
Sementara itu di tempat lain. Sassya dan Aska kini baru saja sampai di kediaman keluarga Ghatama. Sedari tadi Sassya sudah memasang wajah masam. Bagaimana tidak,mereka berangkat dari rumah sakit sekitar pukul sembilan pagi dan baru tiba di kediaman Ghatama pada pukul dua siang.
Aska benar-benar mengerjai Sassya hari ini, sebelum ke sini tadi Aska dan Sassya sempat mampir ke butik lalu ke salon dan semua itu menghabiskan waktu hampir lima jam karena Aska yang sangat cerewet dan selalu memprotes setiap riasan yang sudah Sassya kenakan.
"Hei!! Bodoh!! Mau sampai kapan kau memasang wajah masam mu itu hah?? Cepat keluarkan senyummu atau aku akan menyobek mulut jelekmu itu!!"
"Bisanya cuma ngancem." Batin Sassya.
Dengan terpaksa Sassya menarik sudut bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman,namun karena di lakukan secara terpaksa senyuman Sassya malah terlihat aneh.
"Bodoh!! Kau itu mau tersenyum atau mau meledek ku?? Kenapa bibirmu miring seperti itu?"
Kedua bola mata Sassya melotot tak santai mendengar ucapan Aska. "Lo kira gue stroke!! Enak aja,dasar pria gila!!" Umpat Sassya dalam hati.
Sassya masih menatap Aska dengan kesal membuat Aska mengerutkan alisnya dengan raut bingung.
"Ada apa dengan wajah mu bodoh??"
"Tuan,anda keluarlah terlebih dahulu. Saya tidak akan bisa tersenyum kalau tuan masih berada di sini."
Alex yang menyetir di depan tampak menahan tawanya saat mendengar ucapan Sassya yang menurutnya sangat frontal.
"Bodoh!! Kau berani mengusirku??"
"Tuan aku mohon!" Pinta Sassya sungguh-sungguh.
Dengan sangat terpaksa Aska pun akhirnya keluar dari mobil. Sungguh seumur-umur baru kali ini ada orang yang megusirnya dari dalam mobilnya sendiri. Dan parahnya orang itu adalah istrinya. Terlalu.
"Alex!! Kau juga keluarlah!!" Aska tau-tau membuka pintu kemudi dan menarik Alex dari sana. Enak aja bos di luar babu di dalam.
Sassya yang sedang latihan tersenyum sampai kaget karena kelakuan dua makhluk aneh itu.
Sepuluh menit berlalu,Aska sudah uringan di luar sana,di sampingnya Alex terus mencegah Aska yang ingin masuk ke dalam mobil.
"Biarkan nona Sassya merasa relax dulu tuan. Mungkin dia sangat gugup hingga sulit tersenyum." Ujar Alex memberikan pendapatnya.
Aska menatap Alex kesal."Kau pikir aku mau mengajak kencan hingga dia harus gugup begitu? Dia hanya akan menemaiku menemui orangtuaku kenapa juga harus gugup."
"Heh kau bodoh!! Keluar dari sana atau aku akan membakarmu bersama dengan mobil ini." Teriak Aska dari luar.
__ADS_1
"Klep." Pintu mobil langsung terbuka memperlihatkan wajah Sassya yang tampak lebih tegang dari tadi.
"Ckk bodoh-bodoh. Kau ini kenapa hah? Gugup? Kau dengar,di dalam sana nanti, akulah yang akan berbicara pada orangtuaku jadi jika kau takut kau hanya perlu diam dan menunduk. Tidak usah berbicara."
"I...iya tuan saya mengerti." Jawab Sassya tergagap.
"Tadi gugup,sekarang gagap. Kau ini sebenarnya kenapa bodoh?" Tanya Aska sinis.
Sassya hanya bisa menahan napasnya mendengar ucapan Aska yang selalu seenak jidatnya.
Aska melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah tiga sore. Ternyata mereka sudah berada di luar selama hampir tiga puluh menit. Sialan.
"Ayo masuk. Kau membuat orangtuaku menunggu lebih dari tiga puluh menit bodoh."
Umpat Aska kejam,ia langsung meraih tangan Sassya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
Sementara itu,Alex yang masih berada di luar tampak memeriksa ponselnya. Tadi ia mendapatkan email dari Sandra yang memintanya untuk bertemu dengan Zee. Jauh di dalam lubuk hatinya,Alex sebenarnya agak takut apalagi tadi ia baru di beri tahu oleh Sandra jika Sassya adalah mantan adik tiri Zee.
"Kenapa aku sampai melewatkan informasi sepenting ini. Aku yakin setelah tuan Aska tau masalah ini,ia akan memotong semua uang gajiku. Matilah aku." Batin Alex.
Wajahnya berubah sendu saat membayangkan seluruh uang gajinya di potong oleh Aska.
"Semoga saja nona Michelle tidak meminta hal macam-macam. Lagipula nona Sassya hanya mantan adik tirinya bukan?"
♡♡♡
Kembali pada Sassya dan Aska. Keduanya kini sudah sampai di depan ruang kerja tuan Ghatama. Tadi seorang pelayan sudah memberitahu Aska jika dalam tuan dan nyonya Ghatama sudah menunggu kedatangan Aska.
"Kau dengarkan aku. Kau tunggu di sini sampai aku memanggilmu. Aku akan masuk terlebih dahulu ke dalam menemui orangtuaku. Jangan pernah berpikir untuk kabur jika kau masih mau punya kepala utuh." Ancam Aska.
Sassya mengangguk patuh. Hatinya makin ke sini makin resah,ia ragu apakah langkah yang ia ambil ini benar atau malah salah. Tapi ia juga sudah terlanjur di sini,mau pergi pun ia takkan bisa. Ia sudah terjebak.
"Mama doain Sassya pulang dalam keadaan hidup." Batin Sassya.
"Ceklek." Aska melepaskan genggamannya dari tangan Sassya dan mulai melangkah masuk ke dalam ruang kerja daddy nya itu.
Begitu masuk aura dingin langsung merayapi seluruh tubuh Aska. Di sudut ruangan kedua orangtuanya kini tengah memandang Aska dengan tatapan tajam.
"Kemana saja kamu tiga hari ini? Kamu sengaja mau lari dari janjimu kan?" Tanya nyonya Ghatama penuh amarah.
__ADS_1
Aska menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajah memerah. Ia tahu di luar Sassya pasti mendengar bentakam mommynya dan Aska sangat malu sekarang.
"Mana calon istrimu? Mana? Kau tidak berhasil mendapatkannya? Benarkan?"
"Tidak mom,aku..aku membawanya sekarang. Hanya saja kemarin ada sedikit masalah karena itulah kami baru bisa ke sini hari ini." Ujar Aska cepat.
Tuan dan nyonya Ghatama langsung berdiri dari tempatnya,menatap Aska dengan tampang seperti hendak menguliti putra semata wayangnya itu.
Aska memutar bola matanya malas."Come on mom,dad. Jangan melihat ku seperti itu,aku benar-benar membawanya kemari. Bahkan kami sudah menikah malam tadi."
"Gubrak." Nyonya Ghatama menjatuhkan gelas kosong yang tengah di genggamnya ke atas meja. Untung tidak sampai pecah.
"Apa katamu tadi? Sudah menikah? Bagaimana bisa? Kau menghamilinya?" Tanya nyonya Ghatama dengan raut wajah shock.
Tuan Ghatama pun ikut menatap anaknya dengan tatapan tajam."Dimana istrimu itu? Suruh dia kemari. Kau jangan bermain-main dengan daddy Aska."
"Dia ada di luar sebentar Aska panggilkan." Aska langsung membalikkan badannya hendak memanggil Sassya. Namun tuan Ghatama menghentikannya.
"Tunggu Aska!!"
"Apalagi dad." Aska membalikkan badannya dengan raut wajah malas.
"Kau tidak membawa Chintiya kemari kan? Jika sampai wanita itu Chintiya,daddy akan membuang mu hari ini juga!" Tegas tuan Ghatama.
Aska menggeleng." Dia bukan Chintiya,daddy tenang saja. Aku dan Chintiya tidak punya hubungan apapun saat ini." Jelas Aska berbohong.
Nyatanya ia dan Chintiya sampai saat ini masih berhubungan,bahkan Chintiya pun tau jika Aska saat ini tengah memanfaatkan Sassya untuk mengambil alih perusahaan papanya.
"Baguslah jika begitu. Sekarang panggilkan calon istrimu itu,biar daddy dan mommy berkenalannya dengannya. Jika kami rasa dia tidal layak,maka kau harus menikah dengan calon istri pilihan mommy mu." Ujar tuan Ghatama dengan nada penuh ancaman.
Aska mengangguk."Daddy tenang saja."
♡♡♡
Me : Woii kalian,like vote komennya mana? Sepi amat. Ini novel apa kuburan anjirr🙄🙄😒
Rdr : Ngeluh mulu thor,lo manusia apa buku diary?
Me : bnyk bct lo. Like vote komennya mana?
__ADS_1
Rdr : sabar thor. Lo cantik dh kalau lagi sabar.
Me :mksh😌.