
"Itu benar mom. Dulu perasaan itu memang belum ada,tapi sekarang saya yakin kalau kami saling mencintai. Dan sebagai wanita yang masih berstatus istri Aska,saya tidak bisa membiarkan suami saya menikah dengan wanita lain."
Ujar Sassya dengan sungguh-sungguh. Perbuatannya dan Aska dulu memang sepenuhnya salah dan baik Aska maupun Sassya tidak akan bodoh untuk mengulangi hal yang sama.
"Mom dengarkan,apa yang istri Aska bilang? Kami saling mencintai jadi buang saja rencana konyol yang sudah mommy siapkan itu. Aku tidak menyukai Shiva. Dia hanya anak kecil yang merepotkan."
"Keputusan mommy sudah bulat Aska. Pernikahan kamu dan Shiva akan tetap di langsungkan dan akan mommy percepat. Dua minggu lagi kamu harus menikah dengan Shiva,tidak peduli kamu mau atau tidak. Keputusan tetap ada di tangan mommy."
"Dan untuk kamu Sassya,kamu tenang saja. Aska akan bertanggung jawab pada anak itu sampai dia lahir. Selama kamu hamil,Aska masih bisa menemani kamu periksa ke dokter dan lain sebagainya,kamu juga bisa tinggal di sini sampai anak itu lahir dan berumur satu tahun. Setelah anak itu berumur satu tahun,hak asuh anak itu akan di pindah tangankan kepada Aska dan Shiva. Mereka yang akan merawat anak kamu." Nyonya Ghatama terlihat berujar tegas dengan raut wajah yang sama sekali tidak mau di bantah.
"Mom tapi,"
"Tidak ada tapi-tapian Aska. Atau mommy punya solusi lain. Anak itu akan tetap bersama Sassya,tidak ada pemindahan hak asuh. Tapi kamu tetap akan bertanggung jawab untuk memberi kebutuhan berupa materi padanya. Ini keputusan terakhir Aska,tidak ada pilihan lain dan mommy harap kamu dan Sassya bisa mengerti."
Setelah mengatakan hal itu,nyonya Ghatama segera beranjak dari kursi dan berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan tuan Ghatama,Aska dan Sassya yang masih duduk tercekat dengan pikiran masing-masing. Hingga beberapa detik setelahnya,tuan Ghatama tampak menggeser tempat duduknya. Sepertinya dia juga akan beranjak,melihat hal itu Aska refleks buka suara.
"Daddy,tunggu dulu." Aska berkata sambil menahan tangan tuan Ghatama.
Tuan Ghatama menoleh ke arah sang putra dengan tatapan datarnya."Apalagi Aska?"
"Dad,Aska mohon. Bantu Aska,tidak bisakah daddy membicarakan hal ini lagi pada mommy? Bujuk mommy,bilang padanya kalau tidak mau berpisah dengan Sassya. Aku juga tidak mau menikah dengan Shiva,aku tidak mencintai Shiva dad." Aska berkata dengan raut memelas.
Tuan Ghatama melepaskan cekalan tangab Aska,kemudian menatap putra tunggalnya itu dengan tatapan serius.
"Aska dengar,mommy dan daddy sudah memberi kamu kepercayaan sepenuhnya sejak awal kamu menikahi Sassya. Dad sama sekali tidak menyangka dengan perbuatan yang kamu dan Sassya buat,wajar kalau mom dan dad sangat-sangat kecewa. Lagipula keputusan mommy kamu ada benarnya,hubungan kamu dan Sassya di bangun dengan dasar yang salah tidak menutup kemungkinan akan ada kesalahan-kesalahan lain ke depannya. Dan untuk Shiva,kamu bilang kamu tidak mencintainya?"
__ADS_1
"Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu Aska. Sama halnya dengan kamu dan Sassya,kamu dulu juga tidak mencintai Sassya kan? Tapi setelah melewati berbagai proses,kamu akhirnya mencintai Sassya. Dengan Shiva nantinya juga akan begitu,kamu hanya perlu waktu. Dan untuk hubungan kalian berdua,mungkin memang sudah seharusnya di akhiri. Tidak baik mengawali sesuatu dengan kesalahan. Dad harap kamu mengerti dengan uacapan daddy,maaf nak daddy tidak bisa membantumu."
Tuan Ghatama berkata sambil menepuk-nepuk pundak putranya itu dengan sedikit raut kasihan. Setelahnya,ia segera beranjak dari kursi belakang meninggalkan Aska dan Sassya yang tampak sudah frustasi dengan keputusan barusan.
♡♡♡
Setelah kepergian keudua orangtua Aska. Baik Sassya maupun Aska belum ada tanda-tanda akan beranjak. Sasss masih terlihat menunduk tanpa mengatakan apapun. Sedangkan Aska,pria tampan satu itu tampak beberapa kali mengacak-acak rambutnya.
Perlahan Sassya mengangkat kepalanya dan menatap sang suami dengan raut wajah sendu.
"Tuan." Panggilnya pelan.
Aska mendongak,kemudian beranjak menghampiri Sassya dan duduk di kursi yang ada di sebelah Sassya,kedua tangannya juga tergerak untuk menggenggam tangan Sassya.
"Tenanglah,aku akan memperjuangkan kamu. Dan satu lagi,mulai hari ini berhenti memanggilku dengan panggilan tuan. Aku ini suamimu,panggil aku sayang. Okay?"
Mata Aska melotot tajam mendengar ucapan Sassya.
"Omong kosong apalagi ini? Sasa dengarkan aku,aku tidak akan menuruti keputusan konyol yang mommy buat. Aku tidak akan menceraikan mu,apalagi menikah dengan gadis manja itu. Tidak akan,kita cari jalan keluarnya sama-sama. Atau kalau perlu,aku akan membawamu kabur dari kota ini agar rencana mommy gagal." Aska berkata dengan sungguh-sungguh.
"Percuma tuan,banyak resiko yang nantinya harus tuan tanggung. Lagipula mommy ada benarnya,hubungan kita memang tidak seharusnya di lanjutkan."
Sassya melepaskan genggaman tangan Aska kemudian beranjak dari tempat duduknya.
"Tuan,hari sudah siang dan saya rasa, saya harus kembali ke rumah." Ujar Sassya sambil berlalu pergi dari tempat duduknya.
__ADS_1
Aska tidak memberi respon apapun terkait ucapan Sassya barusan. Namun saat Sassya sudah melangkah menjauh,ia segera mengejar dan mencekal pergelangan tangan Sassya.
"Aku akan mengantarmu pulang." Ujar Aska singkat tanpa melepaskan genggamannya dari tangan Sassya.
Sassya juga tampak tidak menolak. Ya setidaknya ini akan menjadi momen terakhir mereka,jadi tidak ada salahnya kalau Sassya memberi Aska ruang.
♡♡♡
Sassya dan Aska terus berjalan hingga langkah mereka melewati ruang tamu. Di saja tampak nyonya Ghatama tengah berdiri menghadang jalan dengan tangan bersidekap di dada.
"Ada apa lagi mom? Mom belum puas membicarakan ide konyol mommy tadi?" Aska langsung menyindir sang mommy dengan ekspresi sinisnya.
Nyonya Ghatama mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum miring.
"Kau memang pintar Aska,karena mommy punya satu ide brilian lagi. Jika kamu nanti menikah dengan Shiva,artinya kamu harus meninggalkan Sassya. Mommy punya solusi lagi,bagaimana kalau Sassya mommy nikahkan dengan Raynand? Mommy dengar Raynand akan menetap di Indonesia dan karena dia pernah menjalin hubungan dengan Sassya dulu,dia pasti tidak keberatan dengan ide mommy."
Aska berdecak sinis sambil menarik Sassya dan memeluknya dengan posesif.
"Mom lihat kemari,Sassya ini istriku. Aku tidak akan pernah menceraikannya walau sebanyak apapun ide konyol yang mommy buat. Jika mommy merasa ide mommy brilian,maka Aska juga punya ide yang lebih brilian. Nikahkah saja Raynand dan Shiva!!"
Setelah mengatakan hal itu,Aska segera berlalu meninggalkan sang mommy yang tampak memberiman kode "OK" pada seseorang yang sedari tadi bersembunyi di balik dinding.
♡♡♡
Besok aku kreji up sekalian up novel baru....
__ADS_1
Makasih yang sudah setia baca,novel ini sudah di ujung tanduk. Emm,maksudnya di ujung cerita...
Jadi jangan lupa like vote komen...