
Sassya melongo tak percaya ketika Zee membawa-bawa jabang bayinya dalam pembicaraan mereka. Ia kaget sekaligus takut karena rahasianya yang harusnya hanya di ketahui olehnya dan bi Sumi. Sekarang malah di ketahui oleh Zee.
"Zee,lo ngomong apa sih. Gue tuh enggak..."
"Bacot! Gak usah ngelas-ngeles lagi lah,hamil ya hamil aja. Udah ketahuan masih aja niat bohong,dosa Sya. Gak baik buat ponakan gue."
Zee mengusap-usap perut Sassya yang masih rata dengan sangat lembut. Sassya bisa melihat jelas gurat kekhawatiran yang terpancar dari wajah Zee.
"Lo segitu khawatirnya sama gue?" Tanya Sassya masih tak percaya. Jelas-jelas beberapa bulan yang lalu ia meminta Zee untuk menjauh. Ia juga tau kalau Zee marah pada saat itu,tapi kenapa di saat-saat seperti ini Zee justru selalu jadi orang yang paling peduli.
"Zee.." Sassya hendak berbicara lagi karena ucapannya yang tadi tidak di jawab. Ia memberanikan dirinya untuk menatap wajah Zee. Namun ia malah kaget. "Muka lo kenapa Zee? Lo..."
Sassya mengangkat tangannya dan meraba pipi Zee dengan raut khawatir.
"Gue gak papa." Zee menepis pelan tangan Sassya saat merasakan ngilu di pipinya karena sentuhan tangan Sassya
"Gak papa gimana? Lo luka,pelipis lo,pipi lo,bahkan bibir lo pecah. Berantem ya lo?"
Tanya Sassya sedikit geram.
Zee mendengus malas."Siapa yang berantem sih Sya. Tadi niatnya gue pengen langsung bawa lo ke mobil,tapi mereka malah nonjok gue duluan. Ya gue bales lah."
Jawab Zee sambil megusap pelan sudut bibirnya yang tampak kembali berdarah karena ia banyak bicara.
"Baru kali ini nih,ada preman yang berhasil mukul wajah gue."
Zee menggeram kesal saat teringat kejadian beberapa jam yang lalu.
#Flashback on
Pagi tadi,Zee sedang dalam perjalanan menuju tempat rapat. Karena bangun kesiangan ia tak sempat ke kantor dan langsung menuju lokasi rapat setelah mendapat email dari Sandra.
Karena kebetulan lokasi rapat tersebut cukup jauh jika lewat jalan utama,maka Zee pun memilih jalan pintas yang biasa ia lewati. Sembari menyetir,Zee berbicara dengan Sandra lewat telepon.
Membahas materi rapat yang akan mereka presentasikan hari ini. Kondisi jalan yang sepi membuat Zee berani menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi walaupun sedang menyetir.
Namun siapa menduga,saat tiba di perempatan Zee melihat ada 6 orang yang sedang kejar-kejaran. Karena kecepatan mobil yang tinggi Zee harus menginjak rem mendadak dan banting stir hingga bagian mobilnya menabrak tembok pembatas jalan.
Zee yang marah langsung turun dari mobil untuk melihat siapa pelaku yang berani-beraninya mengangguk perjalanannya.
__ADS_1
Namun saat sudah turun,Zee mendapati seorang perempuan pingsan tak jauh dari tempat mobilnya berhenti.
Beberapa meter di depan Zee juga ada lima preman yang sepertinya tengah mengejar perempuan itu. Zee yang tengah berjongkok tadi langsung membalikkan tubub perempuan itu dan ia cukup kaget saat tau jika perempuan itu adalah adiknya,Sassya.
Belum usai kekagetannya,Zee tiba-tiba di tarik oleh satu orang preman dan langsung di hadiahi bogeman mentah. Tentu saja Zee yang belum siap langsung terjungkal.
"Bajingan!! Berani lo sama gue!!" Bentak Zee yang dalam hitungan detik sudah melakukan kick up sebagai upaya untuk bangun.
"Lu ganggu mangsa kita neng. Mau jadi jagoan lu?"
"Mangsa lu? Binatang lu maksudnya?"
"Wah,berani jawab rupanya? Kagak tau ye? Siapa kite? Kite preman di sini."
"Kagak nanya anjir." Batin Zee tak habis pikir.
Belum sempat is berpikir lebih jauh,salah satu prema lagi mencoba menarik tangannya. Zee yang enggan di sentuh langsung mengunci tangan preman itu dan menyikut ulu hatinya hingga pingsan.
Berlanjut melompat dan memberikan tendangan tepat di salah satu organ paling penting bagi preman satunya lagi dan langsung melakukan guntingan untuk memiting leher preman tadi,tak lupa ia menginjak lehernya setelah preman itu pingsan.
Bahkan tak sampai lima menit,kelima preman itu sudah jatuh tak sadarkan diri dan bisa Zee pastikan ada dari mereka yang mengalami patah tulang tangan. Atau minimal cedera otot leher dan bahu.
"Lemah."
Usai menghajar habis kelima preman tadi,Zee memapah Sassya untuk bangun dan cukup terkejut saat melihat ada bercak darah di aspal dan di celana bagian belakang Sassya.
Panik dan mengira Sassya tembus haid. Zee pun segera memapah Sassya pelan-pelan dan memasukkannya ke kursi penumpang. Zee kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh,melupakan rapatnya dan membelokkan tujuannya ke rumah sakit.
♡♡♡
"Hamil?" Tanya Zee tak percaya,pada dokter yang barusan memeriksa Sassya.
Dokter bername tag Zara itu mengangguk yakin."Untuk lebih jelasnya,nanti nona Michelle bisa membawa nona Sassya untuk di periksakan ke dokter obigyn. Kalau nona Michelle mau lihat hasil USG dan usia janinnya."
"Hm. Tapi gak ada luka serius kan? Adik dan keponakan saya gak kenapa-napa kan?"
"Sampai saat ini kondisi nona Sassya baik-baik Saja. Hanya saja tadi beliau mengalami shock ringan yang membuat perutnya keram hingga akhirnya mengalami flek."
"Yakin lo?"
__ADS_1
"Yakin nona Michelle. Nona tenang sajs,nona Sassya dan janinnya sama-sama kuat."
"Kalau sampe adik gue kenapa-napa karena diagnoss lo. Lo gue pecat dan rumah sakit ini gue tutup. Paham!"
"Baik nona."
#Flashback Off.
"Jadi gimana cerintanya Sya? Kenapa lo bisa sampe hamil dan gak ngasih tau gue? Lalu tadi lo ngapain di jalan raya sendirian? Rumah Asks kan jauh dari sini. Lalu Aska kemana?"
"Gue sebenarnya kabur Zee." Jawab Sassya dengan kepala tertunduk.
Zee menghembuskan napasnya kesal. Kalau sudah begini pasti ada apa-apanya.
"Lo ada masalah kan sama Aska?".
Giliran Sassya yang menghembuskan napasnya dengan malas."Hubungab gue sama Aska kan memang terbangun karena sebuah permasalahan. Harusnya gak aneh sih Zee,kalau di tengah-tengah ada aja masalah lain yang datang."
"Kali ini tentang apa?"
"Aska hak mau punya anak dari gue."
"Dia tau lo hamil?"
"Enggak. Tapi dia udah berapa kali ingetin sama gue supaya gue jangan sampe hamil anak dia setelah peristiwa salah target malam itu."
"Salah target gimana?"
"Jadi malam itu dia kencan sama pacarnya dan pas diantar Alex pulang dia mabuk,terus kita gak sengaja 'nganu'."
"Terus lo langsung hamil,gitu? Gile tokcer juga tuh orang."
"Tau ah Zee,gak gitu. Panjang ceritanya,jadi gue di kasih obat kontrasepsi setelah itu. Tapi kita sering kan ngulang nganunya. Eh gak taunya gue hamil. Parahkan?"
Zee melongo bodoh mendengar kata-kata frontal Sassya.
"Agak sakit nih anak."
♡♡♡
__ADS_1
Mampir guys ke novel temenku ini. Sambil nunggu update-tan selanjutnya...