Tautan Takdir

Tautan Takdir
Masuk Perangkap


__ADS_3

Aska tersenyum senang mendengar jawaban Sassya.


"Bagus kalau kau setuju,sekarang kau mandi lalu keluar dan lakukan peranmu sesuai rencana kita."


Ujar Aska penuh semangat.


Sassya mengangguk cepat. "Baik tuan."


Aska kembali tersenyum,kali ini di ikuti seringaian kecil."Akhirnya. Wanita bodoh itu masuk perangkapku. Tidak ku sangka prosesnya akan semulus ini." Batinnya tak percaya,tapi di luar itu semua. Ada rasa senang yang sulit ia jelaskan.


Sassya tak menyadari ekspresi licik Aska. Yang ada di pikirannya saat ini adalah selalu berada di dekat sang suami dan entah kenapa aroma Aska,pelukan Aska,dan wajah Aska adalah alasan paling utama yang membuatnya rela melakukan apapun tanpa memikirkan resiko kedepannya.


"Cepatlah mandi. Kau tidak mau melihat suamimu di pukuli lagi kan? Karena kalau mereka sampai duluan ke kamar mu,mereka bisa menemukan aku dan aku jamin rencana kita akan gagal." Aska menakut-nakuti.


Mendengar kata gagal,otak Sassya bereaksi cepat. Memerintahkah sistem tubuhnya untuk mengambil bathrobe dan pakaian ganti lalu lari ke kamar mandi.


♡♡♡


Usai mandi Sassya keluar dari kamarnya,hendak menuju ruang makan. Tepat saat ia menuruni tangga,Bara muncul.


"Sya?" Laki-laki itu menatap Sassya bingung.


"Iya,kenapa?"


"Eh,gak,gak papa. Gue baru mau bangunin lo,tapi ternyata lo udah bangun. Udah mandi juga. Tumben?"


Bara menatap Sassya menyelidik,apalagi saat melihat rambut Sassya terbungkus handuk.


"Oh,itu. Makhlum Bar,hormon hamil kayaknya. Gue mendadak pengen bangun pagi. Hehe." Ujar Sassya sedikit salah tingkah. Jangan sampai Bara curiga.


"Ya udah,ayo turun. Gue mau milih menu sarapan." Ujar Sassya mempercepat langkahnya menuruni tangga.


Ia harus cepat-cepat sarapan kemudian membuat sesuatu dari barang yang tadi pagi di berikan Aska padanya.


Usai sarapan,Sassya beranjak ke ruang tamu. Di sana ada beberapa anak-anak Dark Night yang tampak sedang bersiap kerja.


Ada Andreas yang tampak mengelap sepatunya,dengan pakaian yang sudah rapi. Siap berangkat ke kantor. Di sebelahnya ada Jo yang tampak tengah memasukkan beberapa dokumen ke dalam tas kerjanya,ada Dirga,Karrel,dan Zein yang sudah siap dengan seragam montirnya,juga Rafli sang manajer cafe yang juga tampak menawan dengan penampilan kasualnya.


Sassya sengaja menghampiri mereka untuk menyapa sekaligus memastikan kapan mereka meninggalkan mansion. Karena ia mau melancarkan aksinya.


"Mau berangkat Ndre?" Tanya Sassya cepat sambil mendudukkan badannya di antara Andre dan Dirga.


Andre mengernyit tumben sekali Sassya mau dekat-dekat dengan mereka. Biasanya kan dia hanya nempel pada Bara dan Zee.


"Iya nih,tumben lo cepat bangun? Mimpi apa?" Tanya Andre basa-basi.

__ADS_1


"Gak papa. Mood gue tiba-tiba pengen bangun cepat." Ujar Sassya sambil tersenyum manis.


"Oh.."


"Emm,Ndre gue kan penasaran nih. Kadang ya,anak Dark Night banyak banget. Sampe puluhan,tapi kadang kayak dikit banget. Kayak sekarang,emang mereka kemana sih?" Tanya Sassya mengungkapkan rasa penasarannya.


Karena selalu yang ia tahu,di situasi genting. Khususnya dalam mencari keberadaan orang,Zee pasti akan mengutus puluhan orang dan itu semua anak Dark Night. Lantas kemana mereka perginya mereka setelah urusan mereka selesai?


"Kalau itu Sya...," Andreas melirik jam di pergelangan tangannya sebentar. Kemudian menghela napas.


"Kalau itu lo tanya Dirga atau siapa deh,soalnya gue sama Jo harus ke kantor." Ujar Andrea sambil bangun dari duduknya.


Sassya mengerucutkan bibirnya,merajuk karena di buat penasaran.


"Dirgaaaa..." Sassya menatap Dirga penuh harap dengan kedua mata mengerjab polos.


Dirga menghela napas malas." Ngerepotin banget nih cewek." Batinnya. Namun tetap saja Dirga menjelaskan.


"Anggota Dark Night jumlahnya 32 orang termasuk Zee dan Kaivan. Tapi anggota dalamnya cuma kita bersembilan,Kai,Zee,gue, Karrel,Zein,Rafa,Bara,Andreas dan Jo. Kita yang diriin Dark Night."


"Jadi yang lainnya anggota luar dan anggota luar udah di bubarkan sama Kai semenjak kita lulus SMA. Tapi walaupun gitu,kita masih konek satu sama lain karena 21 anggota luarnya masih kerja di bawha naungan perusahaan Zee dan Kai. Makanya kalau kita butuh,mereka ada."


Jadi lo jangan coba-coba kabur karena Dark Night punya banyak mata yang tersebar di setiap cabang perusahaan milik Zee ataupun Kai. Mudah buat Zee atau Kai nemuin target incarannya."


"Kita berangkat dulu Sya." Ujar Dirga sambil mengambil kunci motor miliknya,diikuti Karrel dan Zein dan setelahnya ketiga lelaki tampan itu meninggalkan Sassya.


Sesampainya di luar,Dirga tiba-tiba mengangkat tangan kirinya ke atas membuat tanda agar kedua temannya berhenti.


Karrel dan Zein menatap Dirga bingung.


"Kenapa Ga?"


"Tadi pagi,Rafa bilang ada jejak sepatu di rumput samping mansion. CCTV di bawah balkon kamar Sassya juga ketutupan tanah. Lebih tepatnya di tutupi." Jelas Dirga mengambang. Tapi Karrel dan Zein langsung paham.


"Kira-kira siapa menyusup semalam?" Tanya Zein.


"Tuan Sky,maybe?" Jawab Karrel.


"Bara dan Rafa suruh gue buat hubungin Zee,jadi kemungkinan gue bakalan di sini sampe Zee datang. Kalian duluan ke bengkel ya." Ujar Dirga,Zein dan Karrel mengangguk singkat.


"Goodluck.Jangan pake emosi." Ujar Zein. Dirga membalas ucapan Zein dengan seringaian.


"Gampang."


♡♡♡

__ADS_1


Sassya mengusak-ngusak telapak tangannya dengan gusar. Saat ini ia sudah berada di ruang makan,ia baru saja melakukan aksi jahatnya yaitu membuat Bara dan Rafa terkapar dengan cara yang sama seperti yang pernah ia lakukan pada saat ia membantu Aska dulu dan sekarang ke dua orang itu sudah di amankan di dalam ruang kerja mereka sendiri.


Sekarang saatnya ia ke kamar untuk memanggil Aska. Baru beberapa langkah menaiki tangga,ia melihat Dirga masuk kembali ke dalam rumah.


"Sial. Kenapa Dirga balik lagi sih." Batin Sassya.


Secepat mungkin,wanita itu menaiki tangga dan langsung masuk ke kamarnya. Ada Aska yang sedang menunggunya dengan wajah penasaran.


"Bagaimana? Berhasil?" Tanya Aska.


Sassya menggeleng." Ada sedikit masalah,Dirga sepertinya tidak pergi ke bengkel. Bagaimana?"


"Dirga? Dirga siapa?"


"Ya ampun tuan. Tentu saja teman Zee,jadi bagaimana tuan? Dia sekarang ada di ruang tamu dan sedang duduk santai di sana."


Aska terdiam,otaknya langsung berputar mencari ide lain.


"Tring..."Seperti di film-film,ada lampu yang keluar dari kepala Aska.


Segera ia membisikan sesuatu ke telinga Sassya.


Wanita itu mengangguk paham dan setelahnya kedua pasangan itu berjalan ke luar kamar.


♡♡♡


"Dirga..."


Panggilan itu membuat Dirga yang tengah duduk sambil bermain gadged jadi terusik.


Ia menoleh dan....


"Splass..."


Pandangan Dirga buram,hidungnya mencium aroma menyengat dan di detik setelahnya,pria itu langsung tak sadarkan diri.


"Selamat tinggal Dirga."


♡♡♡


Otor : Di kasih idup enak malah cari mati...


Yang begitu jangan di tiru ya teman-teman...


Mending Like vote komen.

__ADS_1


__ADS_2