
"Byurr!!"
Zee kaget bukan main saat merasakan basah di sekujur tubuhnya. Rasa dingin langsung menjalar sampai ke tulangnya membuat gadis itu mengerjab-ngerjab bak orang bego.
"SANDRA!!!" Teriak Zee marah saat melihat Sandra tengah berdiri di tepi kolam renang sambil bersidekap dada.
Sandra tak bergeming dan malah menatap Zee sinis. Buru-buru Zee naik ke pinggiran kolam renang dan langsung menghampiri Sandra.
"Lo apa-apaan sih? Main lempar-lemparin orang ke kolam renang,mau mati lo?"
"Lo yang mau mati!! Gue nunggu lo sampai dua jam,bukannya sadar lo malah ngorok. Gue bikin lo pingsan bukan tidur. Gak ada adab banget lo ya!!"
"Kepala gue pusing Sand. Gimana kalau seandainya tadi gue meninggal? Lo mau tanggung jawab?"
"Mau!! Gampang itu!! Hidup lo ngerepotin gue,jadi mending di musnahin."
"Tega bener."
"Biarin!! Lagian ya Zee,lo selalu bilang kalau ada masalah selesain pake logika. Nah tadi logika lo kenapa? Ada masalah apa lo sampe minum wine tujuh gelas? Udah bosen hidup?"
Mendengar ucapan Zee,wajah Zee yang tadinya sudah lempen bertambah jadi muram. Ia terlihat menghembuskan napasnya dengan kasar. Sebelum akhirnya menceritakan pada Samdra apa yang sebenarnya terjadi tadi siang.
"Jadi Sassya ngelaran lo buat ikut campur urusan dia lagi?" Tanya Sandra setelah mendengar cerita Zee.
Zee mengangguk. "Sepertinya gue memang terlalu ikut campur sand. Gue rasa setelah ini lo gak perlu lakuin pengawasan apapun,gue gak mau ada laporan yang bikin gue terpancing buat bantuin Sassya."
"Jadi lo bakalan biarin Aska berbuat apapun sama Sassya?"
"Itukan yang Sassya mau? Terus gue harus apa? Maksa-maksa bantuin dia?" Tanya Zee sinis. "Itu bukan gue banget Sand. Kerjaan gue di perusahaan ini lebih penting,daripada orang yang gak mau di peduliin. Buang-buang waktu."
Sandra mengangkat bahunya."Terserah lo aja sih. Lagipula sejak awal keputusan selalu ada di tangan lo,gue juga bakalan suruh Alex buat berhentin jadi mata-mata kita."
"Urusin aja sisanya. Gue harus pulang,udah jam lima."
Ujar Zee sambil melangkah setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
"Zee!!" Teriak Sandra saat gadis itu sudan di ambang pintu.
Zee terpaksa berhenti dan menoleh."Apa?"
__ADS_1
"Gue lupa ngasih tau,malam ini lo ada acara makan malam sama rekan bisnis papa lo. Siap-siap ya,acaranya jam setengah tujuh." Ujar Sandra dengan wajah meledek.
"Kurang ajar lo Sand!!"
Teriak Zee smahil berlari tunggang langgang keluar dari rumah Sandra. Gadis satu itu memang benar-benar kurang ajar,bisa-bisanya ia memberi tahu Zee setelat itu. Padahal Sandra tau jika jarak mansion Zee dan rumah Sandra sangat jauh dan Zee belum siap-siap sama sekali.
♡♡♡
Di rumah sakit,Sassya tampak sudah bersiap-siap untuk pulang. Tadi pembantu rumah tangga Aska datang ke sana memjemputnya. Entah atas perintah siapa,Sassya tak tau yang jelas saat infusnya sudah di lepas. Bi sumi tiba-tiba datang.
"Hati-hati non." Ujar Bi Sumi sambil menuntun Sassya keluar dari ruangannya.
"Bibi ke sini diantar siapa?" Tanya Sassya saat dalam perjalanan.
"Bibi minta di antar sama Agus non. Habisnya tuan dan nona Chintiya dari kemarin enggak pulang setelah di jemput paksa oleh beberapa orang." Jelas Bi Sumi.
Sassya mengangguk paham. Beberapa orang yang bi Sumi maksud,pastilah orang suruhan Zee. Begitu pikirnya.
"Non ko biasa aja? Non gak penasaran emang? Sama orang yang jemput tuan dan non Chintiya?" Tanya bi Sumi heran karena Sassya sama sekali tak menampakkan wajah penasaran.
Sassya menggeleng."Sassya udah tau bi. Paling itu orang-orang suruhan kakak." Jawab Sassya acuh tak acuh.
"Bukan bi. Kakak aku itu Zee."Jelas Sassya.
Ekspresi bi Sumi yang tadinya kaget kini berubah jadi bingung."Zee itu siapa non? Kemarin kayaknya cuma ada nona Sandra dan beberapa orang bodyguard yang ikut sama dia. Apa dari salah satu bodyguard itu ada yang namanya Zee? Kakaknya non? Tapi mereka semua cowo loh non,masa namanya Zee."
Tanya bi Sumi bingung.
Sassya tertawa kecil. Ia baru sadar jika hanya orang rumah,dan orang-orang terdekat Zee lah yang memanggil nama 'Zee' pada Zee. Jika di luar rumah Zee pasti akan di panggil Michelle. Bahkan salah satu sahabat dekat Zee,yaitu Kaivano Anggara . Juga memanggil Zee dengan nama Michelle.
"Jadi Zee itu Michelle bi. Nama dia Azellea William Michelle. Nah biasanya kalau di rumah papa sama mama dan bang Vian itu manggilnya Zee. Kalau aku dulu Sassya Bellvara,seringnya emang di panggil Sassya. Tapi kadang aku di panggil Syabell sih sama si Zee."
Bi Sumi kembali melongo mendengar penjelasan Sassya."Oalah,gitu tah non. Bibi kira kakaknya non itu salah satu dari bodyguard-bodyguard itu. Taunya malah nona Michelle. Kalau gitu berati non anak orang kaya dong?" Tanya bi Sumi masih dengan raut kaget.
Sassya menggeleng."'Mantan anak orang kaya' tepatnya bi. Masa bibi lupa? Dua tahun yang lalu kan ada kejadian yang bikin Sassya sama mama Sassya itu di buang dari mansion. Ceritanya viral banget loh bi,gak mungkin bibi gak tau."
"Emm,enggak kayaknya. Bibi gak pernah dengar gosip yang aneh-aneh kayaknya. Bibi kurang suka nonton berita soalnya non,nontonnya mah sinetron di channet stvc. Tau lah non,di situ mah pilemnya seru-seru." Bi Sumi malah curhat.
Sassya geleng-geleng kepala sendiri mendengar kejujuran bi Sumi. Sepertinya rata-rata emak-emak memang suka sinetron. Contoh saja ibunya,semenjak tinggal di rumah doraemon yang Zee beli. Ibunya jadi kecanduan sinetron. Terbukti selama dua minggu setelah keluar dari rumah sakit,ibunya selalu menonton sinetron bahkan sampai lupa berkedip.
__ADS_1
"Tapi bibi penasaran gak kenapa Sassya bisa di buang dari mansion?" Tanya Sassya memancing rasa penasaran bi Sumi.
"Kenapa emang non? Mamanya non selingkuh ya? Kaya yang di sinetron-sinetron orang kaya gitu?"
Sassya tersenyum kecut."Lebih dari itu bi. Sassya sama mama Melissa itu orang jahat. Setelah ini Sassya yakin bi Sumi pasti bakalan benci sama Sassya." Ujar Sassya semakin memancing rasa penasaran bi Sumi.
"Masa sih non? Bibi gak ngerasa non Sassya jahat kok. Baik banget malahan,bibi lebih suka non Sassya yang jadi istrinya tuan Aska. Bibi malah gak ikhlas kalau semisal tuan Aska nikahnya sama non Chintiya. Dia itu sombong,gak cocok sama tuan Aska. Gak kayak non Sassya. Non Sassya itu baik,lembut,gak sombong lagi. Pokoknya non Sassya mah paling terdebes sealam semesta." Puji bi Sumi terang-terangan.
Sassya semakim tersenyum kecut mendengar ucapan bi Sumi. "Aku gak yakin reaksi bi Sumi bakalan sama setelah tau siapa aku." Batin Sassya.
Gadis itu memilih mengurungkan niatnya untuk bercerita dan segera masuk ke mobil karena saat ini mereka sudah ada di parkiran.
♡♡♡
Readers : Konflikk terosssss!! Damainya di sebelah mana thor??
Otor : Damai tuh nenek gue. Makanya gak gue taroh di sini. Takut kualat.
Readers : Gak gitu konsepnya Jaenabbbbb. Maksud aye. Ini konflik kapan selesainya thor? Gak sabar gue pengen liat mereka nganu. Masa udah hampir bab lima puluh belum nganu-nganu thor.
Otor : (Pura-pura gak denger)
Readers : Nganu gak thor!! Kalau gak nganu gue unfav nih.
Otor : Haduhhh sabar ya para readersku yang budimannnn. Kita akan nganu setelah bab 50. Artinya bab nganunya lagi otewe di atas bab 50. Sabar dong. Masa langsung sat-set. Melepas kecebong itu butuh ritual zeyenkkkk. Jiakkmmmhhh kayak berpengalaman aja sih gue.
Btw tebak dong setelah ini ada konflik apaan lagi??
Readerss : Kalau bener dapet apa thor??
Otor : Gak dapet apa-apa sih. Kan gue cuma nyuruh nebak kwkwkwk😂😂
Readers : Oke. Like vote komen di tangan nitijin....
Otor : Jahatttttt😭😭😭😭
Seperti biasa. Aku ijin promo guyss
__ADS_1