludah kasar sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang mendadak merinding.
"Darimana?" Tanya William lagi.
"Dari balkon pa,hehe." Jawab Zee dengan begonya.
"Azellea papa lagi nanya serius."
Zee menoleh ke belakang dan nyaris melompat saat mendapati Davian berada di belakangnya.
"Abang ngapain di sini?" Kaget Zee tak santai. "Bukannya kata papa abang ada ke luar kota dan pulang besok? Kok bisa di sini?"
" Gue harus pulang karena dapat kabar kalau adek perempuan gue ini hilang dari peradaban."
"Jadi jelasin sekarang,lo habis darimana?"
"Dari balkon kok,kalian lihatnya gue masuk darimana?"
"Azellea gue serius,gue tau lo masuk lewat balkon. Pertanyaan kenapa harus dari balkon,pintu depan rusak?Karatan? Lupa pasword? Atau tangan lo hilang sampai gak bisa buka pintu?"
"Kenapa lo diam? Lo nyembunyiin sesuatu?"
"Lalu?"
"Ok gue jujur!! Gue dari rumah teman,puas?"
Bukannya percaya Davian malah terkekeh sinis." Les bohong dulu sana. Lo pikir gue gak tau siapa teman-teman lo? Lo bilang lo ke rumah Clara? Lo lupa Clara istri gue dan dia ada di sini sama gue." Davian berkata sambil menunjuk Clara yang tampak duduk di salah satu sofa bersebelahan dengan Diana.
"Atau lo mau bilang lo ke rumah Delice? Gue udah suruh orang ke sana tadi,dan katanya Delice lagi jalan sama Kai,lo mau bilang ke rumah Agatha? Dia tadi sore kandungan sama Nathan. Atau lo mau bilang jalan sama Sandra? Gue malah ketemu dia di cafe Xx,kayaknya habis meeting. Atau anak-anak Dark Night? Kaivan bilang lo udah lama gak ke mansion termasuk hari ini."
"Jadi lo kemana?"
Zee menarik napas dalam-dalam.
"Udah gue bilang ke rumah teman!! Gue ketemu teman SMA gue tadi,bukan teman akrab memang. Bahkan Kai pun gak kenal sama teman gue ini,gue nolongin dia. Tadi dia hampir di palak preman,kalau gak percaya tanya aja sama Bella dan Jessie."
"Lagian Zee itu udah besar,udah 20 tahun. Bukan anak kecil lagi yang harus selalu kalian awasi,bahkan tanpa bodyguard pun Zee tetap bisa jaga diri. Kalian lupa siapa Zee dulu? Kalian itu terlalu berlebihan,apa sih yang kalian takutin? Keselamatan gue? Gue bisa bela diri,kerjaan gue? Gue udah selesaian semuanya secara tepat waktu."
"Zee ingetin sekali lagi,jangan terlalu ngekang Zee. Kalian mau gue tinggal di mansion Dark Night lagi? Atau kalian mau gue kabur-kaburan lagi kayak dulu?"
"Udah cukup kan penjelasannya,udah percaya sekarang? Udah puas dengarnya? Kalau udah keluar dong dari kamar gue,gue capek,mau mandi,mau istirahat."
__ADS_1
"Zee,tapi papa..."
"Papa dengar ya,Zee lagi gak mau berantem sama papa."
"Lo juga bang,gue gak pengen ribut sama lo. Kalaupun lo mau,besok aja tunggu gue udah siapin stamina."
"Dan kalian berdua yang lagi duduk di sofa,gue mohon dengan sangat. Bawa suami-suami kalian keluar dari kamar gue,sebelum gue berubah jadi anak durhaka dan ngusir kalian dengan cara gue."
Diana dan Clara tampak saling tatap mendengar ucapan Zee.
"Satu..." Zee mulai menghitung.
"Dua..,t.."
Dalam hitungan detik,Clara sudah menarik Davian dan mengajaknya keluar,begitupun dengan William yang juga sudah di tarik oleh Diana.
"Brak!!!"
Bunyi hempasan daun pintu membuat keempat orang yang baru saja keluar dari kamar Zee mengusap dada pelan karena kaget.
"Papa sih,lihat kan monster peliharaan Zee keluar." Gerutu Davian.
"Kok papa? Kamu kan yang marahin adik kamu barusan."
"Kok aku? Kan papa yang nyuruh aku buat ngomelin Zee."
"Arghh..sakit...sakit." Dua pria itu kompak menjerit saat merasakan capitan kuat di perut keduanya.
"Jangan saling nyalahin. Kalian berdua itu memang keterlaluan,Zee itu bukan bayi lagi. Wajar kalau dia marah dengan kekangan kalian." Omel Diana.
Sedangkan Clara hanya bisa memberi tatapan tajamnya pada Davian.
♡♡♡
Sementara itu di dalam kamar...
Zee tampak bersandar di pintu kamarnya sembari mengatur napasnya yang sedikit tersengal.
Bukan karena menangis atau semacamnya,tetapi....
"Huakalakakakka...." Zee kembali menertawakan kekonyolannya beberapa menit lalu.
Bagaimana tidak,ia sudah membohongi kedua orangtunya beserta abang dan kakak iparnya dengan akting yang sangat di luar nalar.
"Kayaknya gue bakalan masuk neraka jalur vip deh ntar." Ucap Zee lagi sambil mengatur napasnya dan berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
Ia butuh air untuk menormalkan kembali isi otaknya yang sedikit tidak waras karena kejadian beberapa saat lalu.