Tautan Takdir

Tautan Takdir
Patner In Crime


__ADS_3

Betul gak sih gitu bahasa inggrisnya🤣


Aku gak bisa bahasa enggreshh😭


♡♡♡


Sandra memandang heran laki-laki yang beberapa jam lalu menghubunginya untuk bertemu. Laki-laki itu adalah Alex dan ada gerangan apa,sampai ia menghubungi Sandra di jam kerja tadi.


"Ada apa tuan Alex? Kau tau aku sangat sibuk sepanjang hari dan jam pulang kerja ku ingin aku gunakan untuk beristirahat. Jika hal yang ingin kau bahas itu tidak penting lebih kita akhiri pertemuan ini,apalagi kau terlambat sepuluh menit dua belas detik dari waktu yang di janjikan."


"Duduklah lagi nona Sandra. Saya benar-benar minta maaf atas keterlambatan saya,tadi ada sedikit pekerjaan lagi yang harus saya selesaikan sebelum ke sini. Jadi sekali lagi saya minta maaf karena sudah membuat anda menunggu."


"Hm. Jelaskan."


"Begini nona,saya dengar nona Michelle sudah tidak lagi membantu nona Sassya karena nona Sassya melarang. Tapi saat ini nona Sassya sedang dalam masalah besar."


Lalu Alex pun menceritakan kejadian yang menimpa Aska dan Sassya mulai dari kejadian kedua orangtua Aska yang tau hubungan Aska dan Chintiya yang masih berjalan hingga kejadian semalam.


"Lalu? Kau mau aku membantu apa?" Tanya Sandra setelah Alex berhenti bercerita.


"Saya dengar kekasih nona seorang dokter,bisakah nona meminta obat kontrasepsi  padanya? Tapi sebelumnya saya ingin nona melakukan sesuatu juga untuk saya." Lalu Alex pun membisiki Sandra sesuatu yang cukup membuat Sandra melongo.


Alis Sandra mengernyit heran mendengar rencana Alex."Apa motifmu melakukan itu? Kau kan tau Aska tidak menyukai Sassya."


"Saya tau itu nona. Sangat tau. Tapi saya mau nona Sassya di akui. Jika rencana saya ini berjalan lancar,bisa di pastikan orangtua tuan Aska pasti akan semakin mendukung nona Sassya,dengan begitu mereka pasti akan berusaha membuat tuan Aska semakin bertanggung jawab pada nona Sassya. Cepat atau lambat kemungkinan tuan akan menyukai nona Sassya,apalagi ada hal yang lebih kuat yang akan menjadi pengikat di antara mereka. Saya melakukan ini karena ingin melihat nona Sassya bahagia,saya tau nona Sassya mulai menyukai tuan Aska."


Jelas Alex panjang lebar dengan raut sedikit sendu. Hatinya cukup sakit saat mengucapkan kalimat terakhirnya,dan Sandra bisa menangkap raut itu.


"Apa alasanmu melakukan itu hanya untuk kebahagiaan Sassya?"


Alex tercekat beberapa detik mendengar pertanyaan Sandra. Kemudian ia tersenyum. "Sepertinya anda bisa membaca ekspresi saya ya nona?" Tanya Alex memastikan.


Sandra hanya tersenyum kecil.


Alex akhirnya memilih menceritakan sebuah rahasia yang selama ini ia tutup rapat.


"Nona,mungkin saya akan menceritakan sedikit rahasia. Saya mencintai nona Sassya,ini rahasia terbesar saya jadi saya ingin anda tutup mulut."


"Ohhhh..." Sandra hanya ber 'Oh' panjang dengan ekspresi meledek membuat Alex salah tingkah.


"Saya tidak tau sejak kapan rasa itu ada nona. Semuanya muncul begitu saja dan saya tidak bisa mengendalikannya,tapi saya juga tidak bisa memiliki nona Sassya. Saya sadar itu,karena itu saya mau membuat nona Sassya bahagia dengan orang yang dia cintai."


Sandra mengangguk."Baiklah,baiklah. Aku paham perasaanmu,memang berat kedengarannya. Tapi semoga kau kuat menahan cemburu jika suatu saat Aska dan Sassya sudah menjalani rumah tangga yang sebenarnya."


Alex mendengus saat mendengar Sandra malah meledeknya.


"Sudahlah nona. Aku menyesal memberi tahu rahasiaku padamu!" Ketus Alex.


Makin menjadi-jadi saja raut tengil Sandra. Rasanya ia menemukan mainan baru selain membuat Zee bertanduk. Tapi melihat Alex yang makin merajuk,Sandra pun berhenti meledek.

__ADS_1


"Baiklah,baiklah. Aku tidak akan meledekmu lagi. Jadi kau ingin aku membantumu untuk mencarikan obat kontrasepsi versi mu itu? Begitu?"


"Iya nona."


"Akan aku carikan,besok pagi aku jamin barang itu sudah ada di tanganmu."


"Terimakasih nona,atas bantuannya. Oh,satu lagi nona. Tolong rahasiakan masalah ini dari siapapun termasuk nona Michelle. Itu saja nona,terima kasih sekali lagi dan selamat sore."


Alex pamit undur diri dari hadapapan Sandra,sedangkan gadis itu masih tinggal untuk menghabiskan pesanannya.


♡♡♡


Di jalan,ponsel Alex tiba-tiba berdering saat pria itu tengah menyetir. Ketika ia melihat nama pemanggil,di situ tertera nama tuan mudanya.


Alex pun mengangkat panggilan tersebut dan menyambungkannya ke headset. Barulah ia mulai berbicara.


"Selamat malam tuan? Ada apa?" Tanya Alex berbasa-basi. Padahal ia tau apa tujuan pria itu menghubungi.


"Kau di mana?"


"Saya sedang dalam perjalanan pulang tuan."


"Pulang? Kau baru pulang? Bukankah jam pulang sudah sedari sejam yang lalu?"


"Benar tuan,tapi tadi saya mampir ke restoran dan jalanan juga cukup macet karena itu saya masih di jalan."


"Apa tuan hanya menanyakan itu?"


"Tentu saja tidak. Aku menelponmu untuk menanyakan perihal obat penunda kehamilan. Di mana obat itu? Kenapa kau belum memberi nya pada wanita bodoh itu?"


Alex menghela napasnya malas mendengar Aska memanggil nama Sassya dengan bahasa kasar.


"Tuan,wanita bodoh itu punya nama dan namanya Sassya. Istri anda." Balas Alex geram.


"Kenapa kau jadi pembangkang sekarang? Sudahlah Alex,aku tidak menelpon untuk berdebat denganmu. Aku bertanya kenapa obat kontrasepsinya belum sampai di sini?".


"Obatnya baru akan tiba besok pagi tuan,karena saya memesannya langsung ke rumah sakit. Dan pagi tadi saya belum sempat mengambilnya."


"Baiklah kalau begitu,lanjutkan perjalananmu malam ini. Jangan lupa,besok pagi aku mau obat itu sudah ada di tanganku. Kau mengerti?"


"Baik tuan."


Aska langsung memutuskan panggilan tanpa menjawab ucapan Alex. Sedangkan Alex?


Pria itu tengah tersenyum dingin,sambil mencengkram erat-erat kemudi mobil.


"Kau benar-benar harus ku masukkan dalam perangkap tuan Aska. Sikapmu sudah sangat keterlaluan,suatu saat aku berharap bisa membalas semua rasa sakit nona Sassya dengan cara memukulimu."


Gumam Alex geram se-geram-geramnya.

__ADS_1


♡♡♡


Di tempat lain,Sandra juga baru memarkirkan mobilnya di depan rumah sakit. Sehabis dari restoran tadi,ia langsung meluncur ke rumah sakit. Hitung-hitung melepas rindu dengan sang kekasih yang sama sibuknya dengan dirinya.


"Sayang.."


Sandra nyelongong masuk ke dalam ruang praktek Zergan. Dimana pria itu tengah memeriksa seorang pasien perempuan,kedatangan Sandra yang mendadak cukup membuat Zergan berekspresi.


"Hei?" Sapa Zergan sedikit kaget. Cepat-cepat ia menyelesaikan pekerjaannya. Dan setelah pasiennya keluar,ia pun menghampiri Sandra yang sudah menunggunya di sofa yang ada di sudut ruangan.


"Sayang? Kenapa tidak bilang kalau mau ke sini?"


"Kejutan! Lagipula,memangnya kenapa kalau aku tidak memberi tahu? Biar kamu lebih leluasa bercengkrama dengan pasienmu? Begitu?"


Sandra pura-pura merajuk. Namun cukup membuat Zergan panik. Dia memang bucin.


"Hei,mana ada. Aku tidak seperti itu,aku hanya memeriksa mereka,menuliskan resep obat. Itu saja,tidak ada yang lain."


Sandra memicingkan matanya pura-pura tak percaya."Benarkah? Apa aku bisa mempercayaimu?"


"Tentu saja."


Zergan yang panik langsung memeluk Sandra sambil mengelus-ngelus puncak kepala wanita itu dengan perasaan sangat takut.


"Jangan marah."


Sandra langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah manja Zergan. Ia bangga menjadi gadis yang bisa menakhlukan gunung es satu ini. Pria yang kata keluarganya,tak bisa berekpresi nyatanya selalu meleleh jika sudah berhadapan dengan Sandra.


"Aku bercanda sayang." Sandra melepaskan pelukannya dan menatap kekasihnya lekat.


"Berikan aku obat pencegah kehamilan."


♡♡♡


Jeng..jeng..jeng...


Bagaimanakah reaksi Zergan saat mendengar kekasihnya minta obat pencegah kehamilan??


Bayangin aja deh. Intinya yang pernah baca  SOA sebelum di revisi pasti tau gimana dinginnya cowok ini...


Lalu ada yang bisa nebak gak apa rencana Alex? Ini sebenarnya plot twis loh tapi kayaknya gampang di tebak deh....


Like vote komen ygy....


Nanti i kasih tau u


Guysss...aku mau rekomen novel mampir ya guys..punya temenku


__ADS_1


__ADS_2