Tautan Takdir

Tautan Takdir
Jangan Berharap Lebih


__ADS_3

Sassya dan Aska kini sudah berada di dalam mobil dengan kondisi saling diam. Tadi Aska memilih pulang menyetir mobil sendiri karena ternyata Alex tidak ada di tempat dan di sepanjang jalan belum ada dari Sassya dan Aska yang buka suara.


Sassya yang mulai merasa jengah dengan kondisi ini pun memberanikan diri untuk berbicara.


"T..tuan apa benar tuan masih mau mempertahankan saya setelah semua yang tadi dikatakan tuan dan nyonya besar?" Tanya Sassya lirih.


Aska menarik napas perlahan kemudian menatap Sassya sekilas. Tak lama setelahnya ia tertawa terbahak-bahak.


"Heh bodoh. Apa kau tadi mengira aku serius membelamu??"


"Wah-wah,aku tidak menyangka ya jika akting ku tadi berjalan dengan mulus tanpa hambatan. Hahaha." Aska kembali tertawa membuat Sassya bergidik.


"A..apa maksud tuan?"


"Maksudku? Apa belum jelas? Aku tidak peduli tentang siapa dirimu,lagipula Alex sudah mencari tahu informasi tentang mu dan ia tidak mendapatkan apapun yang berkaitan dengan nona Michelle mungkin orangtuaku hanya salah mengenali orang. Lagipula kau kan bukan istri sungguhan,hanya pelayan kenapa aku harus peduli?"


"Hanya pelayan ya? Hehe,miris banget. Bisa-bisanya gue ngarep kalau ucapan dia tadi benar adanya. Kenapa sakit ya?" Batin Sassya.


"Maafkan saya yang sudah lancang berharap lebih pada tuan." Ucap Sassya sendu.


Aska menatap Sassya dengan remeh."Sudah ku bilang sedari awal. Kau tidak akan berati apa-apa di bandingkan pacarku. Jangan pernah berharap lebih bodoh."


Sassya mengangguk dalam diam. Benar kata Aska,ia memang sangat bodoh karena sudah berharap lebih.


Tak terasa mobil keduanya sampai juga ke halaman rumah sakit tempat Melissa di rawat. Sassya pun turun dan masuk ke dalam sementara Aska langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah.


♡♡♡


"Sassya tunggu!!"


Sassya yang baru saja akan masuk ke kamar mamanya menghentikan langkahnya dan menoleh dengan terkejut takkala mendapati Zee berada beberapa meter di belakangnya.


"Zee? Ngapain di sini?" Tanya Sassya kaget seraya menghampiri Zee.

__ADS_1


Zee tersenyum sinis." Harusnya gue yang nanya,kenapa lo bohongin gue?" Tanya Zee dingin.


"M..maksdu lo apa? G..gue gak ngerti,lo mau jenguk mama kan?" Tanya Sassya mencoba untuk tidak gugup  saat merasakan aura mencengkam dari wajah Zee.


"Apa ini??" Tanya Zee sembari melemparkan sebuah map ke lantai dan berhasil membuat isi di dalamnya berserakan.


Sassya segera memungut map tersebut beserta isinya dan terkejut saat melihat benda-benda yang ia pegang.


"Jelasin sekarang!!"


"D...darimana lo dapatin ini semua Zee?"


"Dari orang yang bersangkutan. Lo gak perlu tau,sekarang jelasin gue apa maksud lo nyembunyiin ini semua dari gue?" Suara Zee terdengar cukup keras di lorong rumah sakit yang mulai sepi itu.


"G..gue gak nyembunyiin apapun dari lo Zee. Tapi gak semua hal tentang gue harus lo taukan?" Balas Sassya berani.


"Cih,sama gue lo berani. Kenapa sama Aska tunduk?? Takut lo sama dia? Atau lo suka sama dia?"


"Sassya dengar!!Gue bisa bayar semua hutang-hutang bokap lo,bahkan beli rumah sakit ini buat perawatan nyokap lo,gue bisa cari suami yang lebih baik dari Aska kalau lo emang ngebet nikah. Kenapa lo bisa bertindak segegabah ini sih Sya? Lo masih punya otakkkan?" Tanya Zee geram.


Sassya tertawa sinis."Kenapa lo baik sama gue sih Zee!! Jahatin aja gue sekalian. Sikap lo yang kayak gini bikin rasa bersalah gue makin besar,lo sengaja mau bikin gue terus menerus merasa bersalah? Nyokap lo,grandma Chatterine,kak Salma. Mereka semua udah gak ada karena gue dan mama!! Apa kesalahan kita belum cukup buat lo benci sama kita??"


"Bilang sama gue Zee!! Bilang gimana caranya supaya lo bisa benci sama gue dan mama,bilang biar gue gak terus-terusan merasa bersalah kayak gini."


Sassya berakhir berlutut di bawah kaki Zee dengan napas tersenggal-senggal dan air mata yang sudah berjatuhan.


Sedangkan Zee menatap Sassya nanar.


"Hei! Liat gue." Zee berjongkok di hadapan Sassya.


"Gue tau lo gak sejahat itu,gue benci sama kalian sangat benci. Tapi apa menurut lo rasa benci gue bisa bikin mama dan nenek gue hidup lagi? Atau lo pikir dengan gue balas dendam kak Salma bakalan jadian lagi sama bang Vian? Mustahil Sya,mereka udah gak ada dan udah saatnya gue lupain mereka dan juga masa lalu kita."


"G..gue gak pantes Zee!! Gue rebut papa lo,gue rebut abang lo,gue rebut kebahagiaan lo. Gue bahkan gak pernah bela lo saat mama dengan jahatnya ngurung lo di gudang,atau bahkan saat mama gak kasih jatah makan malam buat lo. Gue jahat Zee."

__ADS_1


"Lo emang jahat Sya!! Lo dan mama Sangat jahat,tapi ada satu hal berharga yang bisa gue petik dari perbuatan kalian,liat gue sekarang,gue bisa sekuat sekarang karena tekanan dari kalian. Andai dulu hidup gue flat-flat aja mungkin sampai sekarang gue gak bakalan tau rasanya menghargai sesuatu yang masih ada."


"Ada beberapa hal yang keliatannya negatif dan sulit di terima logika. Tapi asal lo tau,beberapa hal negatif pasti ada sisi positifnya,tergantung dari kita sendiri mau ambil sisi yang mana. Dan gue memilih buat ambil sisi positif,dendam gak bakalan bikin puas Sya. Andai gue mau ngelakuin hal yang sama seperti yang kalian lakukan ke nyokal dan nenek gue,gue bisa."


"Tapi gue gak lakuin itu karena gue tahu,apapun yang gue lakukan di saat nyokap dan nenek gue udah meninggal itu gak akan ngerubah apapun. Justru sebaliknya,gue akan di hantui rasa bersalah seumur hidup gue. Gue udah maafin lo dan mama sekarang tinggal lo sendiri. Maafin diri lo dan jalani kehidupan baru tanpa bayangan masa lalu."


Sassya terdiam dengan air mata yang masih berlinang mendengar setiap ucapan Zee. Hatinya terus bertanya. Bagaimana bisa masih ada orang sebaik Zee di dunia yang sekejam saat ini?


Bahkan Aska yang hanya ketumpahan minuman tak semudah itu memaafkannya,lalu Zee? Ibunya meninggal,neneknya meninggal,kebahagiaannya di rampas dan ia bisa mengatakam sudah memaafkan padahal orang yang paling penting di kehidupannya hilang. Zee adalah jelmaan malaikat.


"Ayo bangun! Denger,untuk saat ini gue gak bakalan bantu apa-apa kalau lo memang mau bertahan dengan Aska. Tapi inget satu hal,hubungi gue ataupun Sandra saat lo butuh bantuan. Kita akan jadi orang pertama yang akan bantu lo buat keluar dari sana."


Sassya menghapus air matanya secara perlahan dan menatap Zee haru. Perlahan ia bergerak memeluk Zee erat.


"Makasih kakak." Ucapnya membuat air mata Zee ikut menetes.


♡♡♡


Readers : Demi apa thor? Zee nangis? Lo lagi ngehalu ya thor?


Otor : Lah emang semua isi cerita ini hasil kehaluan gue,gimana sih?


Readers : Kayak mimpi ketemu oreki houtarou tau gak thor.


Otor : Beh berasa di notice Andi Adinata kemarin malahan.


Readers : Emang pernah thor?


Otor : Perlu gue ss?😎😎


Readers : Sombong amat.


Like vote komen guys

__ADS_1


__ADS_2