Tautan Takdir

Tautan Takdir
Percobaan Pertama


__ADS_3

Sesuai dengan rencana yang sudah Aska pertimbangkan dengan semedi tujuh hari tujuh malam. Hari ini ia dengan gagah berani melajukan mobilnya menuju perusahaan besar nan keramat. William.Corp.


Dan akhirnya,setelah melewati perjalanan yang penuh perjuangan. Menaiki gunung,menuruni lembah dan menyeberangi samudra. Aska pun kini sudah sampai di depan gedung pencakar langit yang pada gerbang masuknya,tertulis. William.Corp.


Aska masuk ke dalam gedung tersebut dan langsung menuju meja resepsionis.


Melihat kedatangan pria yang wajahnya cukup familiar membuat kedua resepsionis yang berada di situ langsung mengenali Aska.


"Selamat siang tuan Sky." Sapa kedua resepsionis tersebut dengan ramah.


Aska mengangguk sopan untuk menjawab sapaan mereka.


"Ada yang bisa kami bantu tuan?"


"Nona Michelle ada? Kalau nona Michelle ada,aku ingin bertemu dengannya. Ada sedikit urusan penting."


Kedua resepsionis tersebut saling pandang sejenak.


"Maaf sebelumnya,apakah tuan Sky sudah membuat janji temu melalui nona Sandra?"


"Belum." Jawab Aska lugas.


"Maaf tuan,kalau begitu anda tidak bisa menemui nona Michelle. Karena jika anda ingin bertemu nona Michelle,maka anda harus menghubungi nona Sandra terlebih dahulu untuk membuat janji temu." Jelas salah satu resepsionis tadi dengan tegas.


Aska menghela napas malas. Sudah ia duga,bertemu dengan Zee sama susahnya dengan bertemu presiden. Heran sekali rasanya,gadis itu sudahlah pintar beladiri,pintar bidang IT,di jaga ketat pula.


"Apa dia itu sebongkah berlian?" Batin Aska emosi.


"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan masuk sekarang,aku akan menunggu di sini. Tapi bisakah aku minta tolong pada kalian untuk menghubungi nona Sandra,suruh dia mengatakan pada nona Michelle jika aku Sky Aska Ghatama ingin bertemu. Ada urusan penting yang ingin aku bicarakan."

__ADS_1


"Baiklah tuan. Silahkan tunggu di sana sebentar,kami akan menghubungi nona Sandra." Ujar salah satu resepsionis sambil menunjukkan sebuah kursi panjang yang ada di ruang tersebut.


Aska mengangguk singkat. Dalam hatinya ia sungguh merutuki Zee beserta seluruh staf yang ada di kantornya. Bisa-bisa nya ia di suruh menunggu seperti orang tak di kenal,padahal semua orang di situ tau siapa dirinya dan apa posisinya di dunia bisnis. Tapi sudahlah,di hadapan William.Corp. Aska hanyalah remahan rempeyek.


"Tuan Sky." Salah satu resepsionis memanggil Aska membuat atensi pria itu teralih.


"Ya." Jawabnya singkat. Aska berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah meja resepsionis.


"Anda boleh masuk tuan Sky,nona Michelle menunggu anda di ruangannya."


Ucapan resepsionis tadi bagaikan siraman air pegunungan bagi Aska. Setelah mengucapkan terimakasih sebagai bentuk basa-basi. Aska pun melanjutkan perjalanannya menuju level selanjutnya. Ruangan Zee.


♡♡♡


"Selamat siang nona Michelle." Sapaan pertama keluar dari mulut Aska begitu ia sampai di hadapan sang target. Azellea William Michelle.


"Siang kembali tuan Sky,ada gerangan apa sampai orang sesibuk anda mau menyempatkan diri datang ke perusahaan saya?" Tanya Zee dengan nada menyindir. Padahal ia sudah sangat tau apa maksud kedatangan Aska,karena tadi ia sudah mendengarnya dari Sandra,sedangkan Sandra sudah mendapatkan informasi dari Alex.


Zee menyunggingkan senyum manisnya.


"Tentu saja,saya hari ini punya cukup waktu untuk berbincang-bincang dengan anda jika itu penting. Tapi jika tidak maka anda tau di mana pintu keluarnya."


"Sabar Aska,sabar." Batin Aska menyemangati dirinya.


Setelah berhasil mengontrol emosinya,Aska pun kembali menampilkan senyum terbaiknya sebelum akhirnya mengungkapkan keinginannya.


"Jadi begini nona Michelle yang terhormat. Sebenarnya,kedatangan saya ke sini bukanlah sebagai rekan kerja. Melainkan sebagai adik ipar anda,saya rasa nona Michelle pasti mengerti maksud saya." Ujar Aska mulai melancarkan recana mautnya.


Zee mengangguk-angguk paham.

__ADS_1


"Ah,begitu rupanya. Baiklah,kalau begitu tidak usah berbicara seformal itu. Bukankah aku ini kakak iparmu?" Zee mulai membalas drama Aska dengan baik.


Aska tersenyum dalam hati. Ia merasa rencananya akan berjalan mulus melihat bagaimana reaksi dan sambutan Zee.


"Baiklah kalau mau kakak ipar begitu. Sebelumnya terimakasih karena sudah mau menerima kedatangan saya hari ini dan saya juga tidak mau berlama-lama membuat kakak ipar menunggu,jadi langsung saja. Bolehkah saya tau di mana keberadaan istri saya?"


Zee masih memasang wajah setenang air sumur menaggapi pertanyaan Aska. Bak batu karang,gadis itu bahkan tak menunjukkan reaksi apapun. Termasuk menghela napas.


"Sebagai kakak ipar yang baik,tidak ada salahnya jika aku memberitahu mu tentang keadaan istrimu. Adikku Sassya,dia ada dalam keadaan baik dan aman bersamaku. Untuk sementara waktu aku rasa ada baiknnya adik ipar ini tidak menenuinya,karena seperti yang adik ipar tau Sassyalah yang memilih pergi. Aku tidak memaksanya."


Mendengar jawaban Zee,emosi Aska kembali naik.


"Nona! Tapi dia istriku,nona tidak bisa membiarkan dia lari dari suaminya sendiri. Apa kata orang jika tau istriku meninggalkan rumah tanpa mengatakan apapaun? Apa menurut nona itu tidak menjadi masalah."


"Wah,calm down. Sejak kapan anda memikirkan kata orang lain? Lagi pula,tidak akan ada cibiran dari orang lain tuan Sky. Pernikahan anda dan adik saya bersifat private. Aku ingatkan jika anda lupa. Jadi tak perlu membodohiku."


Aska tercekat. Ibarat bermain catur,ia langsung di skakmat oleh sang Queen.


"Tapi nona! Apa anda tau? Istri ku saat ini tengah hamil,apa anda tega memisahkan ayah dan anaknya? Sasa pasti butuh sosok suami untuk menemainya di kondisinya saat ini. Anda tidak akan mengerti karena anda belum berkeluarga."


Lagi-lagi Zee menjawab dengan tenang.


"Jangan meremehkan aku tuan Sky. Anda tak perlu khawatir tentang peran suami,karena para sahabatku dapat di pastikan bisa bahkan mampu mengganti peran anda sebagai sosok suami. Setidaknya mereka lebih berguna darimu anda yang hanya tau cara menyakiti adik saya."


"Nona apa maksud anda?"


"Kau pahami sendiri ucapanku. Tak usah ku perjelas,satu hal yang harus kau ingat. Sampai kau berlutut dan menangis darah pun,aku Azellea William Michelle tidak akan membiarkan mu bertemu dengan adikku dan calon keponakanmu. Jangan tanya kenapa,karena aku tau kalau kedatangan mu hanya lah bencana bagi mereka."


"Tidak bisa begini nona,hubungan kami masih sah sebagai suami istri. Anda justru bisa di tuntut karena memisahkan suami dari istri dan anaknya."

__ADS_1


"Kau lah yang seharusnya di tuntut. Suami dan ayah macam apa yang tidak menginginkan kehadiran anaknya? Kau pria yang menyedihkan tuan Sky. Sekarang keluarlah karena waktuku untuk berbicara dengan mu sudah habis."


♡♡♡


__ADS_2