Tautan Takdir

Tautan Takdir
Bertukar


__ADS_3

Sassya masih gemetaran setelah kejadian semi malam pertama tadi. Ia benar-benar tak bisa membayangkan bila mana pria itu tadi jadi menyentuhnya. Mungkin saja ia akan bunuh diri besok pagi. Ia tidak akan rela memberikan  harta paling berharganya pada pria yang jelas-jelas tidak mencintainya.


Takut-takut Sassya melirik ke bawah. Namun dari yang di lihatnya Aska sudah tidur. Pria itu tidur dalam posisi miring,mebelakanginya. Ya,mereka bertukar tempat tidur.


Tadi setelah Aska turun dari kasur,ia langung masuk ke toilet meninggalkan Sassya yang masih menangis. Lalu sekitar limabelas menit setelahnya ia keluar lagi dan langsung meraih paper bag berisi sleeping bed dan merentangkannya di lantai.


Sassya kira Aska akan menyuruhnya tidur ke lantai. Namun ia salah,karena setelahnya tanpa sepatah kata pun Aska masuk ke dalam sleeping bed tersebut dan berbaring membelakanginya.


Bahkan hingga kini pun posisinya tak berubah. Kemungkinan pria itu sudah tidur. Apalagi tubuhnya di balut sleeping bed,jadi pasti ia merasa cukup nyaman. Melihat hal itu,Sassya juga berbalik membelakangi Aska dari atas. Kedua matanya perlahan terpejam dan tak lama setelahnya ia tertidur.


♡♡♡


Keesokan paginya,Sassya bangun tidur lebih dulu saat telinganya tak sengaja menangkap bunyi ketukan pintu. Ia melirik ke bawah dan mendapati Aska masih tertidur,namun kini posisinya sudah berubah terlentang.


Sassya memilih membiar pria itu dan berjalan menuju pintu. Ia membuka pintu sedikit karena tak mau membuat orang di depan sana heran saat melihat Aska yang tertidur di lantai.


Begitu pintu terbuka,ternyata Alex yang berada di depan dengan dua paper bag di tangannya. Sepertinya pria itu mengantarkan pakaian lagi seperti semalam.


Tanpa berlama-lama lagi,Sassya segera meraih paper bag tersebut dan membawanya masuk. Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,setidaknya ia tidak mau kejadian semalam terulang lagi. Jadi sebisa mungkin sebelum Aska bangun,ia sudah berpakaian rapi.


♡♡♡


Sementara itu,di tempat lain. Pagi-pagi sekali,Zee sudah melajukan mobilnya menuju kediaman doraemon. Hari ia akan berpura-pura tidak tahu apapun tentang pernikahan Sassya dan Aska.


Setengah jam setelahnya,Zee sampai juga di kediaman doraemon. Zee tak perlu repot-repot mengetuk pintu karena saat ia datang,Melissa tengah menyiram tanaman di halaman. Dengan segera Zee menyalami wanita paruh baya tersebut.


"Kamu datang ke sini pagi-pagi banget. Mama belum masak tau,tadi bangunnya terlambat. Maklum kemarin capek habis ngehadirin pernikahan Sassya." Ujar Melissa menyambut sapaan Zee.


"Apa ma? Menikah? Sassya sama Aska maksud mama?" Tanya Zee pura-pura heran.


Melissa mengangguk. "I..iya,aduh maaf ya mama lupa cerita. Kemarin setelah pulang dari luar kota Aska tiba-tiba datang ke sini membahas pernikahannya dan Sassya,awalnya mama kaget apalagi mereka gak ada persiapan. Tapi mau gimana lagi,jadinya kemarin pernikhan mereka berlangsung."


"Ohh,Zee kemarin sibuk banget ma. Makanya gak sempat juga ngehubungin Sassya. Sassya juga mungkin gak enak buat ganggu Zee,tapi gak papa nanti kapan-kapan Zee mampir ke rumah Aska. Lagipula papanya Aska itu rekan bisnis Zee." Ujar Zee tak tampak terkejut sedikitpun.

__ADS_1


"Hari ini juga sebenarnya Zee mau pamit sekalian mau ngasih tau mama untuk gak perlu ke toko kue dulu. Soalnya kita mau liburan ke Jogja,sekaligus liat keadaan rumah mama Diana si sana." Ujar Zee menjelaskan maksud kedatangannya pagi ini.


Mendengar penjelasan Zee,Melissa tampak mengangguk paham. "Kamu ke sana berapa hari?" Tanya mama Melissa.


"Tiga hari kayaknya. Hari ini Jumat,minggu baru pulang. Nanti kalau udah pulang Zee pasti mampir lagi ke sini."


"Ya udah,kalau gitu salam ya sama mama kamu. Mama juga minta maaf sekali lagi karena kemarin Sassya gak undang kamu di pernikahan mereka."


"Iya ma gak papa,ya udah Zee pamit dulu ya kalau gitu. Banyak urusan ini. Habis ini mau ke kantor bentar,nanti siang baru berangkat." Ujar Zee berpamitan.


Setelah itu Zee kembali melajukan mobilnya ke kantor. Di kantor ia langsung menghubungi Sandra dan meminta gadis itu menuju ruangannya.


Tak berapa lama,Sandra pun datang.


Gadis itu langsung menanyakan tujuan Zee.


"Masalah Sassya lagi? Kali ini gue mesti ngapain?" Tanya Sandra tanpa aba-aba.


Zee yang tengah menatap layar komputer di depannya,kini beralih pada Sandra.


"Hm"


"Cih!! Udah sana keluar! Muka lo jelek banget pagi ini." Gerutu Zee ketika melihat wajah Sandra yang tampak di tekuk.


Tanpa di perintah dua kali. Sandra dengan semangat membalikkan badannya dan keluar dari ruangan sang atasan.


♡♡♡


Di sisi lain,siang ini Aska,Sassya dan Alex sedang dalam perjalanan pulang dari hotel. Sepanjang perjalanan tak ada satupun dari ketiga orang itu yang membuka obrolan.


Hingga beberapa saat setelahnya ponsel Aska berbunyi membuat Sassya di sebelahnya menoleh sebentar. Tampak kedua bola mata Aska berbinar begitu melihat nama pemanggil,dengan segera ia mengangkat panggilan tersebut.


"Halo sayang." Sapanya pada sang penelpon.

__ADS_1


Mendengar panggilan Aska pada sang penelpon,Sassya sempat terkesiap. Sepertinya ia tahu siapa orang yang tengah bertelponan dengan Aska.


"Apa? Besok pagi?" Tanya Aska dengan nada agak terkejut.


Diam-diam Sassya menguping. Namun sayangnya ia tak tahu apa topik yang tengah di bahas dua sejoli itu.


"Tidak,tidak masalah. Aku akan menjemputmu ke bandara besok."


"Aku tidak sibuk,kamu tenang saja."


"Iya akan usahakan."


"Berjalan dengan baik. Kamu tenang saja.


"Percayalah padaku. Aku akan menjemput kamu besok,aku janji."


"Iya,kalau begitu hati-hati."


"I love you too."


Aska menaruh kembali ponsel miliknya setelah panggilan berakhir. Diam-diam Sassya menghembuskan napasnya dengan berat. Entah bagaimana nasih pernikahan palsunya ini? Apa bisa ia bertahan? Dengan suami yang bahkan hanya menganggapnya alat.


"Lex. Besok kosongkan jadwal siangku. Aku harus menjemput Chintiya ke bandara,dia sudah pulang dari Paris dan katanya akan tinggal di sini selama beberapa minggu." Ujar Aska pada asisten pribadinya.


Alex hanya mengangguk saja,diam-diam ia melirik Sassya melalui kaca depan. Namun gadis yang di liriknya tak menunjukkam reaksi apapun membuat Alex sedikit lega. Setidaknya ia tidak perlu membuat laporan pada Zee tentang Sassya yang mungkin menangis meraung-raung saat tau pacar suaminya akan kembali.


"Tenang nona muda. Banyak yang mendukung dirimu." Batin Alex. Ia sekarang di pihak Sassya.


♡♡♡


Aku lagi gak mood. Gak buat iklan.


Masa aku udah mati-matian ngetik 3 bab malah ilang semua. Aku harus ngetik ulang,rasanya ku ingin menangis meraung-raung...

__ADS_1


Huaaaa.......


Like vote komen lah buat hibur aku😥😪😭😭😭


__ADS_2