
Happy reading....
Mengandung dua adegan nganu sekaligus.....
Tapi tenang tidak nganu-nganu amat dan aku juga gak kasih label dua sate ples...malesss........
♡♡♡
Suara dentuman musik terdengar menggema begitu Aska menapaki kakinya ke sebuah bangunan yang sudah beberapa bulan ini jarang ia datangi.
Ia langsung menuju ke tempat di mana kekasihnya sudah menunggu. Di mana lagi kalau bukan di lantai paling atas gedung club ini. Sebuah ruang VVIP yang hanya di khususkan bagi kalangan atas.
"Silahkan masuk tuan. Anda sudah di tunggu di dalam." Ujar seorang waiters setelah Aska memperlihatkan ID cardnya.
Tanpa banyak bertanya,Aska langsung melengang masuk ke dalam.
Di dalam sana,tampak punggung seseorang yang tengah duduk di sofa tunggal tanpa sandaran. Orang itu sepertinya sudah menunggu kedatangan Aska.
"Sayang..." Aska langsung mendaratkan pelukan hangannya di badan sang kekasih.
Chintiya tersenyum senang saat merasakan tangan kekar Aska memeluknya dari belakang.
Ia langsung membalikkan badannya membuat kedua bukit kembarnya yang nyaris keluar itu menggesek tangan Aska.
"Kau menggodaku ya?" Tanya Aska serak saat melihat kedua gundukan yang begitu terekspos di hadapannya itu.
Chintiya benar-benar mengenakan pakaian minim dengan belahan dada rendah membuat Aska berkali-kali menelah salivanya gugup.
Chintiya tersenyum seraya membelai lembut pipi Aska.
"Aku merindukan mu sayang." Bisik Chintiya di depan wajah Aska.
Sepersekian detik,bibir Aska sudah di kuasai oleh Chintiya. Pria itu bahkan tak sadar saat Chintiya memasukkan sesuatu lewat mulutnya ke mulut Aska.
"Bagaimana kau suka?"Tanya Chintiya setelah pangutan mereka terlepas.
Aska mengangguk dengan mata sayu. Sungguh penampilan Chintiya membuatnya bergairah.
"Kau mau ini?" Tanya Chintiya sambil mendekatkan dadanya ke wajah Aska.
Aska mengangguk. Namun Chintiya malah memundurkan tubuhnya ke belakang dan memberikan segelas wine pada Aska.
"Ini masih terlalu sore untuk bersenang-senang sayang. Bagaimana kalau kita minum-minum dulu?" Tawar Chintiya walau ia tau jika Aska tampak susah payah menahan hasratnya terlihat dari raut wajah Aska.
"Sayang,kenapa kau menyiksa ku begini?" Tanya Aska tak sabaran. Ia m3-r3-m4-s salah satu gundukan milik Chintiya dan m31um4t bibir Chintiya dengan ganas.
__ADS_1
"Empphh. Sayang kau terlalu terburu-buru." Bisik Chintiya erotis.
Aska semakin bergairah mendengarnya. Tanpa aba-aba ia menggendong Chintiya menuju tempat tidur dan mulai mencumbu gadis itu dengan cukup buas.
Efek yang sama juga terjadi pada Chintiya. Entah kenapa tubuhnya juga seperti terbakar dan di detik berikutnya ia membalas serangan Aska secara membabi buat. Keduanya hampir membuka pakaian masing-maisng ketika seseorang masuk dan menghentikan aksi mereka.
Ia segera memukul tengkuk Aska dan Chintiya secara bergiliran hingga keduanya pingsan. Setelahnya ia meminta orang yang mengikutinya untuk membawa Chintiya ke kanar lain.
Sementara itu,Aska kini juga sudah di papah keluar dan di bawa masuk ke dalam mobil untuk di antar pulang.
"Kau memang gila tuan." Lirih Alex,pria yang membawa Aska pulang saat ini.
Ia memang sudah mengikuti Aska sejak pria itu keluar dari gerbang rumah tadi. Ia sudah mengantisipasi apapun bahkan ia sampai tak masuk ke rumah Aska agar tak terkena jebakan yang mungkin akan terjadi dan benar saja sekarang ia berhasil menghindari jebakan dan menyelamatkan Aska.
♡♡♡
Di sebuah kamar VVIP lain,tepat di mana Chintiya di pindahkan. Kini gadis itu tampak sudah terbangun dengan efek obat dan alkohol yang masih menggerogoti tubuhnya.
Terseok-seok ia berjalan ke luar kamarnya. Namun belum sempat ia keluar,seseorang tiba-tiba muncul di depannya membuatnya terhuyung dan menabrak orang itu.
Saat kulit keduanya bersentuhan,gairah Chintiya tiba-tiba naik. Ia langsung menyerang orang tersebut secara membabi buta membuat orang itu ikut terbakar gairah hingga akhirnya keduanya melakukan hal yang tak sewajarnya mereka lakukan.
"Aku akan bertanggung jawab." Bisik pria itu sebelum akhirnya terlelap sambil memeluk Chintiya.
♡♡♡
Mata Alex memindai sekeliling dan mendapati beberapa bodyguard yang berjaga tampak tergeletak dalam kondisi tak sadarkan diri.
Alex sadar jika sudah terjadi sesuatu tadi.
Karena tak melihat satu penjaga pun yang bisa di mintai bantuan,mau tak mau Alex lah yang harus membopong Aska sampai ke kamarnya. Untung rumah Aska hanya berlantai satu.
"Tok...tok...tok..." Alex mengetuk pintu beberapa kali saat sudah sampai di depan kamar Aska. Ia tentu tau jika Aska dan Sassya sekamar beberapa hari ini. Karena kamar yang lainnya sudah di evakuasi oleh nyonya Ghatama.
"Nona muda ! Bisa buka pintunya,ini saya. Alex."
Terdengar sahutan 'sebentar'dari dalam dan tak lama setelahnya Sassya muncul dengan wajah bantalnya.
"Ada apa kak Alex?" Tanya Sassya sambil menguap membuat jantung Alex berdebar. Bukannya jijik,ia malah gemes.
Hentikan otak gilamu Alex. Batinnya.
"Tuan muda sepertinya mabuk berat nona. Bisakah nona mengurusnya,saya tidak mungkin mengurus tuan selarut ini karena dia sudah punya istri saat ini. Apalagi istrinya ada di sini." Jelas Alex sambil membawa paksa tubuh besar Aska ke atas ranjang.
"Saya permisi nona muda." Pamit Alex setelah berhasil meletakkan tuannya ke atas kasur dengan benar.
__ADS_1
Sassya yang bisa bingung tak menggubris ucapan Alex. Setelah Alex keluar,Sassya langsung mengunci pintu dan mendekat ke pinggiran kasur di mana Aska terbaring.
Ragu-ragu ia menoel-noel lengan Aska,memastikan apakah pria itu pingsan atau tidur. "Tuan,tuan...tuan apa anda tidur?"
Tak ada jawaban dari Aska membuat Sassya yang penasaran langsung menempelkan telinganya ke dada Aska. Ia masih bisa merasaman detakan jantung pria itu normal.
"T..tuan..."
Sassya gugup bukan main saat tangan Aska mendadak terangkat dan memeluk sebagian tubuhnya.
Sassya mendongak kepalanya,dan betapa kagetnya ia saat melihat netra Aska terbuka dengan pandangan sayu ke arahnya.
Namun di detik setelahnya Aska kembali tertidur membuat Sassya cukup lega.
Pelan-pelan ia melepas sepatu yang di kenakan Aska,kaos kakinya,dasinya dan yang paling terakhir dan cukup susah adalah melepas jasnya Aska. Karena pria itu masih dalam posisi berbaring.
"Eghh.." Aska melenguh karena merasa terusik saat Sassya berusaha menarik jas yang melekat dari tubuhnya.
"S..sayang?" Suara Aska terdengar serak.."Hei...hehehehe." Aska terlihar mulai ngelantur terlihat dari tingkahnya dan tangannya yang kini tengah membelai wajah Sassya.
"Sayang kenapa aku merasa wajah mu mirip dengan gadis bodoh itu?" Aska mengucek-ngucek matanya beberapa kali dan kembali menatap Sassya lekat.
"Benarkan,wajahmu jadi mirip gadis bodoh itu. Sialan,sepertinya gadis itu mulai meracuni otakku." Gumam Aska mulai tak jelas.
Sassya menghela napasnya malas mendengar ucapan Aska dan berniat pergi ke paviliun saja,dari pada menemani orang mabuk.
"Sayang..." Aska menghentikan langkah Sassya dengan cara menarik pergelangan tangan Sassya hingga akhirnya gadis itu terjerembab dan berakhir di atas dada bidang Aska.
"Aku menginginkan mu...."
♡♡♡
Otor : Nganu guyss😂😂😂
Readerss : Pantekk...mudah-mudahan beliau ini terkena tulah ya Allah...
Otor : Husshhh
Readers : Nganu thor plissss
Otor : Gimana yaa.....like vote komennya gak kenceng sih😒
Readers : 😍😘🤗❤💐🌹🍮🏡
Otor : Gasss.....bab selanjutnya.....🤣🤣
__ADS_1
Sebelum lanjut part berikutnya otor mau promo karya temem otor... Di baca ya...