
Zee tampak rapi dengan pakaian kasual yang ia kenakan pagi ini. Tidak ada agenda kerja,hari ini keluarganya dan juga keluarga Ivander akan sama-sama terbang ke Bali untuk menghadiri acara pernikahan Sandra dan Zergan.
Ada kabar bahagia di satu sisi namun ada yang mengganjal juga di perasaan Zee karena sampai saat ini ia belum menemukan petunjuk apapun tentang Sassya.
"Ciye..,yang mau di jemput pacarnya. Cakep amat perasaan. Dandan ya lo buat nyaper abang Ar?"
Davian nyelonong masuk ke kamar Zee dengan tampang menyebalkannnya dan itu berhasil membuat mood Zee rusak.
"Ngapain sih lo ke sini?"
"Idih galak amat. Gue kan juga di undang,lo lupa? William's Familly. Artinya gue juga di undang nona muda Azellea."
"Terserah lo ya bang. Gue lagi males ngeladenin lo,jadi mendingan lo keluar!"
"Serius nih gue di usir?"
"Hm.."
"Yahh,sayang banget. Padahal tuh ya gue ke sini karena mau ngasih tahu lo kalau Arkhan udah nungguin di luar. Tapi berhubung lo gak mau di ganggu,gimana kalau abang Arnya gue usir aja?"
Mata Zee kembali melotot garang. Tanpa menanggapi candaan tak lucu Davian. Ia segera berlari keluar untuk memastikan info yang barusan ia dengar.
♡♡♡
"Ting..."
Dentingan pintu lift terdengar,bersamaan dengan langkah kaki Zee yang mulai memasuki ruang tamu.
Dari jarak sekitar lima meter,netra Zee sudah dapat menangkap punggung tegap seorang laki-laki yang sudah dua tahun ini tidak ia temui.
Jantung Zee berpacu cukup kencang. Penantian selama dua tahun akhirnya tersampaikan juga,hari ini juga selama tiga hari ke depan ia akan menghabiskan waktu bersama sang pacar.
Ya,walaupun dalam rangka menghadiri pernikahan Zergan dan Sandra. Tapi kan mereka bisa mencuri waktu berdua. Sebelum nanti di pisahkan lagi,saat Arkhan kembali ke New York.
Langkah kaki Zee semakin mendekat,pada objek tujuannya. Hingga tinggal beberapa jengkal lagi,dan...
"Ha...hai.." Sapa Zee canggung sambil mendudukkan badannya di hadapan sang pacar.
Arkhan yang tengah memainkan handphonennya sontak mendongak.
"U..udah lama nunggunya?" Tanya Zee lagi masih dengan ekspresi canggung.
__ADS_1
Bukannya menjawab,Arkhan justru terdiam meneliti penampilan Zee dari ujung rambut sampai ujung jari kakinya. Tatapan intens Arkhan membuat Zee semakin salting.
"Ar,lo denger gue gak sih??" Tanya Zee sedikit membentak dengan bahasa yang di ubah dengan sedikit kasar. Demi apapun ia tidak tahan dan cukup geli dengan kelakuan canggungnya saat ini.
"Denger sayang! Aku tuh lagi mengagumi ciptaan Tuhan,sebentar aja. Jangan di rusak dong suasananya." Balas Arkhan gemas.
"Ar,serius ih. Lo udah nunggu lama? Kita terbang jam berapa?" Tanya Zee sekali lagi dengan raut lebih serius.
"Dua jam lagi kita terbang. Kenapa gak sabar ya pengen honeymoon di Bali?" Goda Arkhan semakin gencar.
"Bukk." Sebuah bantal sofa melayang telak ke depan wajah Arkhan.
Inilah gaya berpacaran mereka yang sebenarnya. Jangan berkhayal jika mereka itu pasangan uwu dengan bahasa aku,kamu. Pada dasarnya sejak awal jadian hingga menjelang ke tiga tahunnya ini.
Arkhan tetaplah Arkhan,si laki-laki petakilan. Sedangkan Zee tetaplah Zee,gadis galak yang jauh dari kesan romantis. Perbedaan mencolok yang di satukan memang akan terlihat absurd.
"Zee jangan galak-galak. Emang lo gak kangen gue?" Tanya Arkhan sambil merentangkan tangannya berharap sang pacar berlari ke dalam pelukannya.
Pipi Zee memerah,ada sedikit keberanian yang menuntunnya berdiri dan akhirnya maju mendekati Arkhan.
"Brukk.."
"Gak ada uwu-uwu-an. Gak usah macam-macam lo sama adek gue."
Arkhan menurunkan koper ke lantai dengan raut wajah kesal. Di depannya ada Davian yang tampak tengah berkacak pinggang dengan raut wajah menyebalkan dan tanpa rasa berdosa padahal ia sudah merusak momen Zee dan Arkhan.
Zee menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Antara canggung dan malu,ia akhirnya berjalan ke dekat Arkhan untuk mengambil koper miliknya.
"Berangkat aja yuk Ar. Gue takut kita terlambat. Belum jemput Delice juga kan nanti?" Ujar Zee mengalihkan perhatian.
Ia canggung berada lama-lama di rumah apalagi ada si pengacau Davian di sana.
Arkhan mengangguk setuju sambil beranjak juga dari duduknya.
"Bro,gue berangkat ya. Adek lo gue bawa dulu,mau melepas rindu."
Gurau Arkhan pada Davian sambil merangkul pundak Zee.
Davian menatap Arkhan sinis. " Awas kalau sampai adek gue lecet. Gue gorok leher lu." Ancam Davian sambil menggerakkan tangannya di depan leher dengan isyarat ingin menggorok orang.
"Apaan sih lo berdua,gak jelas banget."
__ADS_1
Zee memilih menurunkan tangan Arkhan dan mengalihkannya dengan cara menggenggam.
"Kira berangkat ya bang. Pamitin juga ke mama sama papa kalau mereka udah pulang daro butik."
Ujar Zee sambil menarik Arkhan keluar dari ruang tamu.
♡♡♡
Sesampainya di parkiran,koper Zee di ambil alih oleh Arkhan lalu di masukkan ke dalam bagasi. Tampak Zee juga sudah bersiap masuk ke dalam mobil. Namun saat akan masuk,Zee tiba-tiba teringat sesuatu.
"Ar.." Panggilnya pada sang pacar.
Arkhan yang baru selesai memasukkan koper ke dalam bagasi mobil tampak mengangkat alisnya.
"Kenapa?"
"Delice gak ikut sama kita? Bukannya tiga hari yang lalu kamu bilang dia bakalan bareng kita?" Tanya Zee saat tak melihat keberadaan adik bungsu Arkhan.
"Elis udah duluan ke Bali sama Agatha dua hari yang lalu. Katanya sih mau duluan nunggu di Villa. Ada planning katanya sama Agatha. Emang gak kabarin kamu?"
Tanya Arkhan sambil menutup pintu bagasi dan berjalan membukakan pintu mobil untuk Zee.
Setelah Zee masuk,Arkhan juga menyusul masuk. Di dalam mobil Zee kembali bertanya.
"Ar,tadi kamu bilang Delice ke Bali sama Agatha? Terus nunggu di Villa? Villa yang mana ya? Setahu aku kalian cuma punya hotel di Bali. Atau aku yang kurang informasi?"
"Villanya baru sayang. Baru di beli sama papa bulan lalu. Gak tau kenapa Elis bulan lalu ngotot pengen di beliin Villa di Bali,untungnya si pemilik mau jual dan akhirnya itu Villa kebeli atas nama Delice. Semenjak ada Villa di sana Delice sama Agatha jadi sering bolak-balik Jakarta-Bali."
Jelas Arkhan panjang lebar. Zee manggut-manggut mendengar penjelasan Arkhan.
Beberapa detik setelahnya ponsel di tas kecil Zee berdering. Sebuah pesan dari seseorang membuat alis Zee berkerut.
Isi pesan : "Zee,lo nyari Sassya kan? Lo tenang aja,Sassya aman sama gue."
♡♡♡
To be continue
Jangan lupa like vote komen.
Ada kejutan untuk Aska,Sassya dan Zee besok.
__ADS_1