Tautan Takdir

Tautan Takdir
Wiskas


__ADS_3

Masih dengan rasa kagetnya,Sassya segera menarik orang yang ia kenal itu untuk duduk di bangku kedai. Sambil menunggu pesanan mereka datang.


"Ngapain lo di sini?" Tanya Sassya untuk yang kedua kalinya.


"Beli ice cream Sya."


"Ramadika Wijaya. Gue serius!!" Bentak Sassya pada pria yang ternyata adalah Rama. Sahabatnya saat bekerja di restoran dulu.


Rama menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Antara senang dan juga kaget,senang karena bisa bertemu lagi dengan gadis yang pernah ia suka. Tapi juga kaget karena tak menyangka akan di pertemukan lagi dengan Sassya.


"Lo sendirian?" Rama mengalihkan pembicaraan tanpa menjawab pertanyaan Sassya.


Sassya mendengus malas karena pertanyaannya di abaikan. Namun ia tetap menjawab."Gue sendirian,lo sendirian juga?"


"Gitu deh,dari dulu kan gue selalu sendirian. Hehe." Ujar Rama sedikit bergurau.


Namun Sassya hanya nyengir karena candaan Rama terdengar garing.


"Hah..gak nyangka gue. Dari sekian juta penduduk di dunia ini,lagi-lagi gue di ketemuin sama lo. Jadi gimana kabar lo setelah keluar dari restoran?" Tanya Rama kembali membuka obrolan.


Sassya mau langsung menjawab,namun harus di potong oleh kedatangan ice cream pesanannya dan Rama.


"Jadi gimana?" Rama mengulang pertanyaanya.


sassya menyuapkan satu sendok ice cream ke dalam mulutnya dan mulai menjawab," Gak gimana-gimana sih Ram. Hidup gue,ya gini-gini aja. Mungkin ada lah sedikit perubahan."


"Apa tuh?"


Sassya pun mulai menceritakan tentang kehidupannya beberapa bulan terakhir ini.


"Jadi gini Ram,lo ingat gak pas terakhir kita makan di Cafe Santuy?"


"Emm,yang kita niatnya mau buat ajang perpisahan tapi malah gagal karena lo kabur?"


"Hm. Itu! Ingat gak gue kabur kenapa?"


"Ingat,karena lo ketemu kakak lo kan?"


"Yup. Bener banget! Lo mau tau gak setelah itu ada apa?"


"Apaan emang?"


"Gue ketemu lagi sama Zee,dia ternyata nyuruh orang buat nyari keberadaan gue. Sampai akhirnya kita ketemu,gue kira di bakalan ngusir gue lagi. Ternyata gue salah,di maafin gue sama mama sampai akhirnya gue sama mama di boyong sama Zee dan kehidupan kita di tanggung sama dia. Sampe sekarang."


Sassya menjelaskan kehidupan nya selama beberapa bulan terakhir ini tanpa mengikutsertakan cerita tentang Aska di dalamnya. Ia tida mau Rama sampai tau jika ia sudah menikah,terlebih ia juga tengah hamil kini.


"Lo sendiri? Gimana? Udah punya pengganti gue?" Ledek Sassya mengingat betapa kekehnya Rama mengejar cintanya dulu.

__ADS_1


Rama tertawa kecil sambil menyuapkan es krim terakhir ke dalam mulutnya.


"Awalnya sih belum Sya. Tapi kayaknya bentar lagi gue bakalan dapetin pengganti lo deh."


"Hah? Gimana maksud lo? Belum tapi bentar lagi,gimana sih?" Tanya Sassya tak paham.


Rama kembali tertawa melihat raut wajah Sassya yang tampak penasaran.


"Calm down neng."


Rama menegakkan badannya dan mulai bercerita."Jadi gini,satu bulan yang lalu gue ada urusan bisnis di sini. Nah sebelum balik ke Surabaya,kayak semisalnya besok gue balik kan. Nah malamnya itu gue di ajak sama rekan kerja gue buat ke club. Ya kayak semacam party-party buat ngerayain keberhasilan kerja gitu."


"Gua mutusin buat ikut sekalian nginep di club. Gue nyewa kamar kan nah setelah pesan kamar,baru tuh gue gabung sama rekan-rekan bisnis gue. Kita minum sampe lumayan larut dan pas balik ke kamar,gue kaget. Di kamar gue ada cewek,cantik tapi kayaknya mabuk berat. Niatnya sih pengen gue usir eh taunya tuh cewek malah perkosa gue."


"Bruff!!"


Sassya tersedak ice cream terakhri yang tadi ia sendokkan ke dalam mulutnya.


"Apa kata lo? Lo di perkosa? Gak salah?" Sassya bertanya julid dengan nada sinis.


Rama hanya menyengir melihat mimik wajah Sassya yang tampak jijik.


"Bercanda Sya,dia ngegoda gue. Ya gue itu di ibaratkan kayak kucing gitu. Lo bayangin aja gue jadi kucing persia,lagi laper-lapernya tiba-tiba di depan gue ada wiskas. Ya kali gue tolak,rugi Sya."


Sassya makin geleng-geleng kepala saja mendengar penjelasan Rama.


Sassya yang mengatai Rama gila,nyatanya ikut gila juga. Namun itu malah membuat Rama tertawa terbahak-bahak.


"Gitu deh,gara-gara tuh wiskas. Gue harus bertahan sebulan di sini,gue pokoknya harus ketemu sama tuh wiskas. Pengen gue makan lagi soalnya."


Rama menanggapi kegilaan Sassya dengan tak kalah gila. Intinya mereka berdua sama-sama gila malam ini.


"Berati lo niat tanggung jawab? Lo fall in love in the club gitu ya sama tuh wiskas."


"Benar sekali!!"


Rama makin semangat melanjutkan kegilaannya dan Sassya.


"Jadi.."


Rama baru mau melanjutkan ceritanya,namun di kagetkan dengan kedatangan seorang pria yang tiba-tiba berdiri di belakang Sassya.


"Sya..." Panggil Rama pelan.


"Itu siapa?"


♡♡♡

__ADS_1


Sassya memasang wajah jutek di sepanjang perjalanan pulang. Bagaimana tidak,ia baru saja di paksa pulang ke mansion oleh Rafa dan yang lebih menyebalkan lagi adalah. Rafa menggendongnya bak karung beras.


"Kenapa lo jemput gue sih? Gue kan bisa pulang sendiri!"


"Bisa pulang sendiri? Lo liat sekarang jam berapa." Rafa dengan kesal menunjukkam jam yang ada di punggung tangannya,di saja sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


"Liatkan? Ini udah tengah malam dan lo gak bakalan pulang kalau gue gak jemput."


"Kenapa lo jemput? Bukannya lo benci sama gue? Lo di paksa Bara?


"Gue cuma menerapkan sila yang ke dua."


"Yang bener?"


"Hm.."


"Masa?" Sassya mendekatkan wajahnya ke wajah Rafa,membuta laki-laki itu jengah setengah mati.


"Oke..oke..gue emang di paksa Bara!!" Balas Rafa geram.


Otak nya kembali mengingat percakapannya dan Bara di mansion tadi.


#Flashback On


Usai di lerai oleh Andre dan Jo,Bara langsung menarik Rafa ke kamar mereka dan mulai mengajak pria itu berbicara empat mata.


"Rafa,dengerin gue. Gue tau lo punya trauma dengan perempuan. Tapi gak semua orang bisa lo sama ratakan,Sassya bukan mama. Dia gak ada sangkut pautnya sama mama.


"Sama seperti Queen,Sassya juga korban. Kita gak berhak telalu benci sama seseorang hanya karena seseorang. Gue gak minta lo nerima Sassya seperti lo nerima Queen,tapi setidaknya perlakukan dia sebagai rasa kemanusian kalau lo emang gak bisa nerima dia."


"Gua tau ini gak mudah buat lo,lo pernah bilang satu-satunya cewek yang berbeda cuma Queen dan lo janji gak akan bikin Queen kecewa,tapi sikap lo ke Sassya?"


"Secara gak langsung lo udah ngehianatin Queen dan Queen pasti kecewa kalau dia sampai denger cerita serong dari anak-anak. Jadi pikirin lagi sifat lo."


Ujar Bara berusaja menasehati sang adik dengan lembut.


Saat itu Rafa memang tak menjawab,namun hatinya sedikit tergugah. Hingga akhirnya pertahanan Rafa luruh dan ia langsung berinisiatif untuk menjemput Sassya.


#Flashback Off.


"Sorry..."


♡♡♡♡


Sambil nunggu otor up bab baru...mampir ya guys ke novel temen otor...sinopsisnya ada di bawah sini👇👇👇


__ADS_1


__ADS_2