Tautan Takdir

Tautan Takdir
Kurang Ajar


__ADS_3

The Wedding


Keesokan harinya,hari yang di tunggu-tunggu oleh pasangan Zergan dan Sandra akhirnya tiba juga. Hari ini di sebuah pantai yang ada di Bali,tepatnya di Blue Point Chapel,Uluwatu.


Sebuah pesta pernikahan mewah bertema outdoor tampak tengah di gelar dengan sangat apik dan romantis.


Di sepanjang jalan menuju pintu masuk acara juga terdapat banyak bunga-bunga cantik yang berhasil membuat mata tamu undangan di manjakan. Belum lagi hembusan segar dari angin yang semakin menambah kesan tenang dan romantis.


Di deretan bangku tamu undangan terutama deretan depan,sudah terlihat pihak keluarga Ivander dan Guanna duduk berdampingan. Lalu di belakang mereka ada keluarga William, dan Anggara yang juga merupakan tamu undangan terhormat sekaligus calon keluarga juga bagi keluarga Ivander.


Hal itu terjadi di karenakan ada Azellea William Michelle yang menjalin hubungan dengan Arkhan Ivander,lalu untuk keluarga Anggara. Ada Kaivano Anggara yang saat ini berstatus tunangan Delice Aurora Ivander.


Ngomong-ngomong soal Delice,gadis cantik nan manja,sekaligus bungsu dari keluarga Ivander yang biasa di sapa Elis itu belum keliatan batang hidungnya. Padahal sedari tadi ada sesosok mata sekaligus orang yang sedang duduk dengan eskpresi kesal karena tak kunjung melihat kedatangan Delice dan Agatha serta satu orang wanita lagi yang orang itu yakini harusnya ada bersama 'mereka'.


Ngomong-ngomong soal Agatha,Zee jadi teringat sesuatu. Seingatnya wanita itu sedang hamil tua,lalu benarkah ia terlibat? Tapi sepertinya iya. Kepala Zee sempat menoleh ke belakang di mana ada keluarga Admaja,alias orang tua Agatha Danice Admaja yang saat ini duduk bersampingan dengan keluarga Nathan Aldebaran kakak ipar Zee.


Benar dugaan Zee,tidak ada Agatha di sana. Nathan pun tidak terlihat batang hidungnya,Zee melirik kembali ke sampingnya. Dari jarak beberapa kursi ia bisa melihat ada Kaivano yang tengah duduk sambil memainkan handphonennya,laki-laki yang berstatus tunangan Delice itu tampak tidak terlihat mencari keberadaan Delice padahal jelas-jelas tunangannya itu tidak ada di sana.


"Hei..,,kamu kenapa sih? Dari tadi toleh sana toleh sini. Nyariin siapa?"


Arkhan yang sedari tadi duduk di samping Zee merasa heran dengan kelakuan sang kekasih yang nampak seperti sedang mencari keberadaan seseorang.


"Ar,sadar gak sih kalau Delice gak ada di barisan keluarga kamu Agatha sama Nathan juga gak,padahalkan dia lagi hamil besar. Masa Nathan tega sih ngajak dia jalan-jalan. Ini acaranya juga udah mau mulai deh,emang mereka keburu kalau masih jalan-jalan dulu?" Ujar Zee berbisik dengan nada dan raut penuh curiga.

__ADS_1


Arkhan tampak berpikir sejenak."Setahu aku mereka gak jalan-jalan deh. Tadi Delice chat aku katanya mereka lagi di jalan. Ngejar dari Villa kan Villanya juga lumayan deket,gak jauh dari sini."


"Mereka? Maksud kamu Delice sama Agatha?"


"Yup. Tepatnya Delice,Agatha dan Nathan. Kan Nathan suaminya Agatha,gak mungkin dong biarin Agatha sendirian. Apalagi Agatha lagi hamil besar."


Mendengar penjelasan Arkhan,Zee jadi manggut-manggut."sialan."Batin Zee mengumpat. Selain Agatha dan Delice,Nathan dan Kaivan patut di curigia. Ia yakin nereka pasti ambil andil dalam kejadian menghilangnya Sassya sebulan ini. Kaivano Anggara kan tunangan Delice.


"Awas aja lo berempat." Batin Zee sambil mengepalkan tangannya erat.


Ia akan memarahi mereka dengan sangat. Terutama pada Kaivan,sahabat yang selalu ia libatkan dalam kegiatan mencari Sassya satu bulan ini. Jika benar Kaivan tahu dan Kaivan tidak memberitahunya,itu berati Kaivan mengerjainya kan? Jadi artinya ia harus memberi mereka hukuman. Sahabat macam apa mereka? Bisa-bisanya membuat Zee susah sekaligus di landa kebingungan.


Jika saat ini keadaan Zee sedang berapi-api. Maka di sisi lain ada pria dengan wajah datar  tanpa semangat yang saat ini baru saja datang bersama dengan asisten pribadinya.


Pria itu tak lain adalah Sky Aska Ghatama. Ia hampir datang terlambat karena harus mengejar langsung di Jakarta pagi-pagi buta menggunakan jett pribadi milik keluarga Ghatama.


Dan sekarang,nasi sudah menjadi bubur Aska mau tak mau harus menikmati acara membosankan ini selama beberapa jam ke depan.


Tak lama setelahnya,acara pernikahan tampaknya akan di mulai. Terlihat pengantin pria sudah duduk di kursi pengantin dan dari ujung jalan masuk lainnya,tampak pengantin wanita yang saat itu mengenakan gaun pengantin berwarna putih tulang tengah berjalan masuk ke area dengan diiringi oleh beberapa orang.


Dan salah satu dari orang yang ada di sana berhasil membuat mata Aska melotot. Ia hampir berdiri dari kursinya jika tidak di tahan oleh Alex yang juga memperhatikan kejadian demi kejadian itu dengan senyuman misterius miliknya.


"Tuan tenanglah." Bisik Alex,sambil menarik pergelangan tangan Aska.

__ADS_1


Alex menatap tuannya sedikit tajam,dengan isyarat matanya ia meminta Aska duduk kembali. Mau tak mau Aska pun menurutinya walau dengan wajah tak rela.


"Tuan Aska,aku mengerti kalau penantian mu selama satu bulan ini 'kemungkinan akan berakhir'. Tapi sepertinya anda memang harus di buat banyak bersabar karena nanti akan ada hal yang lebih mengagetkan dari ini.'" Batin Alex dengan seringaian tersembunyi miliknya. Dapat di pastikan laki-laki satu ini juga sudah mengetahui sesuatu yang lebih dari ini.


Tak lama setelahnya. Acara pernikahan itu akhirnya di langsungkan dengan sangat meriah dan mewah. Beberapa stasiun tv juga tampak mengirimkan reporter mereka untuk meliput pernikahan Sandra dan Zergan salah satu dokter muda sukses sekaligus anak dari pemilik Ivander's Hospital.


♡♡♡


Setelah melakukan upacara pernikahan untuk meresmikan kedua pasangan. Pesta glamor nan mewah tadi akhirnya usai. Tinggal menunggu acara kedua yang akan di lakukan malam nanti di hotel keluarga Ivander's.


Acara yang di adakan siang ini memang hanya di khususkan untuk tamu penting serta pihak keluarga dan kerabat dekat. Sedangkan acara kedua nanti malam di peruntukan bagi para kolega bisnis serta sebagian karyawan dari rumah sakit dan karyawan William group tempat Sandra bekerja yang memang di undang secara langsung oleh kedua belah pihak.


Setelah acara benar-benar usai,satu persatu dari para tamu undangan tampak meninggalkan kursinya. Demikian pula halnya dengan Zee yang sudah menahan gatal di tangan dan kakinya sedari tadi. Gatal mau menghajar orang maksudnya.


Di sisi lain,Aska pun memiliki niat yang sama dengan Zee. Melihat tamu undangan sudah undur diri,tanpa ragu ia pun mendekat ke panggung pelaminan di mana ada sang istri yang tampak tengah berbincang-bincang dengan sang pengantin perempuan.


Tanpa ragu,akhirnya Aska maju mendekati posisi Sassya. Ujung mulutnya sudah siap terangkat untuk memanggil sang istri.


"Sa.."


Ucapan Aska terhenti takkala matanya menangkap sesosok pria yang kini tengah menyodorkan buket bunga ke tangan Sassya.


"Kurang ajar!!"

__ADS_1


♡♡♡


Don't forget to like vote and komen.


__ADS_2