Tautan Takdir

Tautan Takdir
Tuan Aska yang Bodoh


__ADS_3

Aska menghela napas berat,benar kata Alex. Sedari awal seharusnya memang sudah ia perhitungkan jika melawan Zee bukanlah tindakan yang aman.


Tapi sedari awal ia memang tidak tahu jika Sassya adalah adik Zee,mengingat saat pertama kali bertemu. Sassya hanya pelayan. Andai ia tahu fakta itu sebelum ia berhasil membawa Sassya masuk ke dalam perangkapnya,mungkin ia sudah menyiapkan konsekuensinya.


Tapi sekarang?


"Sudah terlambat Aska,tidak ada pilihan lain. Hadapi nona Michelle atau kau akan kehilangan semuanya. Pilihan ada di tanganku dan aku akan memilih untuk menantang nona Michelle,bermain halus,dan membawanya masuk ke dalam perangkap ku. Jika nona Michelle adalah gadis cerdas,maka aku harus menghadapinya dengan cara licik."


Aska membatin dengan senyum smirk di wajahnya.


Alex yang heran melihat kelakuan aneh sang tuan,langsung memberi pertanyaan.


"Tuan Aska? Apa anda baik-baik saja?"


Aska terkesiap,namun senyum di wajahnya belum pudar. Dengan tenang ia menjawab. "Tentu saja aku baik. Aku hanya sedang memikirkan strategi untuk mengambil kembali wanita bodoh itu dari tangan nona Michelle. Bagaimana menurutmu?"


Alex menatap tuannya tak percaya. "Memang tuan punya nyawa berapa sampai berani menantang nona Michelle? Tuan lupa? Apa yang pernah nona Michelle lakukan pada tuan beberapa bulan lalu? Tuan sampai harus di rawat di rumah sakit,apa tuan mau hal itu terulang lagi?"


Aska menggeram marah mendengar ucapan Alex yang seolah merendahkan harga dirinya sebagai laki-laki.


"Alex!! Jangan mengungkit kejadian itu lagi,itu hanya sebuah kelengahan. Aku hanya tidak siap,jika aku dalam keadaan siap,mungkin ceritanya akan berbeda." Elak Aska,menutupi rasa malunya.

__ADS_1


"Tuan,saran saya sebaiknya tuan lepaskan saja nona Sassya. Lagipula hubungan yang di awali oleh kesalahan tidak akan berkhir baik. Itu hanya saran,tapi bisa tuan pertimbangkan. Semua pilihan ada di tangan tuan."


Aska berdecak tak suka dengan saran yang di sampaikan Alex. Emosi di dalam dirinya semakin bergejolak.


"Ide konyol apa lagi ini? Kau pikir aku bodoh? Aku tidak mungkin melepaskan wanita yang sudah membuat aku sial berkali-kali. Di hari pertama kami bertemu,dia sudah menghancurkan proyek ku. Lalu setelahnya banyak kesialan lain yang aku dapat,lalu aku menjebaknya di dalam pernikahan kami. Ku kira aku bisa membuat pembalasan yang setimpal,tapi apa nyatanya?"


Aska bertanya sinis yang hanya di tatap datar oleh Alex.


"Dia adalah perempuan tersial yang pernah aku temui. Aku menjebaknya tapi justru aku yang terjerat. Tapi aku tidak akan menyerah,aku tidak akan melepaskan wanita sialan itu.Aku akan membalasnya. Walaupun harus melawan nona Michelle,aku akan tetap maju. Apalagi saat ini ada fakta penting yang baru saja aku tahu."


Aska menghentikan ucapannya sejenak dan menatap lekat wajah Alex. "Apa kau tau Alex? Wanita bodoh itu kembali melakukan kesalahan,dia hamil dan aku bertekad akan menghancurkan anak itu sebelum ia menjadi kesialan berikutnya. Kau tau kan,aku tidak akan sudi membiarkan keturunan Ghatama lahir dari wanita sialan seperti dia."


Alex yang tadi bersikap tak peduli,kini tampak menatap Aska dengan wajah tak percaya.


"Tuan Aska memang sudah gila!!" Batin Alex mengumpat.


Karena sudah tak tahan dengan kelakuan Aska yang semena-mena terhadap wanita yang ia cintai. Alex pun menunjukkan rasa protesnya.


"Tuan! Apakah tidak celah sedikitpun untuk nona Sassya masuk? Tidakkah tuan berpikir jika pertemuan kalian memang takdir? Tuan yang menjebaknya masuk ke dalam kehidupan tuan,tuan sudah mengambil semua yang dia punya termasuk kehormatannya,dan sekarang. Nona muda sedang hamil,itu darah daging tuan. Tidak akan ada anak jika tidak hubungan di antara kalian berdua,asal tuan tahu. Seorang anak tidak bisa memilih dan tidak pernah tau apa perbuatan orangtuanya dan apa akibatnya untuk dia kedepannya. Tidakkah tuan malu jika di cap sebagai orangtua sekaligus laki-laki yang tidak bertanggung jawab?"


Alex bertanya dengan berang serta napas yang sudah naik turun menahan emosi.

__ADS_1


Namun berbeda halnya dengan Aska,pria itu malah menanggapi kemarahan Alex dengan santainya.


"Kau lucu sekali Alex,dari mana kau belajar mendrama? Ucapan mu seolah mengajariku untuk menjadi laki-laki bertanggung jawab,tapi sayangnya aku TIDAK PEDULI. Kau tau prinsipku,aku akan bertanggung jawab pada sesuatu yang aku cintai dan aku anggap penting dan sayangnya wanita itu tidak masuk kategori manapun. Jadi resiko nya jika aku tidak mau bertanggung jawab. Karena aku sudah memperingatinya agar jangan hamil tapi dia melanggarnya,jadi ku anggap kehadirannya dan anak itu adalah sebuah kesialan."


"Brak!!" Alex menggebrak meja kerja Aska dengan kuat.


"Kau mau mati ya!!"


Aska mengelus-elus dadanya karena kaget saat Alex menggebrak mejanya.


"Tuan,ini peringatan terakhir dariku. Aku memang bukan siapa-siapa. Hanya seorang bawahan yang tidak ada apa-apanya jika di bandingkan dengan tuan,tapi satu hal yang harus tuan ingat. Jangan sampai ucapan tuan menjadi boomerang yang akan tuan sesali seumur hidup tuan."


"Brak..."


Alex keluar dari ruangan Aska dengan sebuah bantingan pintu sebagai bentuk pelampiasan.


β™‘β™‘β™‘


Maaf gessss aku cuman mampu up 800 kata. Mentok ideku,besok aku tambahkan lagi biar panjang...


Kalau ingetπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


Sambil nunggu otor up bab baru...mampir ya guys ke novel temen otor...sinopsisnya ada di bawah siniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



__ADS_2