Tautan Takdir

Tautan Takdir
Malam Pertama


__ADS_3

Acara pernikahan yang berlangsung dari jam sepuluh siang hingga pukul tujuh malam itu akhirnya selesai juga. Kedua orangtua Aska,mama Melissa serta seluruh tamu undangan yang tadi hadir pun kini sudah pulang ke rumag masing-masing.


Tinggalah Aska dan Sassya yang saat ini  tengah berada di dalam salah satu kamar presidential suite,yang tadi sudah di pesan oleh kedua orangtua Aska.


Kedua pengantin baru itu tampak saling pandang sejenak saat melihat kasur yang sudah di desain dengan banyaknya bunga mawar berbentuk love di atasnya.


Sassya yang melihat itu bergidik ngeri.


"T..tuan,apa menurut tuan kita akan tidur di sana?" Tanya Sassya sambil menunjuk kasur tersebut dengan tampang ngeri.


"Cih kau itu berharap sekali ya? Ingin satu tempat tidur denganku,begitu?" Tanya Aska dengan percaya diri.


Sassya menatap sang suami dengan malas.


"Tuan terlalu percaya diri. Saya lebih baik tidur di lantai saja."


"Bagus lah kalau kau tau di mana tempatmu seharusnya. Sekarang bersihkan tempat tidur itu dan bawa selimutnya ke lantai. Aku masih punya hati untuk tidak membiarkan mu tidur tanpa selimut." Ujar Aska.


Mendengar ucapan Aska,Sassya sedikit terharu. Ia tak menyangka jika pria itu masih menaruh belas kasian padanya,ia ingin berterimakasih. Namun saat berbalik ia melihat Aska sudah berjalan menuju kamar mandi. Sepertinya pria itu akan membersihkan diri,Sassya pun mengurungkan niatnya.


Ia segera beranjak ke tempat tidur,mengambil kelopak-kelopak bunga tersebut dan membuangnya ke tempat sampah. Terlihat kejam memang,karena Sassya tau jika petugas hotel pasti sudah menyiapkannya dengan susah payah. Tapi tak apa,lagipula mereka di bayar dan yang paling penting hotel ini milik keluarga Aska.


Saat Sassya sudah selesai membersihkan tempat tidur,pintu kamar hotel tiba-tiba di ketuk membuat gadis itu menoleh heran. Tamu macam apa yang datang ke kamar pengantin di malam pertama seperti ini? Dasar aneh.


Tapi tak urung Sassya beranjak juga ke depan pinti dan membukanya untuk memastikan siapa yang datang. Saat ia keluar,ia mendapati Alex berada di sana dengan membawa tiga paperbag dan salah satunya berukuran cukup besar.


"Selamat malam nona muda. Maaf menganggu,saya mau mengantarkan pakaian anda dan tuan muda. Satu lagi,ini ada sleeping bed yang di pesan tuan Aska."


Alex menunduk sopan sembari menyerahkan paper bag tersebut ke tangan Sassya,Sassya menyambutnya dengan agak susah karena tadi satu tangannya ia pakai untuk memegang ekor gaunnya yang memang panjang.


Alex berniat membantu,namun suara Aska dari dalam membuatnya urung melakukan.


"Apa yang kau lakukan di situ bodoh? Cepatlah masuk,bawa pakaiannya ke sini. Aku mau memakainya." Seru Aska dari dalam.


Mendengar hal itu,Sassya segera memundurkan tubuhnya dan masuk lagi ke dalam. Sebelumnya ia sempat berpamitan pada Alex,pria pun melakukan hal yang sama.


Saat berbalik,Sassya hampir saja menjatuhkan paper bag di tangannya. Karena refleks,tangan Sassya yang tadinya memetang ekor gaunnya jsdi ikut menangkap paper bag yang hampir jatuh,akibatnya ujung bajunya terinjak dan itu mampu membuat Sassya oleng.

__ADS_1


"Greppp!" Dengan cepat Aska meraih pinggang ramping Sassya dan mengambil alih paper bag di tangan gadis itu.


"Lain kali hati-hati." Aska berujar dingin dan langsung menegakkan tubuhnya kembali.


Sassya yang belum siap malah jatuh ke lantai.


"Bruk!!"


"Auchh!! Bumperku!!" Batin Sassya berteriak ketika merasakan tubuhnya terhempas ke lantai dengan kejam. Ia menatap Aska ganas,namun pria itu dengan acuhnya meninggalkan Sassya tanpa berniat membantu.


Malas bertengkar,Sassya memilih bangkit sendiri. Meraih satu paper bag yang tadi di tinggalkan Aska dan berlalu ke toilet. Baru satu malam menikah,ia sudah mendapat perlakuan menyebalkan. Entah bagaimana hubungan mereka kedepannya,Sassya hanya bisa menarik napas berat mengingat ia harus tinggal satu atap selama sstu tahun dengan pria menyebalkan ini.


♡♡♡


Usai membersihkan badan,Sassya keluar dari toilet dengan piyama lengkap. Saat keluar,Sassya melirik ke atas kasur sejenak,ia melihat Aska sudah berbaring di sana sembari memainkan handphone.


Ragu-ragu Sassya melanjutkan langkahnya. Ia merasa tidak nyaman dengan piyama yang di kenakannya ini. Sangat pendek dan juga sexy,bahkan piyamanya ini hanya memiliki tali seukuran spagetthi sebagai penyangga di bahu membuat Sassya makin ketar-ketir.


"T..tuan!" Panggil Sassya dengan nada agak keras."Apakah tuan bisa berbalik sebentar??"


Aska mendelik malas."Kau ini kenapa lag.." Ucapan Aska terjeda saat ia menoleh dan mendapati Sassya yang tengah memakai piyama kurang bahan tersebut.


"K..kau,apa yang kau lakukan? Kenapa memakai pakaian seperti itu?" Tanya Aska gugup. Sesuatu di dalam dirinya mendadak bergejolak. Ia kepanasan.


"A..anu tuan,tidak ada pakaian lain. S..saya tidak mungkin menggunakan gaun pernikahan tadi,saya akan kesulitan bernapas jika menggunakan gaun itu." Terang Sassya dengan nada tak kalah gugup.


Aska menarik napas dalam-dalam,sedetik setelahnya ia segera beranjak dari kasur dan menghampiri Sassya dengan langkah kasar.


Sassya yang melihat Aska hendak menghampirinya langsung waspada. Ia segera berjalan mundur dan hampir masuk kembali ke dalam kamar mandi.


Namun dengan cepat Aska menarik pinggang Sassya hingga tubuh gadis itu menempel dengan tubuh Aska. Dari jarak sedekat itu,Aska bisa merasakan kedua gunung kembar gadis itu menempel di tubuhnya.


Hasrat Aska semakin menggelora. Ia dengan kasar mengangkat tubuh Sassya dan membawanya menuju tempat tidur.


Sassya terkejut dengan perbuatan Aska dan labgsung meronta-ronta minta di lepaskan. Namun Aska dengan kasarnya menghempaskan tubuh Sassya ke kasur dan menindihnya.


Dari jarak sepersekian centi,Aska bisa melihar betapa cantiknya wajah sang istri tanpa balutan make up. Matanya meyapu wajah Sassya yang tampak tegang,hingga akhirnya pandangan Aska tertuju pada bibir Sassya.

__ADS_1


"T...tuan jangan macam-macam." Masih dengan ketakutan,Sassya berusaha mendorong Aska agar menjauh darinya.


Namun pergerakan bibir Sassya membuat Aska semakin bergairah. Tanpa aba-aba Aska ******* bibir Sassya dan sedikit menggigitnya.


Sassya memukul-mukul dada Aska dengan sekuat tenaga. Namun pria itu malah mengunci tangan Sassya ke atas kepalanya. Satu tangannya lagi mengangkat tengkuk Sassya memperdalam ciuman mereka.


Tenaga Sassya melemas. Apalagi saat tangan Aska melepaskan tengkuknya dan malah beralih meremas salah satu pay**daranya.


"Aemmhhp." Tanpa sadar,Sassya melenguh sekaligus berusaha mengumpulkan kesadarannya.


Ciumana Aska semakin ganas. Apalagi melihat Sassya yang mulai kehilangan tenaganya. Ia beralih ke leher jenjang Sassya dan memberi kiss mark di sana. Tak hanya itu,ia juga menenggelamkan kepalanya di antara payudara Sassya dan menghisap salah satunya dengan kuat.


Detik itu juga,Sassya mendesah di iringi tangisan. Ia meremas rambut Aska dengan kuar,berharap pria itu melepaskannya.


Namun Aska malah semakin memperdalam hisapannya membuat Sassya semakin tergunggu.


Entah beberapa menit hal itu berlangsung. Namun setelahnya Aska seperti tersadar,ia segera melepaskan hisapannya dan menatap wajah sembab Sassya dengan raut sulit di tebak.


Detik berikutnya,ia turun dari atas tubuh Sassya dan segera menarik selimut untuk membalut tubuh Sassya.


"Maaf." Satu kata terlontar dari bibir Aska saat melihat wajah Sassya yang di penuhi air mata.


♡♡♡


Otor : Huhh akhirnya malam pertama mereka selesai juga?? Hayuk gimana kira-kira besok pagi akan ada Aska junior gak yah??😂😂😂


Readers : Aska junior pala lu di pantok soang thor!! Itu mereka gak ngapa-ngapain. Gimana sehhhh🙄😪😫😭😭 malam pertamanya yang sebelah mana thor?? Please deh!!


Otor : Lah itu malam pertama,emang malam pertama versi otak klean yang kek mana? Otor yang suci ini tidak mengerti!!


Readers : Gak mau like ya thor??


Otor : Ehh,kok ngancem. Bukan ape-ape nih ya. Gw mau bikin yang panas,gue kagak ngerti caranya. Gw masih kecil,lagipula adegan nganu di sensor ntuun. Percuma.


Readers : Kan bisa dikit thor!!


Otor : Kurang dikit apalagi itu maemunah!! Gw nyari inspirasinya itu sampai mampir ke novel tetangga 😂.

__ADS_1


♡♡♡


Like vote komen pokoknya!!


__ADS_2