Tautan Takdir

Tautan Takdir
Ungkapan Cinta


__ADS_3

Guys ada info. Kemarin part 114 di tolak gitu reviewnya. Jadi maaf ya kalau ada review kepotong. Aku masih up ulang,semoga gak ke tolak lagi...


♡♡♡


Saat ini Aska dan Sassya sudah berada di kamarnya. Aska memang tidak kembali lagi ke kantor,ia sudah meminta Alex menghandle kantor sekaligus mengantarkan sisa pekerjaannya ke rumah.


Sisa hari ini akan Aska gunakan untuk berduaan dengan sang istri.


Pucuk di cinta ulam pun tiba. Sassya yang tadi sepulang dari rumah sakit memutuskan untuk mandi karena gerah,kini tampak sudah keluar dari kamar mandi dengan bathrobe yang melekat di tubuhnya.


Leher dan kaki jenjang Sassya tampak terekpos dan sisa-sisa tetesan air di sana membuat Aska menelan ludahnya. Pikiran mesvm kini tengah menguasi otaknya.


Perlahan Aska berjalan mendekati Sassya dan langsung mengangkat tubuh sang istri kemudian membaringkannya dengan pelan ke atas ranjang.


Setelah itu,Aska kembali memeluk Sassya dengan hangat membuat perasaan Sassya ikut menhangat. Sassya juga bisa merasakan kehangatan yang Aska beri membuatnya dan juga bayi yang ada di dalam perutnya tenang. Terbukti rasa mual yang beberapa saat lalu Sassya rasakan kini hilang hanya dengan merasakan pelukan Aska.


"Apa kamu pikirkan,khemm." Tanya Aska saat melihat sang istri terus menatapnya.


Wajah keduanya saat ini sangat dekat karena posisi Aska yang berbaring miring dan Sassya berbaring terlentang. Bahkan hembusan napas Aska sesekali terasa menerpa wajah Sassya membuat Sassya menelan ludahnya dengan kasar. Apalagi kini bibir Aska berada tepat di depan bibir Sassya membuat otak Sassya berfantasi.


"Cup.."


Tanpa sadar,Sassya menggerakkan kepalanya dan akhirnya mencium bibir Aska dengan lembut. Aska sempat terkejut,namun setelahnya ia membalas ciuman Sassya dengan gerakan menuntut.


Tangan Aska juga sudah merambat ke bawah,ingin membukakan ikatan bathrobe yang ada pinggang Sassya. Namun gerakannya terhenti saat Saasya melepaskan ciuman mereka dan menahan tangannya.


Aska menatap Sassya sendu.


"Kenapa di hentikan?" Tanyanya.


Sassya menggeleng. "Sayang,sebelumnya aku minta maaf. Tapi apa aku boleh bertanya?" Sassya menjeda ucapannya untuk melihat respon Aska.


Aska tersenyum kemudian mengangguk.


"Apa yang mau kamu tanyakan? Katakan saja,aku akan menjawabnya sebisaku." Jawab Aska lembut sambil mengusap-usap pipi Sassya.


Sassya menarik napasnya kemudian meraih kedua pipi Aska dan menatap netranya dengan dalam.


"Fyuhh.." Sassya kembali menghembuskan napasnya sebelum akhirnya bertanya.


"Sayang,apa kamu benar-benar mencintai aku?" Tanya Sassya tanpa melepaskan tatapannya dari netra hitam Aska.

__ADS_1


Aska tersenyum mendengar pertanyaan Sassya. Ia mencium kening Sassya cukup lama kemudian balas menatap mata Sassya dengan dalam.


"Sangat Sassya. Aku Sky Aska Ghatama sangat mencintai Sassya Bellvara Ghatama sejak dulu,sekarang dan nanti sampai maut memisahkan kita. Aku mencintaimu!"


Aska berkata dengan tegas sambil memeluk Sassya membuat Sassya ikut membalas pelukan Aska dengan erat.


"Hati-hati dengan perutmu." Aska mengendorkan pelukan mereka.


Kini giliran Sassya yang membalas pernyataan Aska.


"Aku juga mencintaimu tuan Sky Aska Ghatama. Sangat mencintaimu."


Balas Sassya dengan tatapan berbinar.


Aska menjawil hidung Sassya dengan gemas.


"kalau itu aku sudah tau. Kamu bahkan jatuh cinta padaku sejak awal kita bertemu,aku bisa melihat tatapan malu-malu mu waktu itu." Ujar Aska setengah meledek.


Sassya memukul dada Aska dengan kesal.


"Jangan ingatkan kejadian itu. Aku malu." Kesal Sassya sambil menyembunyikan wajahnya di dada Aska.


Bukannya berhenti meledek,Aska justru semakin menertawakan kelakuan Sassya yang menurutnya terlalu menggemaskan.


Sassya tertawa mendengar ucapan Aska.


"Percaya diri sekali kamu ini tuan." Canda Sassya yang membuatnya langsung mendapatkan kecupan kilat dari Aska.


"Sudah ku bilang jangan panggil aku tuan. Kamu sengaja ingin di cium ya?"


Tanya Aska semakin gemas sambil memeluk Sassya.


Dan seperti gayung bersambut,setan mesum sedang mengambil alih pikiran Sassya. Tangan nakalnya bergerak mengusap tengkuk sang suami dimana hal itu merupakan cara terampuh untuk membuat gairah Aska naik.


"Sayang..,hentikan." Pinta Aska dengan suara serak.


Hari masih sore,tidak mungkin kan ia menyerang Sassya. Ya walaupun ia sangat ingin,tapi ia cukup tau bahwa istrinya itu nanti pasti akan kelelahan. Belum lagi nanti malam,jika Aska tiba-tiba masih ingin lagi bagaimana? Nanti istrinya malah jatuh sakit karena kelelahan.


Namun bukan Sassya namanya jika ia berhenti menggoda Aska. Tangannya kini merambat mengusap dada Aska dari balik kemejanya membuat Aska merinding.


"Sayang,jangan salahkah aku kalau aku memakanmu sore ini ya." Kesal Aska sambil menahan tangan Sassya.

__ADS_1


"Lakukanlah. Aku tidak akan menahanmu." Bisik Sassya mesra di telinga Aska.


Hembusannya semakin membuat bulu-bulu di tubuh Aska berdiri. Tidak hanya bulu ternyata,karena bisa Aska maupun Sassya rasakan jika di bawah sana ada seekor unggas berkepala botak yang ternyata juga ikut menegang.


"Kamu sudah turn on." Ledek Sassya sambil menjauhkan tubuhnya dari sang suami. Ternyata apa yang Sassya lakukan hanya untuk mengerjai Aska.


Mengetahui Sassya sengaja mengerjainya,Aska tak tinggal diam.


Ia tarik kembali tubuh munggil Sassya dan langsunh saja badan Sassya kini sudah berada dalam kungkungan Aska.


"Kau mau mengerjaiku ya?? Setelah membuat juniorku bangun kau mau meninggalkannya begitu saja tanpa menidurkannya? Wah! Kau sepertinya rindu hukuman."


Ucap Sassya gemas-gemas kesal.


Dengan segera ia ******* bibir Sassya membuat Sassya tak bisa berkutik lagi.


Satu tangannya ia gunakan untuk membuka ikatan bathrobe yang menutupi tubuh Sassya dan dalam hitungan detik,tubuh polos Sassya kini terpampang nyata di hadapan Aska.


Aska melemparkan bathrobe tak berdosa tersebut ke lantai dan seperti bayi kelaparan ia langsung mencari sumber asupan di dada sang istri.


Perlakuan Aska membuat tubuh Sassya meliuk-liuk bak kobra india. Dan gerakan Sassya berhasil membuat Aska semakin tak bisa membendung gairahnya.


Apalagi suara erotis yang sesekali terdengar dari bibir Sassya membuat Aska seperti ingin meledak.


Aska ikut menanggalkan apa yang saat ini melekat di tubuhnya dan setelah selesai ia kembali mendekati Sassya.


Memberi banyak rangsangan hingga akhirnya melakukan penyatuan. Sore itu,dengan di temani sinar senja. Dua insan tersebut kembali melebur,menciftakan suara-suara aneh tapi merdu yang pastinya hanya akan di dengar oleh keduanya.


Hingga setelah hampir setengah jam bermain,barulah Aska berhenti mengeksekusi Sassya.


Sassya kini tengah sibuk mengatur napasnya yang tersengal-sengal. Sementara di sampingnya Aska tampak menatapnya lekat.


"Cup..."


Aska mencium kening Sassya dengan lembut.


"Terimakasih untuk jatah sorenya. Tapi jangan kurangi jatah untukku nanti malam ya,aku tetap akan memintanya lagi. Anggap saja sore ini aku mengabulkan keinginanmu dan sebagai gantinya,nanti malam kamu yang harus mengabulkan keinginanku." Bisik Aska mesum,dan setelahnya ia menggendong tubuh Sassya untuk di bawa ke kamar mandi.


Mereka harus segera membersihkan diri sebelum sang mommy meminta mereka untuk turun makan malam ke dapur.


♡♡♡

__ADS_1


Like vote komen.


__ADS_2