Tautan Takdir

Tautan Takdir
Hubungan Rumit


__ADS_3

#Flashback On


Ivander's Hospital


Rama berjalan bolak balik di depan lobi rumah sakit dengan perasaan campur aduk. Di dalam sana Chintiya baru saja di periksa untuk yang kesekian kalinya.


Tadi saat baru datang di rumah sakit Chintiya sempat sadar. Namun hanya sebentar,karena setelahnya ia mengamuk dan kembali pingsan dan kejadian itu terulang beberapa kali hingga dokter cukup kewalahan.


Jika saja Chintiya tidak dalam keadaan hamil,mungkin dokter sudah memberinya obat penenang dengan dosis kuat. Tapi sayangnya Chintiya sedang hamil,untunglah tadi dokter mampu menangani Chintiya hingga wanita menurut dan sekarang sudah terlelap tidur.


Tinggalah Rama dengan segala pikiran kacaunya yang sedang berusaha mencari cara untuk bertemu seseorang yaitu nona Michelle.


Dan di tengah kegundahannya. Mata Rama tiba-tiba menangkap dua orang yang tengah berjalan beriringan memasuki lift yang sepertinya di khususkan untuk pemilik rumah sakit. Rama dengan kedua orang itu dan kebetulan ia memiliki keperluan dengan salah satu di antara mereka.


Tidak mau membuang kesempatan,Rama berlari dan menyusul masuk ke dalam lift sebelum pintu lift tertutup.


"Nona Sandra!" Panggil Rama sedikit ngos-ngosan.


Sandra menoleh bingung,begitupun dengan pria berseragam dokter di sebelahnya.


"Anda siapa?" Tanya Zergan sambil menarik Sandra pelan dan menyembunyikan Sandra di balik punggungnya.


Rama berdecak."Dokter tolonglah,saya ada perlu dengan nona Sandra. Tolong jangan menghalangi saya." Ujar Rama dengan kesal sambil berusaha meraih tangan Sandra untuk di tarik.


Zergan yang kesal dengan tingkah nyolot Rama,lantas menarik kerah baju Rama dan mendorongnya ke dinding lift.


"Apa mau mu hah?!!" Tanya Zergan emosi.


Raut dingin dan suara beratnya membuat Rama sedikit gentar.


"Aku,aku ada keperluan dengan nona Sandra. Ini tentang Sassya." Ujar Rama menjelaskan sambil berusaha melepaskan cengkeraman Aska.


Sandra sedikit terusik dengan ucapan Rama. Ia pun maju selangkah. Tepat di samping Zergan.


"Memangnya kamu ada urusan apa dengan Sassya." Tanya Sandra sambil menarik tangan Zergan agar melepaskan cengkeramannya.


Rama merapikan kerah bajunya yang kusut,kemudian menatap Zergan dan Sandra secara bergiliran.


"Jaga mata mu!!" Bentak Zergan ketika melihat Rama menatap Sandra.


"Ckk. Dokter...,Zergan Ivander." Rama membaca name tag Zergan.


"Saya ini mau berbicara dengan nona Sandra. Lantas sopankah? Jika saya berbicara tanpa melihat orangnya?"


"Ckk. Kau kan bisa lihat kakinya." Kesal Zergan,masih kekeh pada pendiriannya.


Rama mengalah. Ia pun menundukkan kepalanya,menatap kaki Sandra. Sandra hanya menahan tawanya.


"Jadi siapa namamu?" Tanya Sandra.

__ADS_1


"Saya Ramadika Wijaya nona. Saya temannya Sassya." Ujar Rama masih dengan posisi menduduk.


Kedua alis Sandra mengkerut."Ramadika Wijaya? Kau Rama? Pengusaha kuliner dari Surabaya yang punya banyak cabang restoran bukan?" Tanya Sandra antusias.


Zergan menyenggol Sandra kesal."Biasa aja,gak usah sok akrab." Kesal Zergan.


Sandra mencebikkan bibirnya."Jangan dengarkan tunanganku,dia memang sedang panas dalam." Ujar Sandra sambil mencubit perut samping Zergan membuat pria itu meringis.


"Santai saja nona. Saya sudah terbiasa menghadapi orang yang panas dalam. Tapi sebenarnya begini nona,saya ingin bertanya. Apa nona Sandra tahu jika Sassya sudah menikah?"


"Ya,aku tahu. Bahkan Sassya sekarang tengah hamil." Ujar Sandra tanpa menutupi apapun. Lagian Rama teman Sassya kan?


Rama tersentak."Ha...,hamil nona? Nona serius?"


Sandra mengangguk."Iya,benar. Sassya memang tengah hamil. Tapi hubungan Sassya dan suaminya kurang baik. Jadi saat ini Sassya bersama Zee."


"Zee? Maksud tuan nona Michelle?"


"Iya." Sekali lagi Sandra mengangguk.


Rama menghela napas. Ia kembali ingin bertanya,namun lift sudah berhenti dan pintu lift terbuka. Mereka berada di lantai paling atas ruangan ini.


Sandra langsung di tarik paksa oleh Zergan agar segera keluar membuat Rama mau tak mau harus mengikuti mereka.


"Ckk. Kau pulanglah,bukankah kekasihku sudah bilang kalau Sassya sudah menikah dan sudah hamil?" Tanya Zergan dengan nada kesal. "Lagian kau kan temannya Sassya,masa hal sesepele ini tidak kau ketahui? Cari tahu pada Sassya langsung,jangan pada kekasihku."


"Begini Rama,jika kamu mau mencari tahu lebih detail tentang Sassya. Kamu hubungi Zee langsung,karena sepertinya tadi ada kekacauan lagi yang di buat oleh Sassya dan suaminya. Ini kartu nama nona Michelle. Kau bisa menghubungi nanti."


Rama segera mengambil kartu nama yang di sodorkan Sandra.


"Terima..."


"Sudahkan? Kalau begitu pergi sana,jangan menganggu kekasihku. Karena kami juga punya urusan." Ujar Zergan memotong cepat ucapan Rama sambil menarik Sandra menuju ruangannya. Sandra hanya bisa menoleh dengan cengiran tak nyamannya.


Rama mendengus malas." Dasar dokter posesif. Bukankah dokter Zergan itu kembarannya tuan muda Arkhan,kekasih nona Michelle? Apa tuan muda Arkhan juga seposesif itu? Hi..." Rama bergidik geli membayangkannya.


Lantas ia memperhatikan kartu nama yang di berikan Sandra dan menyalin nomornya,kemudian melakukan panggilan.


#Flashback Off


♡♡♡


Zee baru selesai bertelepon dengan Arkhan,ketika sebuah nomor asing menghubunginya hingga dua kali.


Dengan malas Zee pun  mengangkatnya.


"Halo.." Sapa Zee ketus.


"Halo, dengan nona Michelle? Bisa kita bicara sebentar? Ini tentang Sassya."

__ADS_1


Di seberang sana Zee mengernyit. "Ini siapa?"


"Saya Ramadika Wijaya,nona Michelle. Temannya Sassya saat berkerja di restoran dulu. Saya ada sedikit pertanyaa tentang kabar pernikahan Sassya."


"Darimana kamu tahu kalau Sassya sudah menikah?"


"Sassya sendiri yang bercerita. Beberapa waktu yang lalu saya sempat bertemu dengan Sassya di pusat perbelanjaan. Kami sempat mengobrol sedikit dan Sassya bilang jika dia sudah menikah,namun ada yang aneh dengan penjelasan Sassya. Saat itu saya datang ke sana bersama calon istri saya,tapi saat saya tunjukkan pada Sassya siapa calon istri saya. Sassya mengatakan sesuatu yang lebih aneh,dia bilang calon istri saya adalah pacar suaminya. Saya ingin minta penjelasan lebih namun Sassya keburu pergi,nona bisa bisa tolong pertemukan saya dan Sassya?"


Di seberang sana Zee terdengar melengos."Aku sudah tidak punya urusan dengan mereka. Aku pusing mengurusi mereka,jika kamu merasa berkepentingan. Temui saja langsung Sassya,dia berada di kediaman suaminya. Aku akan kirim alamatnya setelah ini."


Rama sedikit heran mendengar suara Zee yang terdengar kesal. Sepertinya memang sudah terjadi sesuatu. Ntah apa itu,Rama akan tahu nanti.


"Aku sudah kirimkan alamatnya ke nomormu."


"Baik nona Michelle. Terima.."


"Tut..tut...tut..." Telepon di matikan membuat Rama mengumpat.


"Dasar kembaran dokter Zergan!! Cih,sial banget hidup gue. Selalu di pertemukan dengan orang-orang yang sifatnya di luar nalar."


Rama mengumpat sambil masuk kembali ke dalam lift. Ia harus menemui Sassya langsung untuk meminta penjelasan. Namun sebelum itu ia juga harus kembali ke kamar Chintiya untuk mengecek keadaan calon istrinya itu.


♡♡♡


"Loh sus? Kemana istri saya?" Tanya Rama heran karena kamar Chintiya kosong dan tengah di rapikan saat ia kembali.


Suster tersebut menjawab."Pasien sudah pulang beberapa menit yang lalu. Memang sudah waktunya pulang juga karena keadaan pasien sudah membaik,kebetulan tadi ada yang datang menjemput."


"Hah?" Rama hanya bisa menganga tak percaya.


"Chintiya,kamu kemana lagi??"


♡♡♡


...Otor : ...


...Ikan salmon ikan tongkol...


...Ikan kakap ikan barondang...


...Ikan lele ikan sarden...


...Ikan tuna,ikan teri......


...Apa lagi ya nama-nama ikan?...


...Ah pokoknya gitulah......


...Like vote komen ygy😂😂😂...

__ADS_1


__ADS_2