Tautan Takdir

Tautan Takdir
Aku Setuju


__ADS_3

Sassya dan Alex akhirnya kembali setelah hampir setengah jam menghabiskan waktu di super market. Padahal keduanya tidak membeli banyak makanan hanya sedikit camilan itupun semua milik Sassya serta kopi pesanan milik Aska.


Lalu kenapa keduanya lama? Itu semua tidak lain adalah karena Sassya yang tadi sibuk berkeliling untuk melihat-lihat isi supermarket. Maklum gadis itu sudah lama tidak masuk ke pusat perbelanjaan. Andai saja Alex tidak memaksanya untuk kembali,mereka mungkin akan berada di supermarket itu selama berjam-jam.


Begitu sampai di ruang tunggu,Alex langsung memberikan kopi pesanan Aska. Tak ayal pria itu mengomel saat menerima kopi yang di berikan Alex.


"Kenapa lama sekali?? Kalian ini membeli kopi atau kencan hah?"


"Maaf,tuan tadi kami..."


"Shttts,tuan gak usah marah-marah terus. Tuan gak mau kan tua sebelum waktunya,masa nanti waktu kita baru nikah,tuan sudah keriputan dan saya masih muda. Kan repot." Ujar Sassya memotong ucapan Alex dengan polosnya.


"Siapa yang mengizinkan kau protes?? Berani kau berbicara sekali lagi,aku seret ibumu keluar dari sini!!" Ancam Aska yang berhasil membuat Sassya kicep seketika.


"Maaf tuan." Lirihnya.


Alex yang melihat kelakuan Aska dan Sassya hanya bisa menarik napas berat. " Baru kenal saja mereka sudah sering berdebat,bagaimana nanti jika sudah menikah. Aku harap tuan tidak stroke karena kelakuan nona Sassya." batin Alex.


"Heh bodoh!! Jadi bagaimana jawabanmu?? Kau setuju kan? Jika setuju cepatlah tanda tangan,aku akan segera pulang setelah ini. Besok aku akan menjemputmu ke rumah sakit karena kau harus bertemu orangtuaku."


"T...tapi tuan bagaimana dengan mamaku??"


"Itu urusanmu!! Aku beri kau waktu 2 minggu untuk merawat mama mu setelah dia keluar dari rumah sakit. Setelah itu kau akan ikut denganku di rumahku."


"D..dua minggu tuan??"


"Iya,kenapa? Apa waktunya terlalu lama? Baiklah seminggu kalau beg....."


"T..tttidak tuan,dua minggu cukup. Terimakasih untuk bantuannya tuan. Saya setuju dan akan segera tanda tangan."


Sassya menjulurkam tangannya untuk meminta kertas perjanjian tadi dan langsung menandatanganinya.


"Dasar pria tua pemaksa!! Semoga saja ia mendapatkan karma dengan jatuh cinta padaku. Dengan begitu kan aku bisa memanfaatkannya lalu membuang nya,hehe. Jahat banget otak gue." Batin Sassya.


♡♡♡

__ADS_1


Setelah Sassya selesai menandatangai surat perjanjian antara ia dan Aska. Pria itu akhirnya meninggalkan rumah sakit menyisakan Sassya yang kini tinggal sendiri untuk menunggu Melissa yang sampai kini belum sadarkan diri.


"Maafin Sassya ya ma. Sassya ngelakuin ini semua tanpa sepengetahuan mama,Sassya cuma gak mau mama kepikiran dan akhirnya tambah sakit karena masalah Sassya. Sassya janji setelah perjanjian Sassya dan tuan Aska berakhir nanti,Sassya akan ajak mama pergi sejauh mungkin dari kota ini. Kita akan mulai kehidupan baru di mana cuma ada mama dan Sassya,Sassya janji akan bahagiain mama kayak mama perjuangin kebahagiaan Sassya dulu."


Sassya menggenggam tangan Melissa dengan erat,sebelum akhirnya tertidur di samping mamanya.


Menjelang pagi hari Sassya kembali terbangung saat merasakan kepalanya di usap oleh seseorang. Begitu kepalanya mendongak,Sassya melihat Melissa yang kini sudah terbangun dan tengah tersenyum ke arahnya.


"Mama udah bangun? Sejak kapan?" Tanya Sassya dengan suara agak serak karena baru saja terbangun dari tidurnya.


"Baru saja,kamu nyenyak banget tidurnya makanya gak mama bangunin." Ujar Melissa lembut.


Sassya mengangguk. Setelah mereganggkan otot-otot tubuhnya,gadis itu beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci muka.


Melissa yang melihat Sassya bangun pun berniat menyusul,namun ia malah kaget saat mendapati tangan kirinya terdapat infus. Ia memang belum lama terbangun karena itu tadi ia tak menyadari jika tangannya di infus.


Mata Melissa mengedar ke sekeliling dan kembali kaget saat menyadari jika dirinya tengah berada di ruangan putih,ciri khas rumah sakit. Tak hanya itu Melissa juga sadar jika ini ruang VIP karena ranjang yang ia tempati dan juga fasilitas di dalamnya tergolong mewah.


"Sya.." Panggilnya pada sang putri yang baru keluar dari toilet.


"Eh,enggak bukan itu. Mama mau nanya,kok kita di sini ya? Terus kenapa mama di infus??"


"Mama gak inget? Semalam waktu Sassya pulang jalan-jalan Sassya liat mama pingsan di dapur,makanya Sassya bawa mama ke rumah sakit."


"Mama pingsan?" Ulang Melissa yang di angguki oleh Sassya.


"Oke mama ngerti,tapi kenapa mama bisa di ruang VIP? Ini kan mahal sayang,kamu dapat uang berobat dari mana? Gimana kalau kita pulang aja ya sekarang,kita gak punya uang kalau mama di rawat di sini lebih lama." Melissa hampir turun dari kasur namun di tahan oleh Sassya.


"Mama tenang dulu ya,dengerin Sassya. Sassya mau cerita dikit,tapi mama jangan kaget dan jangan protes ya."


Melissa menatap Sassya dengan pandangan aneh. Tak biasanya sang putri memasang wajah seserius ini.


"Mulai besok Sassya udah dapat kerjaan lagi!! Yeaaaayyy!!" Sassya memasang raut wajah bahagia dan itu berhasil membuat Melissa yang tadi sempat tegang kini malah melongo.


"Kirain kenapa,kamu ini bikin mama panik aja. Tapi bener yang kamu bilang ini??"

__ADS_1


"Benerlah,mama liat aja mama sekarang ada di ruang VIP ini juga berkat bantuan majikan Sassya yang baru."


"Wah!! Baik banget majikan kamu,memangnya kamu di suruh kerja apa? Terus di mana? Majikan kamu cewek atau cowok??"


"Sttss,mama banyak tanya deh. Pokoknya majikan aku itu baik banget,urusan kerjaan nanti kapan-kapan aku kasih tau mama deh. Ada info yang lebih penting dari itu."


"Apa itu??"


"Dua minggu lagi Sassya udah kerja dan Sassya akan tinggal di rumah majikan baru Sassya. Mama gak papa kan kalau harus tinggal sendiri?"


Melissa yang tadinya sudah senang kini berubah terdiam ketika mendengar penuturan Sassya.


"Memangnya kamu kerja apa sih?? Kenapa gak berangkat dari rumah aja?? Kalau kamu gak di rumah terus yang nemenin mama siapa??"


Sassya yang mendengar pertanyaan Melissa pun jadi kepikiran."Aeemm,kalau soal itu mama tenang aja. Nanti Sassya bakalan coba ngomong sama majikan Sassya gimana enaknya. Lagipula Sassya di sana cuma jadi asisten pribadi kok hehe."


Sassya lagi-lagi berbohong pada Melissa tentang hubungannya dan Aska. Tapi biarlah, untuk kali ini ia ingin menyelesaikan masalahnya tanpa campur tangan siapapun termasuk mamanya.


Lagipula ia hanya bekerja sebagai pelayan yang berkedok istri kontrak saat Aska memerlukannya. Untuk urusan sang mama,nanti ia akan bekerja di toko kue milik mama nya Zee. Jadi Sassya akan meminta tolong pada Zee untuk mencarikan mereka kontrakan terdekat dari toko kue milik mamanya Zee.


Padahal tanpa sepengetahuan Sassya,di sisi lain Zee kini tengah sibuk mengisi perabotan ke dalam rumah baru milik mereka.


♡♡♡


Like...vote..komen ya guys...


Otor : Maaf keun ya,part yang ini agak amburadul gimana gitu. Author lagi gak dapet ide sedikitpun,buntu semua...


Readers : Elah thor itu otak apa usus pake buntu segala.


Otor : Lo ngeledek?  Bukannya hiburin gue kek,apa kek. Lama-lama gue sleding nih!!


Readers : Coba aja kalau mau gue unfav😏


Otor : peaceeee😘✌✌😅

__ADS_1


__ADS_2