
Alunan musik romantis dari lagu Beautifull In White-Shane Filand yang di mainkan tanpa vokal terdengar menyambut,begitu pintu ballroom di buka.
Dari berbagai sudut,tampak ratusan orang menatap Aska. Mulai dari sebagian karyawan di kantornya yang pastinya Aska kenali,puluhan petugas Emerald Golden Hotel,juga karyawan yang ada di toko kue Diana ibunya Zee pun tampak ada di sana. Juga beberapa orang kameramen dari berbagai stasiun televisi tampak hadir mengabadikan momen tersebut.
Aska menoleh ke samping,ke arah sang mommy dengan tatapan bingungnya.
"Mom?" Lirih Aska dengan tatapan kaget sekaligus bingung.
Apalagi pemandangan di dinding yang kini di sulap oleh tampilan gambar-gambar digital yang menampilkan foto-foto para pengantin beserta keluarganya membuat Aska menatap sang mommy harus sekaligus kaget.
"Mom,sebenarnya ada apa ini?" Tanya Aska masih mencoba meyakinkan apa yang barusan ia lihat.
Nyonya Ghatama merentangkan tangannya dengan raut bangga.
"Selamat Sky Aska Ghatama. Ini adalah pesta kejutan sekaligus pesta pernikahan resmi kamu dan Sassya yang mommy rancang bersamaan dengan hari pernikahan Chintiya dan Rama. Kebetulan mommy dapat ide dari nona Delice untuk memberi kamu dan Sassya hukuman dan setelah dirasa hukumannya cukup,mommy berikan hadiah berupa kejutan ini. Kebetulan Ramadika itu rekan bisnis daddy,jadi ketika dia mengabari jika dia akan menikah dengan wanita yang ternyata adalah Chintiya. Mama langsung berpikir bukankah ini ide yang bagus untuk memberi kamu kejutan?"
"Dan yah,kamu kaget kan? Skenario mommy memang luar biasa!!"
Mommy Aska tampak bertepuk tangan bangga di ikuti para tamu undangan yang juga ikut bertepuk tangan kagum dengan ide sang nyonya Ghatama.
"Mom.." Aska kembali memanggil mommynya dengan lirih.
Detik berikutnya ia memeluk erat tubuh kecil sang mommy.
"Mom maafkan Aska. Aska tidak tau kalau mommy menyiapkan ini semua untuk Aska dan istri Aska,Aska minta benar-benar minta maaf. Si..sikap Aska akhir-akhir ini juga semakin kurang ajar pada mommy dan daddy,maafkan Aska."
Lirih Aska sambil sedikit meneteskan air mata membuat nyonya Ghatama tersenyum bahagia sambil mengusap pelan rambut Aska.
"Sttss,gak perlu minta maaf. Mommy paham dengan perasaan kamu,bagaimana? Mau lanjut? Atau batal?"
Nyonya Ghatama menggoda terintat ucapan Aska yang mendoakan acara pernikahannya batal sebelum sampai di sini tadi.
Aska menggeleng cepat.
"Lanjut dong mom. Aska udah siap banget ini!!" Teriak Aska,menghilangkan segala wibawanya untuk sejenak.
__ADS_1
Tapi detik berikutnya,Aska menyadari satu hal yang tidak beres lagi. Ia berbalik menatap sang mommy,kemudian bertanya.
"Mom,jika ini pernikahan aku dan Sassya,juga Rama dan Chintiya. Lantas kenapa Ray dan Shiva kemarin fitting baju? Mereka nikah juga?" Tanya Aska penasaran.
"Pluk.." Tepukan cukup keras mendarat di belakang Aska.
Tampak Raynand berdiri di belakang Aska sambil menatap Aska dengan senyum jenakanya.
"Congrats bro and sorry,aku tidak berminat menikahi bocah kecil seperti Shiva. Aku dan Shiva dia hanya pion untuk melancarkan rencana mommy. Jadi bagaimana? Aku banyak membantu hubungan mu kali ini kan? Aku rasa kau memang harus berterimakasih padaku."
Raynand berkata dengan raut songongnya.
Walaupun kesal,Aska tetap membenarkan ucapan Raynand dengan anggukkan.
"Ya,ya....,kau benar. Kau banyak membantu kali ini. Jadi haruskan aku berterimakasih? Atau biar mommy yang wakilkan?"
"Tentu saja harus kau yang berterimakasih. Tapi tenang,aku tidak membutuhkan ucapan atau kata-kata apapun darimu. Setelah acaramu selesai,kau tolong bicara pada orangtua ku di Singapura,bilang pada mereka agar mereka mencairkan kembali asetku. Yakinkan mereka,kalau aku tidak akan membyat ulah. Aku janji."
Raynand berkata dengan ekspresi memohon.
Aska menatap sepupunya ini dengan malas.
"Baiklah,aku mau membantumu."
"Argghh. Terimakasih brother. Kalau begitu ayo,aku akan mengantarkanmu untuk bertemu dengan istri dan juga mantanmu yang sebentar lagi akan menikah. Kalian nanti akan jadi dua pasang pengantin yang sangat antimainstream sepanjang sejarah."
Raynand tampak antusias mengapit Aska dan mengiring Aska masuk bersama dengan nyonya Ghatama yang ikut mengapit Aska juga dari sebelahnya.
Di pertengahan,Alex tampak keluar dari barisan tamu undangan sambil membawa sebuah kotak beludru yang dapat di tebak isinya adalah cincin.
"Jangan lupa pakaikan ini lagi tuan. Anggap saja sebagai bentu lamaran ulang sekaligus tanda jika tuan mau memulai semuanya dari awal dan terus melangkah bersama-sama dengan nona Sassya,mulai hari ini."
Alex berkata sambil menyerahkan kotak cincin tersebut dengan senyum tipisnya. Tanpa siapapun tau,Alex adalah pria yang kini tengah menutupi lukanya dengan senyuman. Melihat orang yang kita cintai duduk di pelaminan dengan orang lain pastinya menyakitkan bukan? Itulah yang saat ini Alex rasakan.
Tapi ia harus kuat dan harus tegar,karena memang ia dan Sassya tak berjodoh. Alex sadar posisinya di mana,apalagi selama ini Sassya hanya menganggapnya kakak.
__ADS_1
Ya setidaknya ia bangga pernah menjadi pria yang berusaha hadir di saat Sassya butuh sandaran. Kendati tak memiliki,Alex berjanji akan selalu menjaga Sassya ke depannya,apalagi setelah ini status Sassya resmi menjadi majikannya.
"Sekali selamat tuan Aska." Alex akhirnya melepaskan kotak cincin tersebut ke dalam tangan Aska.
Aska tidak tahu jika ada satu rahasia lagi,cincin yang saat ini adalah cincin yang Alex beli dengan uangnya sendiri. Niatnya ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Sassya,namun saat tau Delice dan nyonya Ghatama membuat ide pernikahan resmi untuk Aska dan Sassya. Alex mengurungkan niatnya dan mengatakan pada nyonya Ghatama bahwa ia juga ingin membantu dengan caranya.
Caranya adalah memberikan cincin ini pada pemilik seharusnya,melalui orang yang seharusnya juga.
"Selamat Sasssya Bellvara and i love you." Batin Alex dengan senyum mengembang.
Akhirnya Aska kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda dan berjalan melaui red karpet yang akan mengantarkannya ke kursi pelaminan.
Dari arah pintu samping ballroom. Kejutan lain muncul,tampak Sassya di iring masuk oleh Delice dan Shiva. Raut wajah Sassya tak berbeda jauh dengan ekspresi Aska tadi.
Ia pun tampak kaget.
Aska terus melanjutkan langkahnya,di sepanjang sisi red karpet. Dapat ia lihat,ada Zee dan keluarganya di sana beserta Melissa juga. Di sebelah lain,ada orangtua teman-teman Zee dan juga teman-teman Zee yang turut di undang seperti halnya pernikahan Sandra kemarin. Nyonya Ghatama dan Delice memang sudah mengatur semuanya dengan baik.
Langkah kaki Aska semakin maju,begitu pun dengan Sassya. Di kursi pelaminan ada sepasang pengantin yang juga sudah duduk kalem memperhatikan adegan telenovela tersebut.
Dan di detik berikutnya,entah dapat angin dari mana. Sassya yang harusnya datang menyambut Aska,kini malah tercekat kaget saat Chintiya tiba-tiba berdiri dari kursi pelaminannya dan berlari memeluk Aska dengan erat membuat seluruh mata terbelalak. Termasuk Rama,calon suami Chintiya sendiri.
"Ini gila!!
Batin semua orang dengan tatapan tak percaya.
♡♡♡
Otor : Nah lohh...
Readers : Apalagi ini miskah???
Otor : mana ku tehe...
Readers : Udah 112 thor..,yang bener aja masih konflik..
__ADS_1
Otor : Scroll ke bawah makanya. Jangan fitnes lu,udah baik endingnya gw selesain. Berantem apa kagaknya nanti,ya suka-suka guelah..😂
Tapi gak deng,gak ada berantem2. Marah mama😂