Tautan Takdir

Tautan Takdir
Bilang Pada Tuanmu


__ADS_3

PERHATIAN BUKAN JUDUL LAGUπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


CANDA GENGS!!


β™‘β™‘β™‘


Alex memasuki cafe Century malam itu dengan langkah kaki berat seolah sedang membawa ribuan beton di pundaknya. Tangannya berkeringat dingin dan juga jantungnya berdetak sangat kencang.


"Kenapa baru di pikirkan saja nona Michelle sudah semenyeramkan ini? Bagaimana nanti jika bertemu,aku tidak ingin pulang dalam keadaan termutilasi." Gumam Alex cemas.


Ia benar-benar gugup saat ini. Demi Dewi Fortuna yang entah sedang liburan kemana,saat ini Alex benar-benar takut permisah. Ada yang minat nolong?


"Tok..tok...t.." Alex mengetuk pintu beberapa kali dan terhenti saat pintu ruang VIP tersebut di buka oleh seseorang.


Sosok Sandra muncul dari balik pintu.


"Oh kau,sudah datang rupanya. Silahkan masuk,Zee. Emm maksudku nona Michelle sudah menunggumu di dalam." Ujar Sandra dengan nada datar membuat nyali Alex makin ciut.


"Tidak nona mudanya,tidak asistennya sama-sama menyeramkan. Mereka ini memang paket lengkap." Batin Alex.


Alex pun berjalan masuk,mengikuti Sandra dari belakang. Dari jarak kurang lebih dua meter Alex bisa melihat Zee sedang duduk dengan sebuah laptop di pangkuannya.


Dalam hati Alex jadi bertanya,"Sebenarnya nona Michelle ini mau membahas apa?"


Alex terus berjalan hingga akhirnya tiba di hadapan Zee. Begitu merasakan kehadiran orang lain di ruangan itu,Zee pun lantas mendongak dan langsung bersitatap dengan Alex dan Sandra.


"Oh,sudah datang rupanya." Ucap Zee sembari menggeser laptopnya sedikit ke samping tanpa menghilangkan tatapan dinginnya ke arah Alex.


Alex meneguk ludahnya dengan kasar."Selamat malam nona Michelle. Mohon maaf sebelumnya,apa ada yang mau nona bicarakan dengan saya?"


Zee mengangguk."Ada. Tapi santailah dulu. Duduk dan nikmati minuman mu. Sudah Sandra pesankan tadi,sayang jika tidak di minum." Ujar Zee dengan suara rendah yang justru membuat Alex merasa akan di bunuh sebentar lagi.


"Biasanya binatang begini. Awalnya di beri makan,ujung-ujungnya di bunuh. Nona Michelle tidak berniat melakukan hal itu padaku kan?" Batin Alex resah.


Namun walaupun takut,Alex tetap tak menolak ketika Zee memintanya untuk duduk dan minum."Hitung-hitung bekal sebelum di sembelih." Batin Alex.


"Apa minumannya enak?" Tanya Zee setelah melihat Alex meneguk minumannya.


Alex mengangguk. Jujur minuman yang Zee pesankan memang enak dan itu minuman kesukaannya. Segelas teh hangat dengan perasaan lemon di dalamnya membuat Alex merasa sedikir rileks.

__ADS_1


"Baguslah kalau enak. Aku harap itu tidak menjadi minuman terakhirmu malam ini." Ucap Zee frontal membuat Alex tersedak dan Sandra menahan tawa.


"A..apa maksud nona??" Tanya Alex berusaha berani.


Zee menggeleng pelan."Tidak ada. Aku hanya bercanda. Oh,apa kau juga lapar? Mau aku pesankan makanan?"


"Tidak usah nona muda. Terimakasih. Jadi langsung saja pada intinya,apa yang membuat nona memanggil saya kemari?"


Zee tersenyum miring."Kau tentu tidak bodoh Alex. Kau pasti tau jelas apa yang membuatmu di panggil kemari bukan?"


"Apa maksud nona ini berhubungan dengan nona Sassya? Atau nona mau membahas masalah kerja sama yang batal?"


"Keduanya. Aku ingin membahas kedua hal itu malam ini. Pertama,apa waktu itu Tuan Aska datang terlambat karena bermasalah dengan Sassya?" Tanya Zee to the poin.


Alex mengangguk tanpa memberi pembelaan apapun. Di bandingkan bosnya,Alex lebih takut pada Zee. Lagipula Zee pasti bertanya begitu karena ia sudah tahu masalahnya. Dia kan Zee,jika sudah bertindak pasti akan tahu segalanya.


"Lalu bukankah hari itu Sassya sudah di pecat? Lalu kenapa sekarang Sassya ada bersama Aska? Apa Aska menuntut balas?" Tanya Zee dengan beruntun dan kali ini tanpa embel-embel apapun pada Aska.


"A..anu nona. T..tuan waktu hanya meminta nona Sassya untuk mengganti kerugian,nona ingatkan di hari nona membatalkan kerja sama nona juga mencabut investasi yang nona berikan jadi tuan merasa sangat di rugikan hari itu. Tuan juga merasa kesal karena hal itu terjadi akibat kecerobohan nona Sassya yang menabraknya di restoran kala itu." Jelas Alex.


"Jadi?"


"Lalu?"


"Lalu setelah saya dapat info tentang nona Sassya,saya pun memberinya pada tuan. Waktu itu tuan pun sedang ada masalah di rumah,orangtuanya meminta tuan untuk menikah dan karena tuan belum punya calon istri maka kedua orangtua tuan Aska berniat menjodohkan tuan dengan nona Michelle sendiri."


"Uhuk." Zee mendadak tersedak mendengar ucapan Alex.


"Apa tadi kau bilang?"


"Menjodohkan tuan Aska dengan nona Michelle."


"Ide gila macam apa ini?" Ucap Zee geram.


"Bilang pada para tuan-tuanmu itu. Beritahu kalau aku sudah punya pacar,jadi jangan sembarangan menjodohkanku."


"Baik nona. Saya mewakili tuan dan nyonya Ghatama ingin meminta maaf."


"Hm"

__ADS_1


"Lanjutkan ceritamu."


"Tuan Aska tentu tidak setuju nona. Beliau memang belum ada keinginan untuk menikah,tapi tuan Ghatama memberi ancaman akan mencabut semua aset tuan Aska jika ia tidak segera menikah. Di saat bersamaan tuan Aska mempunyai ide 'bagaimana jika ia menjalani pernikahan kontrak selama satu tahun dengan seseorang.' Kebetulan saat itu tuan memberikan tawarannya pada nona Sassya,tuan juga mengatakan akan melunasi semua hutang nona Sassya."


"Apa tawarannya di berikan sehari yang lalu?"


"Benar nona."


"Begitu rupanya. Jadi apa Sassya menerima tawarannya?"


"Tuan memberi nona Sassya waktu untuk berpikir selama semalam. Namun sebelum waktu berpikirnya nona Sassya sudah meminta bantuan pada tuan Aska karena ibunya jatuh pingsan. Nona Sassya juga mengatakan bersedia untuk menerima tawaran tuan Aska. Itu semua murni kemauan nona Sassya,tuan Aska tidak memaksa." Ujar Alex sedikit berbohong.


Zee kembali tersenyum miring."Tidak memaksa katanya? Seperti nya Alex ini punya nyali juga untuk membohongiku." Batin Zee.


"Baiklah kalau memang begitu. Saat ini aku percaya padamu. Tapi asal kau tahu,aku dan Sassya masih berhubungan sampai saat ini. Jadi,jika terjadi hal yang tidak ku inginkan maka katakan selamat tinggal pada tuanmu itu. Kau mengerti?"


"Saya paham nona."


"Baguslah,satu lagi. Tidak usah ceritakan hal ini pada Aska kalau kau masih mau hidup. Aku ingin dia tahu langsung dari mulutku. Kau mengerti tidak?" Zee mengakatakan hal itu sambil mengeluarkan pistol dari saku blazernya dan memutar-mutarnya di tangan untuk menakut-nakuti Alex.


"B..baik nona."


"Bagus sekarang kau pulanglah. Ingat jangan katakan apapun pada Aska."


"Baik nona."


Zee tersenyum puas karena sudah berhasil membekuk Alex. Sekarang urusannya tinggal dua,melumpuhkan Aska dan membebaskan Sassya. Zee pun beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi diikuti Sandra di belakangnya.


"Terimakasih untuk waktunya malam ini tuan Alex." Ujar Sandra sebelum benar-benar keluar.


Alex hanya bisa mengangguk pasrah dengan napas tercekat.


β™‘β™‘β™‘


Otor : Kapan ya ini karya bisa ramai?? Aku tuh sebenarnya....tapi ya udinlah. Nulis aja pokoknya.


Readers : Maaf ya thor. Abis lu dulu pake hiat sih. Pada kaburkan pembaca lainnya. Semangat otor,cari readersnya lagi.


Otor : Makasehh... Nanti kalau udah ketemu readers lainnya jangan lupa ajak mereka buat Like Vote Komen ya.....

__ADS_1


Luv u


__ADS_2