Tautan Takdir

Tautan Takdir
Perjuangan Aska #1


__ADS_3

Besok harinya...


Niat hati ingin menikmati keindahan pagi di sekitaran pantai,namun apa daya baru saja keluar dari kamar. Zee langsung di tarik oleh seseorang dengan cukup kuat hingga tubuh munggilnya di bawa ke tepian dinding.


Bukan Zee namanya,jika ia kaget dengan kejadian barusan. Yang ada justru sebaliknya,gadis itu malah menguap lebar dengan tampang tak berdosanya.


"Ada apa lagi Aska? Ini masih pagi,jangan merusak mood ku." Ujar Zee sambil mengusap sudut matanya yang basah akibat air mata yang keluar saat ia menguap barusan.


"Nona tidak ada waktu untuk meladeni sifat menyebalkan mu ini. Sekarang kembalikan istriku,bawa dia keluar karena aku harus bertemu dengannya." Pinta Aska dengan raut serius.


Kedua tangannya masih mencengkram pundak Zee dengan cukup erat namun bisa di pastikan tidak akan membuat Zee sakit.


"Hoamm.." Zee kembali menguap dengan wajah tak berdosanya.


"Percuma Aska,kau tidak akan bisa menemui istrimu karena saat ini istrimu sudah di bawa pulang ke Jakarta." Jawab Zee dengan santai,sambil menyingkirkan tangan Aska dari hahunya.


Zee hampir beranjak jika Aska tak kembali menahannya.


"Nona jangan bercanda!! Aku tau istriku semalam ada bersama dengan anda,dan aku yakin dia masih ada di dalam." Bantah Aska kekeh.


"Kalau kau tak percaya. Lihat saja ke dalam kamar,istrimu pergi subuh tadi menggunakan jett pribadi milik keluargaku. Dia pulang bersama mama Melissa dan orangtuaku." Jawab Zee santai sambil melankah kembali ke kamar.


Di belakang Aska tampak buru-buru mengikuti Zee,dengan tak sabaran ia mendahului Zee membuka pintu kamar.


Benar ucapan Zee. Tak ada Sassya di sana,kamar tidur juga tampak sudah di rapikan. Ada koper milik Zee juga yang tampak sudah di packing rapi. Sepertinya gadis itu juga akan kembali pagi ini.


Tak mau membuang waktu lama,Aska buru-buru keluar dari kamar Zee tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Zee hanya menyunggingkan senyum tipis miliknya.


♡♡♡


Saat sudah keluar kamar,Aska segera menghubungi Alex agar mempersiapkan kepulangannya ke Jakarta sesegera mungkin.


"Sassya sudah bertemu mama Melissa,aku harus meluruskan semuanya. Karena jika tidak keadaan pasti akan semakin kacau." Gumam Aska dengan gurat khawatir tercetak jelas di wajahnya. Ia yakin mertuanya itu pasti sudah tau masalah rumah tangganya dan Sassya.


Setelah mengirimkan pesan pada Alex,Aska buru-buru pergi. Niat hati ingin kembali ke kamar,tapi dari arah belakang ada suara familiar yang memanggilnya.


"Hentikan langkahmu Junior Ghatama."

__ADS_1


Bulu kuduk Aska seketika merinding. Aska yakin ada makhluk yang lebih seram dari makhluk astral dan sialnya makhluk itu pasti berada di belakangnya. Perlahan Aska menoleh.


"Deg.."


Tatapan Aska tak berkedip sedikitpun.


Sekitar lima meteran di depannya,ada dua sosok paruh baya yang selama ini cukup ia segani. Terutama seorang perempuan berpakaian glamor yang kini tengah menatapnya tajam.


"H..hai mom,hehe. How are you??" 


Aska menyapa ibunya dengan ekspresi kaku sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang terasa gatal.


Langkah kaki Aska mundur perlahan bersamaan dengan majunya sosok sang singa bertampang cantik yang sialnya,adalah jelmaan mommynya.


"Mom,a..ada ap..apa,kenapa ekpresi mommy seperti hendak membunuhku?"


Aska bertanya dengan gugup dan semakin mundur hingga tak sadar jika tubuhnya terbentur pada pilar.


Langkah kaki Aska terhenti bersamaan dengan cengkeraman erat di kerah bajunya.


"Anak kurang ajar!! Apa yang kau lakukan pada menantuku hah??!" Tanya nyonya Ghatama dengan garang.


Puluhan capitan mendarat sadis di beberapa bagian tubuh Aska,tak sampai di situ tas mahal milik mamanya juga ikut menyakiti tempurung kepalanya,tak lupa sepasang heels yang tadinya melekat di kaki mommy Aska sudah beralih tempat jadi di kepala Aska.


Pukulan dan capitan mommynya tak main-main. Seluruh badannya terasa berdenyut ngilu. Belum lagi pipi dan pelipisnya yang sedari tadi jadi sasaran empuk ujung heels milik momnynya,semuanya terasa menyakitkan.


"Aska bodoh!! Bisa-bisanya kau berencana ingin membuang istri dan anakmu. Di mata otakmu bodoh!! Mommy dan dan daddy sudah memberimu kepercayaan,tapi apa? Ini balasanmu?? Hah? Dasar anak kurang ajar!!"


Mommy Aska kembali melayangkan cubitan mautnya,kali ini cubitan itu bersarang di telinga Aska.


Dengan sedikit meraung,Aska terpaksa berjalan terseok-seok karena di seret oleh mommynya.


"Mom,mom. Hentikan,mommy mau bawa Aska kemana?" Tanya Aska sembari meringis menahan sakit di telinganya.


Mommynya tak menjawab malah mendorong paksa Aska hingga nyaris jatuh di depan beberapa orang bodyguard.


"Bawa Aska ke mobil,kita akan terbang pagi ini. Aska harus meminta maaf pada istri dan mertuanya pagi ini juga." Perintah tuan Ghatama pada bodyguardnya tanpa mau menatap Aska.


Aska hanya bisa tertunduk. Sadar jika saat ini kedua orangtuanya tengah marah. Terutama papanya,walaupun tak mengungkapkan kemarahannya,Aska tau tuan Ghatama tengah memendam emosinya. Bisa di lihat dari raut dinginnya.

__ADS_1


"Dad.." Panggil Aska lirih.


Tuan Ghatama menghentikan langkahnya sejenak. Kemudian menatap Aska dengan tatapan sendu.


"Daddy kecewa padamu."


Hanya tiga kata itu yang mampu di keluarkan oleh tuan Ghama. Tapi tiga kata itu,sudah bisa menggambarkan bagaimana perasaan daddynya.


Aska tau dan sadar,jika tak ada satupun orang tua yang tidak kecewa saat kepercayaan mereka di permainkan. Begitupun dengan orangtuanya,lalu jika orangtuanya sekecewa itu lantas bagaimana dengan istri dan mertuanya?


Aska semakin tertunduk. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana respon mertuanya nanti,apakah ia akan di usir atau bahkan di mintai untuk menggugat cerai Sassya? Memikirkannya saja sudah membuat Aska ingin pingsan.


Mendadak perutnya mual,udara di sekelilingnya pengap dan telinganya berdengung.


Seketika semuanya gelap. Aska jatuh pingsan.


♡♡♡


Suasana siang sudah berubah jadi malam. Perjalanan terbang dalam keadaan pingsan kini menuntun Alex ke dalam sebuah tantangan.


Orangtua yang selama ini menyayanginya, nyatanya begitu kecewa hingga tega menurunkan dirinya di depan rumah sang istri tanpa memberinya dukungan dalam bentuk apapun.


Jadi di sinilah Aska berada. Di depan sebuah pagar berwarna biru langit,yang tingginya kurang lebih dua meter. Pagar tersebut tampak tidak di kunci sehingga Aska memberanikan diri untuk masuk ke dalam.


Sesampainya di depan pintu rumah,Aska mencoba mengetuk-ngetuk pintu.


Tak terdengar jawaban atau respon apapun dari dalam.


Suasana hening,sepertinya tidak ada orang di dalam rumah. Sejenak Aska ragu,benarkan Sassya ada di dalam atau ia di bohongi oleh Zee? Atau...


Belum sempat Aska berpikir lebih jauh,sebuah mobil tampak mendekati gerbang dan masuk ke pekarangan rumah.


Aska terdiam mengawasi setiap pergerakan benda beroda empat tersebut,hingga sang pemilik mobil keluar barulah raut wajah Aska berubah.


"Sassya.."


♡♡♡


Jangan lupa Like vote komen...

__ADS_1


Sesuai plot yang aku buat,dari bab 101-120 itu akan ada perjuangan Aska buat nebus kesalahan dia. Jika di bab 1-100 kemarin itu full perjuangan jatuh bangunnya Sassya. Maka bab 101-120 ini. Kita balikin keadaannya..


Saatnya panen kurma....😚😚😚


__ADS_2