Tautan Takdir

Tautan Takdir
Aska? Calon Suami?


__ADS_3

Zee berjalan di lorong rumah sakit dengan langkah yang cukup cepat sampai-sampai Delice kesulitan mengimbangi langkahnya.


"Kita mau kemana sih Zee??" Tanya Delice heran karena saat ini mereka berada di lantai lima.


"Ruang VIP." Jawab Zee singkat.


Otaknya masih tak habis pikir. Seperti ada yang tidak beres di sini,setahu Zee majikan di tempat Sassya bekerja tidaklah sebaik itu. Zee sudah mencari tau hal itu dengan Sandra.


Tapi jika memang mereka tak baik kenapa sampai mau menyewakan ruang VIP yang harganya pasti tak murah. Zee benar-benar tak habis pikir.


Sesampainya di ruang VIP Zee langsung masuk ke dalam tanpa mengetuk terlebih dahulu. Melissa yang tengah tertidur saja sampai terbangun saat mendengar derit daun pintu yang dibuka tiba-tiba.


"Loh Zee??" Tanyanya serak.


Zee memasang senyum hangat." Gimana keadaan mama??" Tanya Zee sembari meletakkan keranjang buah yang tadi ia bawa ke atas nakas dan ia berdiri di samping bed Melissa.


"Udah lebih baik Zee. Kemarin napas mama sesak karena asma nya kambuh. Sekarang udah enakan."


"Syukurlah." Ucap Zee lega.


"Zee,di belakang kamu siapa??" Tanya Melissa bingung.


Zee ikutan bingung dan langsung menoleh ke belakang. Ia agak kaget saat mendapatkan Delice berdiri persis di belakangnya.


"Kenapa muka lo?? Lupa kalau ada gue di sini??" Tanya Delice sinis.


Zee mencebikkan bibirnya."Belum tapi hampir." Jawab Zee dengan watadosnya.


Zee beralih pada Melissa."Ini Elis,masa mama lupa. Anaknya Bunda Tania dan ayah Ivander. Adiknya Arkhan." Jelas Zee.


"Ah,gitu. Mama kira siapa. Makin cantik aja kalian setelah dua tahun."


"Iyalah!!" Jawab Delice PD dan agak ngegas.


Zee langsung menatap Delice tajam." Yang sopan sama orangtua!!" Tegurnya.


Delice hanya mencebikan bibirnya mendengar ucapan Zee. Sesungguhnya ia masih jengkel juga dengan Melissa. Apalagi saat mengingat betapa angkuhnya wanita itu dulu. Namun setelah mendengar cerita Zee kemarin,ia agak iba juga.


"Sassya mana tante??" Tanya Delice penasaran.  Lebih tepatnya ia ingin melihat bagaimana tampang mantan pembully satu itu.


"Lagi keluar sama calon suaminya."


Jawab Melissa yang berhasil membuat Zee tersedak dan Delice melongo.

__ADS_1


"Calon suami?" Tanya Zee memastikan.


Melissa mengangguk." Iya kalau mama tidak salah tadi namanya,tuan Sky atau Aska atau apalah itu." Ujar Melissa dengan raut wajah bingung karena lupa dengan nama calon menantunya sendiri.


Zee semakin heran dengan apa yang barusan ia dengar."Bukannya Sassya bilang,mama ke sini di anter sama majikan kalian ya semalam??" Tanya Zee memastikan.


Melissa mengangguk."Awalnya sih gitu. Tapi...."


Melissa pun mulai menceritakan kejadian yang di alami mereka pagi tadi.


#Flasback on


Pagi tadi setelah Sassya selesai bercerita pada mamanya perihal pekerjaan dan majikan barunya,Aska tiba-tiba datang dan memperkenalkan diri sebagai calon suami Sassya.


Tentu saja Melissa kaget mendengar penuturan pria yang tak di kenalnya itu. Ia pun menanyakan pada Sassya apa yang sebenarnya terjadi.


Sassya bingung pun langsung menjelaskan jika Aska ini adalah majikan serta calon suaminya. Mendengar penjelasan Sassya,Aska pun menambahkan jika ia sudah mengenal Sassya cukup lama sejak Sassya bekerja di restoran.


Saat tau Sassya di pecat dari cafe,Aska langsung meminta Sassya untuk bekerja di kantornya sebagai asisten pribadi Aska. Tapi di sisi lain Aska juga mengatakan jika ia menyukai Sassya karena itulah ia juga berniat melamar Sassya,dan tujuannya datang ke rumah sakit tadi pagi adalah untuk meminta restu Melissa.


Melissa awalnya ragu karena ia sama sekali belum mengenal Aska,namun ia juga tak enak menolak saat mendengar penjelasan Sassya,jika Askalah yang menangani biaya rumah sakitnya saat ini.


Setelah mendapat restu dari Melissa,Aska kembali meminta izin untuk membawa Sassya pergi menemui orangtua Aska.


"Jadi gitu Zee. Mama juga gak tau banyak,semuanya mendadak. Sassya selama ini gak pernah cerita kalau dia ada dekat sama cowok. Dulu ada sih satu cowok yang pernah dia kenalin ke mama,tapi bukan si Aska ini.l


Zee mengangguk-angguk paham. Setelah mendengar penjelasan Melissa,Zee jadi makin yakin jika sudah terjadi sesuatu antara Aska dan Sassya. Apalagi Zee tau jika Sassya pernah menabrak Aska di restoran dan hal itu juga yang membuat Zee membatalkan kerja sama mereka. Sepertinya Aska menuntut balas.


Setelah berbasi-basi sedikit,Zee pun berpamitan untuk pulang. Ia mengantarkan Delice ke rumah terlebih dahulu,setelah mengantar Delice,Zee tak langsung kembali ke rumah. Ia memilik ke markas Dark Night untuk mencari tahu masalah Sassya hari ini juga.


"Jangan pernah bermain-bermain dengan nona Azellea William Michelle." Batinnya.


♡♡♡


Sesampainya di mansion Dark Night. Zee langsung masuk ke ruang komputer dan mulai melakukan penyelidikan. Langkah pertama yang Zee ambil adalah melihat aktifitas Sassya saat ini.


Zee tidak bodoh,ia sudah menyiapkan semuanya dari awal. Di motor Sassya,di handhonenya bahkan di bandul kalung milik Sassya sudah Zee pasang chip untuk jaga-jaga jika ada hal penting seperti halnya saat ini.


Zee mulai melacak keberadaan Sassya lewat handphonenya. Hingga beberapa menit setelahnya lokasi Sassya berhasil di ketahui.


"Kediaman Ghatama?" Gumam Zee dengan kening berkerut.


"Ngapain mereka di sina? Bukannya Sassya belum jadi istri Aska? Baru calon kan?"

__ADS_1


Merasa kondisi makin janggal,Zee langsung menelpon seseorang untuk mencari informasi detailnya.


"Halo San."


"Kenapa Zee?"


"Panggil asisten Aska untuk bertemu denganku malam ini juga."


"Dimana?"


"Markas."


"Oke."


Telepon di matikan,Zee tersenyum smirk menatap layar komputer yang sekarang tengah mengidentifikasi akun whatsapp milik Aska. Zee memilih menghack akun whatsapp Aska juga.


Tak adilkan jika ia hanya memantau kegiatan Sassya di saat Aska juga terlibat di dalamnya.


"Gak sia-sia ingatan gue pulih. Dengan begini gak bakalan ada yang bisa main-main sama gue." Ujar Zee jumawa.


"Gue memang gak ada hak buat ikut campur urusan Sassya. Tapi sayangnya gue juga bisa liat orang terdekat gue dalam masalah."


♡♡♡


Di sisi lain,Sandra kini sudah menjalan perintah Zee. Ia sudah menghubungi Alex untuk membuat janji temu. Ia juga menyuruh beberapa orang untuk mengawasi pergerakan Sassya dan Aska secara langsung.


Sandra memang asisten sekaligus sahabat yang sigap. Tidak ada satupun perintah Zee yang tidak bisa ia lakukan selama ini. Tidak heran perusahaan William yang kini di kelola olehnya dan Zee berkembang begitu pesat dan jauh dari masalah.


"Ini hanya sedikit dari sebagian masalah yang pernah gue selesain." Ujar Sandra sesaat setelah berhasil menghubungi Alex.


♡♡♡


Otor : Curhat dong guys. Kalian ngerasa gak sih aku tuh makin ke sini makin ke sana.


Readers :Ho'oh thor. Kayak makin ke sini makin ke sini gitu thor ceritanya. Kenapa emang thor?


Otor : Gue lagi pusing,banyak job. IYT masih otw,SOA masih revisi belum tugas di luar dunia halu. Mohon bersabar ya jika ceritanya kadang nge feel kadang enggak.


Hujat ajalah kalau kalian mau marah huaaa aku pasrah.....


Asal like vote komennya jangan di berhentiin.


Luv you all

__ADS_1


__ADS_2