
Jangan lupa like vote dan komen setelah baca....
♡♡♡
Hari ini Aska menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari biasanya. Bahkan tadi ia memajukan beberapa jadwal rapat membuat orang-orang hampir kelimpungan.
Dan sekarang Aska sudah berada di dalam mobil bersama kedua bodyguardnya. Bersiap untuk kembali ke rumah. Aska cukup senang hari ini karena kedua orangtuanya siang tadi terbang ke luar negeri untuk mengurusi bisnis cabang.
Setibanya di rumah,Aska langsung turun dari mobil sambil sesekali bersiul. Namun kegembiraannya sedikit terusik saat netranya menangkap kedua bodyguardnya yang tampak mengikutinya.
"Kalian berdua,pulanglah. Hari ini aku tidak ada kegiatan. Tidak perlu harus menunggui ku di rumah,lagipula mom dan dad juga tidak ada. Tidak akan terjadi masalah jika kalian tidak menunggui ku." Ujar Aska mencari-cari alasan untuk mengusir kedua bodyguardnya.
Al dan El kompak menggeleng.
"Kami akan tetap menjaga rumah tuan muda. Lagi pula nyonya berpesan agar kami tak meninggalkan tuan muda setiap harinya selama dua puluh empat jam penuh. Takutnya tuan memerlukan sesuatu." Ujar Elvaro panjang lebar dan penuh penekanan.
Aska menghembuskan napasnya kesal. Ucapan bodyguardnya itu sungguh-sungguh bisa menghalangi rencananya dan Chintiya yang akan bertemu di club malam ini.
"Aku harus bagaimana?" Batin Aska.
"Kalau begitu terserah kalian berdua. Aku sudah muak mendengar nama mom yang selalu kalian gunakan untuk memperkuat alasan. Cih,dasar majikan complex." Umpat Aska geram.
Kedua bodyguardnya tampak tak terpengaruh dan hanya membungkuk hormat saat melihat Aska membalikkan badannya kembali ke kamar.
♡♡♡
Setibanya di kamar,Aska langsung mengampiri Sassya yang tampak duduk di balkon kamar dan langsung meminta bantuan pada gadis itu tentang permasalahannya hari ini.
"Hei,bodoh! Kau bisa bantu aku keluar malam ini tidak?" Tanya Aska to the point.
Sassya yang tengah menikmati senja di sore hari melirik seklias.
"Untuk apa? Bukankah tuan bisa keluar di antar Al dan El?" Tanya Sassya dengan nada malas.
"Kau ini memang bodoh. Kau tau,aku akan keluar untuk bertemu dengan kekasihku. Masakan aku di antar Al dan El,mereka pasti akan melaporkannya pada mom dan dad bodoh! Karena itu aku meminta bantuanmu."
Kedua alis Sassya tampak bertaut,otaknya berusaha mencerna maksud ucapan Aska.
Sepersekian detik,barulah raut wajahnya berubah.
"Oh,jadi maksud tuan. Tuan ingin backstreet dengan kekasih tuan itu? Begitu?"
Aska mendengus tak suka mendengar pertanyaan Sassya yang terdengar meledeknya itu.
__ADS_1
"Terserah pada otakmu mau memikirkan apa,intinya aku mau kau membantuku keluar dari rumah tanpa ketahuan. Malam ini juga,bagaimana? Kau bisa?"
Sassya tampak mengetuk-ngetuk dagunya seolah berpikir. Setelahnya ia kembali berbicara.
"Memang apa yang akan tuan beri sebagai bayaran jika saya berhasil membantu tuan keluar tanpa ketahuan?"
Kini giliran Aska yang tampak berpikir mendengar ucapan Sassya.
"Kau ini kenapa pelit sekali sih. Hanya membantu ku keluar rumah saja harus meminta bayaran,otakmu se matre itu ternyata."Cibir Aska.
Sassya tersenyum sinis."Tidak ada yang gratis di dunia ini tuan,bahkan bagi sebagian orang oksigen pun terkadang harus di beli agar tetap bertahan hidup. Lagipula saya hanya mempraktekkan sistem yang saya pelajari selama ini,jika kita menginginkan sesuatu,kita harus membayar untuk mendapatkannya."
Senyuman miring tercetak di wajah Aska takkala mendengar celotehan panjang lebar yang baru saja keluar dari mulut Sassya.
"Jadi kau sedang membuat kompensasi karena aku menikahimu atas dasar bayar hutang begitu? Jadi sekarang kau mau melakukan hal serupa padaku? Tidakkah kau berpikir bahwa bantuan mu hari ini bisa menjadi bayaran untuk mencicil bunga hutangmu?"
Sassya melotot kesal saat Aska berhasil membalikkan keadaan.
"Tuan memang paling pandai dalam hal tawar menawar,pantas memang tuan menjadi seorang pebisnis. Tapi tak masalah anggap saja saya kembali kalah kali ini. Jadi tuan butuh bantuan apa?"
"Good girl. Kau memang cukup berguna di beberapa situasi,dan di situasi kali ini aku mau kau lebih berguna. Buat lah sesuatu pada semua pelayan termasuk dua bodyguard tengil itu hingga mereka tidak menyadari saat aku keluar rumah nanti. Apa kau bisa melakukannnya."
Sassya mengangguk."Itu gampang tuan."
"Kali ini aku mengakui kau cukup jenius. Lakukan tanpa ketahuan."
♡♡♡
Sassya berjinjit-jinjit masuk ke dalam rumah. Ia baru saja pergi ke gerbang utama untuk mengambis pesanannya yang tadi di antarkan oleh abang kurir dalam bentuk paket makanan dan sebuah paket lagi berisi pewangi ruangan otomatis dan satu paket lagi yang isinya hanya yang tahu.
Setelah itu Sassya membawa box makanan tadi ke dalam dan menyemprotkan sesuatu ke atasnya. Tak lama ia keluar lagi sambil membawa kotak makanan tadi dan langsung memberikan makanan-makanan tersebut pada seluruh pelayang yang ada di luar dan di paviliun.
Setelah selesai ia melakukan lagi aksinya pada pewangi otomatis yang ia beli dalam jumlah yang cukup banyak tadi. Setelah menukarkan cairannya dengan cairan lain,Sassya pun mulai memasang benda-benda tersebut ke beberapa sudut ruangan.
Sassya tersenyum puas saat melihat pelayan sudah tergeletak satu persatu,ia segera berlari ke kamarnya dan Aska sambil melepaskan masker yang sedari tadi menutupi hidung dan mulutnya.
Tanpa mengetuk pintu seperti biasanya,Sassya langsung mendorong handle pintu begitu saja.
"Tuan silahkan,sekarang anda bebas keluar tanpa ketahuan siapapun. Saya bisa menjamin itu."
Sassya melongo dari balik pintu setelah berhasil melancarkan aksinya beberapa menit yang lalu.
"Benarkah?" Tanya Aska agak tidak yakin.
__ADS_1
Sassya mengangguk."Tapi saya harus memastikan tuan mengenakan masker sebelum karena jika tidak akan berisiko untuk tuan. Tuan tidak mau kan menjadi korban bius berikutnya." Ujar Sassya sambil menyerahkan sebuah masker baru pada Aska.
Aska menatap Sassya tak percaya."Kau sudah mengantisipasi sejauh ini?"
"Tentu. Anda bisa mengandalkan saya kali ini. Nikmati waktu bebas anda anda,tapi ingat hanya empat jam dan setelahnya efek benda itu akan hilang. Gunakan waktu anda sebaik mungkin."
Aska mengangguk dengan senyuman yang tak surut dari wajahnya.
"Selamat bersenang-senang tuan."
"Yes!!" Aska berteriak kegirangan.
Detik berikutnya Aska sudah menyambar kunci mobil dan dompet yang sudah ia siapkan dan langsung berlari keluar kamar.
Namun tak lama setelahnya ia berbalik dan mengecup kening Sassya tanpa aba-aba.
"Terimakasih Sassya Bellvara." Teriaknya sambil berlari menjauh.
Sassya hanya bisa melongo melihat kepergian Aska. Tangannya bergerak menyentuh keningnya yang baru saja di cium oleh Aska,jantungnya mendadak bergemuruh sangat kencang.
'Terimakasih Sassya Bellvara'. Sassya mengulangi ucapan Aska. "Baru kali ini dia nyebut nama gue dengan benar." Batin Sassya seperti mendapatkan siraman bunga mawar.
Namun perlahan perasaan hangat yang menjalar itu luntur,berubah menjadi perasaan sendu saat mengingat jika raut senang Aska tadi terjadi karena ia akan segera bertemu kekasihnya bukan karena Sassya. Hatinya mendadak ngilu.
"Aku mulai menyukai mu tuan. Tidakkah kau sadar?"
♡♡♡
Readers : Oh markonah. Demi neptunus si Sasa itu lebih bego daripada patrick.
Otor : Husshh. Gak boleh ngomong gitu. Kasian patricknya. Padahal kan dia lebih pinter dari si Sasa.
Reades : Apa bedanya thor,lu sama kita. Lo juga ngatain si Sasa,cuma caranya lebih sopan. Munak lu thor..
Otor : Hehe,nevermind. Gue kan emang begitu.
Makanya like vote komen biar gue waras...😎😂😂
Readers : Ujung......😒😒😒
Sebelum lanjut ke bab selanjutnya. Otor mau promo novel temen author dulu ya...
__ADS_1
Silahkah mampir... Masih anget guys