
"Buang makanan itu Sassya!!" Teriak seseorang dari arah pintu.
Semua yang di situ sontak menoleh. Tampak Zee muncul dengan raut wajah sangar,menahan marah.
#Flashaback on.
Zee yang saat itu masib berada di Jogja,tiba-tiba mendapat telepon dari Sandra. Gadis itu mengabarinya jika kekasih Aska kembali ke Indonesia,dan saat imi ada di rumah Aska.
Sandra juga melaporkan,perihah Sassya yang hampir berlutut jika saja Alex tak datang malam itu. Kedua berita itu membuat Zee marah besar dan langsung memutuskan pulang sebelum liburan selesai. Ia bahkan pulang sendiri tanpa memberi tahu orangtuanya.
#Flashback off
"Buang Sya!! Ngapain lo makan-makanan kayak gini? Gila lo?" Teriak Zee ketika sudah sampai di depan Sassya.
"I..itu masih enak kok Zee. Belum basi juga. G..gue bahkan pernah makan-makanan basi dulu,lo gak usah khawatir." Ujar Sassya sambil tersenyum lebar.
"Dan lo pikir itu enak??" Tanya Zee tak habis pikir.
Sassya mengangguk sambil terus melebarkan senyumnya.
"Ini enak kakak! Bi Sumi bawa makanan ini khusus buat aku,aku belum makan dari kemarin,di tambah lagi itu ayam. Sayang kalau di buang."
Mata Zee membulat tak terima.
"Ayam sisa lo bilang enak?? Udah di tanah?? Gue bisa beliin lo restoran sekalian buat ganti sepotong ayam yang ada di tanah itu Sassya!! Jangan bercanda. Ayo ikut gue pulang!!"
Zee menarik paksa Sassya agar bangung dari posisinya.
"Z..Zee...s..sakit...pelan-pelan kalau mau bantuin gue berdiri." Protes Sassya yang entah kenapa,mulai bertenaga sejak kedatangan Zee.
Zee menatap Sasssya sinis."Sakitan mana sama hati gue yang ngeliat lo di suruh makan sampah kayak gitu?? Pikiran itu Sya!!"
"Hehe. Tapi lo gak bakalan kasih tau mama kan? Jangan kasih tau mama soal ini ya? Mama bisa drop kalau tau kondisi gue." Pinta Sassya pada Zee.
Zee memijat pelipisnya pelan. Bahkan Sassya tampak lebih bodoh dari orang bodoh di luar sana. Ia tak bisa membayangkan bagaimana tadi,jika ia tak datang.
"Sya..sekarang gue tanya. Apa menurut lo makanan yang tadi layak di makan manusia?"
"Layak kok,kan manusianya gue."Ujar Sassya ringan. "Lo gak percaya? Gue bisa ambil lagi kalau lo gak percaya."
Zee mundur selangkah memastikan ia tidak salah mengenali orang.
"Lo beneran Sassya bukan?" Tanya Zee tak percaya.
Sassya mengangguk. Namun tak lama setelahnya ia limbung dan nyaris jatuh jika tidak Zee tangkap.
Kejadian Sassya pingsan membuat semua panik,termasuk Aska.
__ADS_1
"Gendong bego!!" Teriak Zee marah. Badan kecilnya hampir tumbang saat membopong Sassya yang sedikit lebih besar darinya.
Menyadari yang laki-laki di situ hanya dirinya. Aska langsung mengangkat tubuh Sassya dan membawanya ke dalam pangkuannya.
"Lalu saya harus apa?" Tanya Aska dengan bodohnya.
Mata Zee menajam."Bawa ke mobil gue. Apalagi,gue tandain bener wajah lo berdua. Awas aja!!" Ancam Zee geram.
Tanpa di suruh dua kali,Aska segera membawa Sassya keluar rumah di ikuti Bi Sumi,Zee dan Chintiya.
Chintiya tampak misuh-misuh saat melihat Aska mengabaikan dirinya sejak tadi.
"Sayang!! Mau kemana?"
Chintiya menahan lengan Aska yang hendak masuk ke mobil setelah mendudukan Sassya di jok belakang.
"Aku mau nganterin Sassya ke rumah sakit. Dia pingsan Chin!!" Ujar Aska setengah membentak.
Mendengar Aska membentaknya,mata Chintiya mulai berkaca-kaca.
"Kamu mau nganterin dia? Terus aku gimana? Kamu bentak aku cuma gara-gara dia pingsan? Kamu udah gak sayang sama aku??"
Aska mengusak rambutnya frustasi."Bukan begitu sayang. Tapi aku..."
"Kalau kamu tetep pergi nganterin dia ke rumah sakit,aku bakalan pulang ke Paris malam ini juga. Dan jangan pernah anggap aku pacar kamu lagi!! Paham!!"
Chintiya langsung mengeluarkan jurus andalannya.
"Aku bakalan temenin kamu ke sini. Jangan pergi okay? Maafin aku,aku salah."
Chintiya tampak ogah-ogahan menerima genggaman tangan dari Aska.
Melihat keadaan yang makin tak waras. Zee langsung menerobos di tengah kedua sejoli gila itu dan masuk ke dalam mobil. Bahkan saat membelokkan mobil,Zee segera menyerempetkan ke arah Aska dan Chintiya hingga keduanya jatuh terjerembab karena sedikit terserempet.
"Mampus!!" Batin Zee geram.
"Liat aja nanti,gue bales lu berdua."
Zee menoleh ke belakang dan geleng-geleng kepala saat melihat wajah Sassya yang sudah pucat pasi.
"Punya adek,gak beda jauh begonya sama gue pas jaman SMP."
"Kalau mama Melissa tau,dia bisa jantungan liat anaknya di perlakuin kayak binatang gini."
Zee semakin mempercepat laju mobilnya,tak lupa ia mengabari Sandra agar segera menyusulnya ke rumah sakit.
♡♡♡
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit,Sassya langsung di bawa masuk ke ruang UGD. Sementara di luar,Zee mondar-mandir bak setrika sambil menunggu kedatangan Sandra.
Hingga beberapa menit setelahnya,Sandra datang diikuti Jessie dan Bella di belakangnya.
"Gimana keadaan Sassya?" Tanya Sandra sedikit khawatir.
Melihat peluh di pelipis Zee,ia yakin gadis itu pasti sedang menahan amarah.
"Dia masih di tangani,gue gak tau ada kejadia apa di rumah. Pada intinya pas gue datang Sassya lagi mungutin makanan di halaman belakang. Tugas lo,panggil Alex dan pembantu yang tadi ada di lokasi kejadian. Suruh nemuin gue ke sini. Gua mau introgasi."
"Lo berdua,pulang ke mansion. Tunggu sampai bonyok gue dateng. Kalau mereka nyariin gue. Bilang aja,gue ada rapat dadakan gitu." Suruh Zee pada Jessie dan Bella.
Ketiga orang itu paham dan langsung pergi dari hadapan Zee setelah mendapat perintah masing-masing.
Tak lama setelah,Sandra,Jessie dan Bella pergi. Dokter yang menangani Sassya tampak keluar dari ruang UGD.
Zee langsung menghampiri dokter tersebut.
"Gimana keadaan Sassya?"
Tanya Zee pada dokter bername tag Zergan yang tak lain adalah calon kakak iparnya sekaligus pacar dari Sandra.
"Dia kekurangan cairan tubuh,hampir mengalami hipertemia karena kedinginan dan tadi setelah pemeriksaan lanjut,Sassya juga mengalami gejala asfiksia."Jelas Zergan.
"Hipertemia? Asfiksia? Kenapa bisa?" Tanya Zee tak habis pikir.
Zergan mengangkat bahunya tak paham.
"Gue gak tau apa yang terjadi sama dia,lo yang nemuin dia. Sampai di kena asfiksia,itu berati dia ada di tempat yang udaranya kotor. Lengkapnya dia ngalamin hal itu karena ada nya pertukaran udara dalam pernapasan yang buat oksigen dalam darah dia berkurang dan bertukar dengan karbondioksida dalam jumlah banyak. Kalau sampai organ tubuh dia,seperti paru-paru kekurangan oksigen dalam jumlah yang banyak dan gak segera di bawa ke sini. Mungkin nyawa Sassya gak bakalan selamat."
"Dia masih beruntung."
Ujar Zergan sambil menepuk pundak Zee,yang wajahnya tampak memerah.
Zee menghembuskan napasnya tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Kurang ajar kau Sky Aska Ghatama."
♡♡♡
Udah guys,udah. Capekkkkkk
Like vote komen jangan lupa.
Sambil nunggu up selanjutnya...
Baca dulu novel temenku ya.. Judulnya ada di bawah ini.
__ADS_1
.