
Otor : Biar kleyannn tuh gak pemasarann akuhhh kasih up lagihhh deh😂😂😂
Readers : Penasaran jubaedahhhh. Gue timpuk kopi juga nih lo ya!!
Otor : Mauuuu......
♡♡♡
Aska terkesiap saat mendengar suara lembut yang mengalun di belakang telinganya. Sontak ia membalikkan badannya dan langsung membatu tak percaya dengan pemandangan yang ia lihat.
"S..sayang? Bagaimana bisa?"
Chintiya mendengus."Isshh,tentu saja bisa. Aku sangat merindukan mu. Aku akan melakukan apapun agar bisa bertemu dengan mu." Jelas Chintiya sambil menangis tersedu-sedu di pelukan Aska.
Aska yang melihat Chintiya menangis,semakin mengeratkan pelukannya. "Maaf ya,kau pasti sangat tersiksa dengan situasi kita saat ini. Tapi asal kau tau,aku juga merasakan hal yang sama. Aku sangat-sangat merindukan mu. Tapi kau tau orangtuaku mengawasiku dengan ketat,aku benar-benar sulit melakukan apapun."Lirih Aska sambil mengusap-usap belakang punggung Chintiya.
Chintiya semakin memperdalam pelukannya. Ia bahkan sedikit menggigit dada bidang Aska dari balik kemejanya.
"Sayang aku ingin..." Bisik Chintiya sensual sambil mendorong pelan-pelan tubuh Aska hingga keduanya tiba di depan sofa yang ada di ruangan itu.
Chintiya langsung mendorong kasar tubuh Aska hingga keduanya terjerembab di sofa dengan posisi Chintiya di atas pangkuan Aska.
Gadis itu langsung men-cium kasar bibir Aska dan sedikit me-lu-mat-nya di ikuti balasan tak kalah bergairah dari Aska.
Tangan Chintiya tak tinggal diam,jemarinya bergerak membuka dasi yang melingkar di leher Aska. Kemudian satu persatu kancing kemeja Aska ia buka dan setelahnya ia menurunkan ciumannya ke dada Aska membuat pria itu mendesah.
"S..sayang a..aku..." Aska menggeliat panas merasakan sensasi nikmat yang di berikan Chintiya.
Tangan Aska juga mulai bergerak nakal,me-re-mas kedua bukit kembar Chintiya yang sedari tadi menggesek-gesek permukaan dadanya mebuat Aska semakin tak karuan.
Chintiya juga semakin tak terkendali. Posisi nya yang berada tepat di atas inti tubuh Aska membuatnya leluasa bergerak maju mundur seolah keduanya tengah bercinta.
Ia bahkan mendesah saat jemari Aska menerobos masuk melalui bagian bawah rok mininya dan mengelus-elus bagian bawahnya dengan sedikit kasar.
"****. Sayang,aku ingin..."
Badan Chintiya bergetar bersamaan dengan aliran hangat yang mengalir di celah pahanya. Gerakan jemari Aska berhasil membuanya menggelinjang hebat.
Ia memeluk erat tubuh Aska ketika pria itu tiba-tiba memindahkan posisi mereka jadi berbaring dengan Aska yang berada di atas Chintiya.
Satu persatu kancing kemeja ketat yang Chintiya pakai,ia buka. Setelah itu ia mengeluarkan bukit kembar itu tanpa melepaskan bra nya dan mulai menyusu selayaknya anak kecil.
Chintiya meremas rambut Aska kuat-kuat,ia benar-benar di buat mabuk oleh sentuhan pria itu.
"S..sayang,empphh."
__ADS_1
Sassya terlalu sulit berbicara saat gerakan Aska turun ke bawah dan menyibak rok yang ia kenakan.
Aska bahkan menenggelamkan kepalanya di antara kedua paha Chintiya dan bermain-main dengan lidahnya hingga wanita itu berteriak nikmat.
Bahkan sampai beberapa kali mengalami pelepasan. Aska hampir melakukan penyatuan di antara keduanya,namun tak jadi sesaat setelah ia sadar seberapa jauh mereka sudah bermain.
Aska segera menurunkan kembali rok Chintiya dan mengancingkan kemejanya kemudian membantu sang kekasih duduk.
Dengan napas yang masih memburu Chintiya bertanya agak kesal."Sayang kenapa berhenti?"
Aska menggeleng."Belum saatnya sayang. Lagipula aku masih ada masalah saat ini,aku tidak mau membuat masalah lain yang semakin membahayakan hubungan kita." Jelas Aska apa adanya.
"Masalah apa lagi sayang? Masalah barang-barangmj yang di sita?"
Aska menggeleng. "Bukan itu,orangtuaku meminta ku untuk segera punya anak dengan gadis bodoh itu. Tentu saja aku tidak sudi,aku bingung harus bagaimana."
Aska menenggelamkan wajahnya ke dada sang kekasih dan memeluk pinggang ramping kekasinya dengan erat.
Chintiya terdiam sambil mengusap-usap rambut Aska. Pikirannya melayang memikirkan omongan Aska.
Tiba-tiba ia menemukan ide.
"Sayang aku akan membantumu. Besok malam,temui aku di club Xx. Aku akan menunggumu!"
Tanpa mereka sadari ada telinga seseorang yang diam-diam merekam itu semua. Setelahnya ia tersenyum menyeringai.
♡♡♡
Alvaro terkaget-kaget saat merasakan wajahnya tersiram air.
Ia membuka matanya dengan susah payah dan begitu matanya terbuka ia mendapati Aska sudah berada di depannya dengan tatapan sinis. Di sebelahnya ada Elvaro yang tengah membawa kotak p3k dan tablet obat dan yang di bungkus dalam plastik bening juga sebuah gelas yang sudah kosong.
#Flashback on
Setelah tadi lima belas menit berlalu,Alex yang heran karena tuannya tak kunjung menghubunginya,memilih kembali ke dalam ruangan Aska.
Ia cukup heran mengetahui Aska belum ada di meja kerjanya,lebih heran juga saat mendapati Alvaro tengah tertidur dengan pulas. Elvaro pun belum tampak kembali.
Alex yang khawatir dengan keadaan tuannya pun memilih menyusul ke dalam ruang pribadi tuannya,namun saat ia baru masuk. Matanya tak sengaja melihat pemandangan tak lazim yang membuatnya menghela napas kasar dan memilih bersembunyi di balik di tembok yang memisahkan toilet dan walk in closet. Diam-diam ia menguping kejadian setelahnya.
Tepat setelah ia mendengar Chintiya ingin mengajak Aska ke club Xx. Otaknya langsung di penuhi rasa curiga. Ia pun segera keluar untuk memikirkan bagaimana caranya menggagalkan rencana keduanya.
♡♡♡
Sementara itu di tempat lain Alvaro baru saja terbangun dari pingsannya. Tadi sekeluarnya ia dari apotek,beberapa orang preman tiba-tiba mengeroyoknya tanpa sempat ia lawan.
__ADS_1
Alhasil ia pingsan dan saat terbangun ia mendapati dirinya berada di belakang bangunan rusak yang tak jauh dari apotek dan kantor bos nya.
Ia sempat mengernyit sakit,dan setelah mengingat ia segera memeriksa sekujur tubuhnya termasuk barang-barang yang ia bawa.
Anehnya hanya uang satu juta di dalam dompetnya yang hilang sedangkan ponsel,kunci mobil,atm dan lain sebagainya,semuanya masih aman.
Tak mau memikirkan hal yang membuatnya merasa janggal. Elvaro memilih segera bangun dan kembali ke kantor Aska.
♡♡♡
Di sisi lain,Aska mengiring Chintiya keluar dari ruangannya dengan sangat hati-hati setelah Chintiya berhasil mengenakan kembali pakaian samarannya.
Dan dari jauh Alex terus mengawasi keduanya.
Lalu tak lama setelahnya Elvaro tampak kembali ke ruangan Aska dengan wajah yang sedikit lebam.
Begitu Elvaro masuk,ia mendapati sang adik tampak tertidur dan Aska tampak duduk anteng di kursinya sambil mengerjakan beberapa pekerjaan seperti biasanya.
#Flashback Off
"Ishh,kak kenapa kau menyiramku? Lihatkan! Pakaian ku jadi basah semua." Kesal Alvaro pada sang kakak,Elvaro.
"Kau yang kenapa! Ini jam kerja,kenapa kau malah tidur di saat tuan muda bahkan sedang bekerja?" Geram Elvaro.
Al tak menjawab dan memilih membuang mukanya ke arah samping. Ia merajuk.
"Sudahlah Al,El. Jangan ribut,nanti perutku sakit lagi mendengar keributan yang kalian buat. Oh ya satu lagi,kau Al antarkan berkas yang sudah aku tanda tangani itu pada Alex."
"Baik tuan." Pria itu beranjak bangun sambil mengusap wajahnya yang basah. Setelahnya ia pun mengantarkan berkas yang sudah di tanda tangani Aska pada Alex.
♡♡♡
Aku tripel up guyssss.....
Anggap aja tebusan tiga hari gak up karena gk ada sinyalllll
Huaaaaaa nasibbbb....
Mo chattan sama doi aja kudu manjat pohonnn
Memang tak betullðŸ˜
Aku promo lagi guyss.. Sambil nunggu aku up silahkan mampir ke novel temen author ini ya...
baca baca dulu blurb nya siapa tau tertarik
__ADS_1