
Readers : Thor...ini judulnya ngapa jadi kayak antonim yang sebelah ya?
Otor : Suka-suka guelah!! Gua yang bikin. Lu diem. Mending baca!!
♡♡♡
Saat sudah kembali ke kediaman Aska. Bi Sumi kembali menanyakan pada Sassya perihal ucapannya tadi. Rasa penasaran bi Sumi belum terobati jika Sassya tak kunjung bercerita. Apalagi tadi di mobil,Sassya berpura-pura tuli dan mengabaikan bi Sumi.
"Ayo dong non cerita. Bibi penasaran banget ini non . Non mau lihat bibi gak bisa tidur nanti malam?"
Bi Sumi terus mendesak karena melihat Sassya yang masih setia bungkam. Mengabaikan ucapan bi Sumi,seolah bi Sumi transparan.
"Non ih!! Masa bi Sumi di gantung kayak Cumi kering gini sih."
"Non!"
"Non Sassya!!"
"Apa bi?"
Akhirnya Sassya menoleh juga,setelah jengah terus di recoki oleh bi Sumi.
"Cerita non! Cerita! Masa non lupa sih? Non masih utang cerita sama bibi,ayo lunasin."
"Kan Sassya gak janji buat cerita bi."
"Harus pokoknya mah. Ya,non ya....,bibi masakin opor gimana?"
"Piro?"
"Tiga piring buat non Sassya semua. Gimana?"
"Oke deal!! Tapi janji ya,bi Sumi harus tetep masakan opor buat Sassya walaupun bi Sumi nanti pasti benci sama Sassya setelah Sassya cerita."
"Bibi janji non. Lagi pula bibi bisa jamin kalau bibi gak bakalan benci sama non Sassya,lihat aja nanti."
__ADS_1
"Hem ajalah. Sekarang bibi duduk sini,pasang mata dan telinga bibi baik-baik karena Sassya bakalan cerita dan gak ada replaynya...."
"Siap bi??" Tanya Sassya memastikan.
Bi Sumi mengangguk.
Melihat respon bi Sumi. Sassya pun mulai memposisikan dirinya untuk bercerita.
"Jadi gini bi,dulu mamanya Sassya itu anak adopsi. Mama itu di ambil dari panti asuhan sejak bayi. Singkatnya setelah besar dan lulus kuliah ,mama aku malah di jual sama orang tua angkatnya dan di jualnya itu ke pria jahat yang kerjaannya cuma nyakitin mama. Kejamnya juga,mama malah di jadikan budak **** sama pria itu."
"Beberapa bulan setelahnya mama malah hamil Sassya,mama awalnya pengen gugurin Sassya. Tapi mama gak tega,akhirnya mama memilih kabur dan merawat Sassya sendiri."
"Namun sayang,setelah Sassya lahir dan usia Sassya dua tahun. Restoran yang selama itu jadi tumpuan untuk mama bekerja malah bangkrut. Mama bingung harus nyari kerjaan apa lagi. Sampai akhirnya ada perusahaan baru di Indonesia yang buka lowongan kerja di bagian sekretaris. Perusahaan itu punya papa William. Mama ngelamar kerja di sana."
"Mama di terima bekerja di sana. Awalnya mama memang hanya berniat bekerja. Namun saat tau jika istri papa William iti ternyata saingan mama saat SMA. Mama malah punya niat jahat lainnya. Bibi pasti tau apa niat jahatnya kan? Bibi bisa nebaklah." Jelas Sassya,malu melanjutkan ceritanya.
Bi Sumi mengangguk paham. Ia memilih mengusap pucuk kepala Sassya untuk menenangkan gadis itu.
"Itu bukan salah non. Semuanya memang sudah takdir,non saat itu juga gak tau apa-apa kan?"
"Bahkan sampai saat di mana Sassya tau kalau mama adalah dalang yang terlibat sebagai orang yang menyebabkan kematian mama Diana dan Grandma Chatterine,Sassya tetep bungkam. Sassya memang jaht,Sassya itu egois. Sassya cuma mikirin gimana caranya biar Sassya punya keluarga utuh tanpa mikirin Zee yang saat itu sedang sakit."
"Sampai di mana Zee udah beranjak dewasa dan akhirnya nyari tahu dalang kematian mama dan neneknya. Di situlah semuanya berakhir,Sassya dan mama di usir dari mansion dan selama dua tahun kita hidup luntang-lantung di jalanan."
"Tapi satu hal yang paling bikin Sassya malu,dua tahun setelah kita di usir dari mansion. Zee kembali nemuin Sassya dan mama. Bahkan dengan baiknya Zee maafin Sassya dan mama seolah kami tidak pernah melakukan kesalahan apapun. Bibi bisa lihat sendiri kan,kemarin Zee bahkan kirim orang buat balas tuan Aska dan Chintiya. Zee orang baik,sedangkan Sassya orang jahat. Jadi setelah ini,terserah pada bibi. Mau tetep anggap Sassya orang baik atau putar haluan. Semua ada di tangan bi Sumi."
Sassya mengatakan itu semua dengan tersenyum lapang seolah semua bebannya sudah terangkat tak ada raut kesedihan sedikitpun,ia benar-benar ikhlas menerima setiap penilaian dari orang-orang tentangnya.
Bi Sumi tampak terdiam beberapa saat setelah mendengar cerita Sassya. Sementara Sassya hanya bisa tersenyum kecut saat melihat raut bi Sumi yang sulit di tebak.
"Kan,apa Sassya bilang. Bibi pasti bakalan benci sama Sassya. Sassya udah nebak kalau bibi pa...."
Bi Sumi menggeleng memotong ucapan Sassya dengan isyarat jari telunjuknya."Bibi sama sekali gak anggap non Sassya jahat. Non jangan salah paham,bibi cuma lagi buat perbandingan per persen antara kebaikan non Sassya dan non Zee." Ujar bi Sumi membuat Sassya tertawa.
"Per persen apaan.Bibi kira kita lagi belajar matematika?"
__ADS_1
"Anggap aja gitu non. Gini ya,non Zee itu baik karena dia pernah merasakan yang namanya kehilangan. Dia cuma gak mau ngalamin hal itu lagi. Itu menurut bibi ya,sedangkan mama non Sassya dan non Sassya jahat saat itu karena memang di butakan oleh keadaan dan sama-sama gak punya pilihan. Kadang ya non ya,sesuatu yang terjadi emang sulit di terima akal kita. Tapi percaya deh non,semuanya itu ada hikmahnya. Contohnya sekarang,kalau dulu non Sassya sama mamanya gak di usir dari mansion. Mungkin selamamya kalian bakalan terjebak dalam kejahatan."
"Sekarang non sama mamanya dapat teguran dan akhirnya berubah jadi orang baik. Jahat itu non Sassya yang dulu. Sekarang non Sassya mah baik banget,jadi non Sassya gak boleh lagi ngerasa minder sama masa lalu non. Jangan sia-siakan kepercayaan non Zee yang udah rela maafin kalian. Itu gak mudah loh non,jadi jangan di rusak kepercayaan orang sebaik non Zee."
Ucapan bi Sumi tiba-tiba membuat hati Sassya mencelos. Bukannya merasa baikkan,ia justru merasa kembali menjadi orang jahat. Kemarin Zee mencoba membantunya dan ia dengan bodohnya memarahi Zee bahkan mengatakan mereka tak punya hubungan apapun lagi saat ini.
Jadi sepertinya Sassya sudah sangat melakukan kesalahan besar. Ia egois untuk kesekian kalinya.
"Maafin gue Zee."
♡♡♡
1008 kata....
Kita lanjut lagi hari sabtu....
Jangan lupa
Like
Vote
Komen
Dan kirim hadiahnya jika ikhlas...
Makasehhh
Setelah ini otewe bab nganuuuu😂😂😂
Ijin promo lagi guyss
Satu lagi ya guys
__ADS_1