Tautan Takdir

Tautan Takdir
The Wedding


__ADS_3

Sassya melirik sekali lagi penampilannya ke depan cermin. Gaun berwarna putih tulang dengan model cukup tertutup tampak membingkai apik tubuh rampingnya.


Wajahnya juga sudah di rias oleh MUA pagi tadi,belum lagi satu set perhiasan mewah yang melekat di tubuhnya,menambah kesan mewah dan glamor yang membuatnya merasa flashback pada kehidupannya sebelum dua tahun lalu.


"Cantik banget anak mama." Melissa tiba-tiba masuk ke dalam kamar Sassya membuat gadis itu sedikit kaget.


Sassya memasang senyum tipis melihat kedatangan sang mama yang berbalut kebaya berwarna krem yang juga membuatnya tampak cantik walaupun wajahnya masih terlihat pucat.


"Mama juga cantik." Ujar Sassya.


"Sayang banget Zee gak bisa ikut di acara pernikahan kamu. Padahal kemarin mama ngarepnya dia datang." Ujar Melissa.


"Zee kan sibuk ma. Lagian nanti kalau Zee ada di sana,keberadaan dia pasti mencolok banget,kasian."


Ujar Sassya berasalan,padahal ia memang sengaja tak mengabari Zee perihal pernikahan mereka. Lagi pula Aska sudah memberi tahu jika pernikahan mereka hanya di hadiri kerabat dekat.


"Udahlah,nanti kamu kasih tahu Zee kalau dianya udah gak sibuk. Suruh main ke rumah,Aska juga harus tau kalau kamu punya hubungan dekat dengan Zee."


"Iya ma. Nanti kapan-kapan Sassya ajak Zee ke rumah."


"Iya,jangan lupakan Zee walaupun kamu sudah menikah. Dia salah satu orang baik yang sudah memberikan banyak hal untuk kita." Ujar Melissa menasehati.


Padahal sama seperti Aska,baik Melissa maupun Sassya tak ada yang tau jika pernikahan ini bisa terjadi karena Zee lah biang keladinya.


"Iya mamaku,iya. Mama bawel deh. Mending sekarang kita keluar,Sassya udah denger klakson mobil. Kayaknya orang suruhan Aska udah datang buat jemput." Ujar Sassya.


Ia sempat melirik jam doraemon di atas nakas. Jam tersebut sudah menunjukkan pukul delapan pagi yang artinya dua jam lagi ia akan resmi menjadi istri dari Sky Aska Ghatama.


Suatu kehormatan yang seharusnya di apresiasi.


♡♡♡


Sementara itu,di tempat lain. Zee dan Sandra kini sudah berkumpul di ruang pribadi milik Zee di kantor,keduanya tengah menghadap sebuah layar besar yang kini tengah menampilkan ruangan bernuansa pernikahan lengkap dengan para tamu di dalamnya.


"Lumayan mewah ya Zee. Berapa duit lo keluarin buat dekorasi hotel?" Tanya Sandra sambil mengunyah pop corn yang tadi ia bawa dari ruang kerjanya.


Zee menggeleng. "Gue gak ngeluarin uang sepeser pun kali ini. Semua murni dari orangtua Aska. Kemarin gue sempat mau bantu,tapi ortu Aska ngelarang. Katanya itu betuk permintaan maaf mereka sama Sassya."


"Owalah. Enak dong jadi Sassya,gue besok kalau nikah bakalan lo kasih apa?"


"Garam sebungkus."


"Pelitnya."

__ADS_1


"Masih syukur daripada gue gue kasih bungkusnya doang."


"Lamborgini kek."


"Kemahalan,suami lo kan dokter. Banyak uangnya."


"Lo kan CEO. Banyak juga uangnya."


"Banyakkan uang bokap gue."


"Ya udah,kalau gitu gue minta kado sama bokap lo aja."


"Enak aja!! Minta sama mertua lo lah. Ngapain sama bokap gue?"


"Mertua gue,mertua lo juga kali. Gue ini kakak ipar lo! Jangan lupakan itu wahai nona Michelle."


"Bacot!"


"Sttss. Liat Sassya naik ke altar."


Sandra tiba-tiba memutar kepala Zee agar menghadap ke layar kaca yang kini tengah menampakkan Aska yang tampak memasangkan cincin ke tangan Sassya.


"Romantisnya." Gumam Sandra dengan nada terharu saat Melihat Sassya mendapat ciuman di keningnya.


Zee menatap malas pada Sandra. "Akting doang baper! Dasar wong indo." Cibir Zee.


"Tonton deh kelanjutannya. Gue mau kerja,paling juga habis ini mereka makan-makan."


Ujar Zee dengan nada datar. Ia segera beranjak keluar dari ruangan tersebut. Membiarkan Sandra yang masih sibuk menatap layar monitor sambil mengunyah popcorn. Dikira lagi nonton anime kali.


♡♡♡


Di sisi lain,acara pernikahan Sassya dan Aska sudah berjalan dengan lancar. Acaranya juga sudah selesai beberapa menit yang lalu. Tadi pun Sassya dan Aska sudah meyalami para tamu.


Tidak lama karena memang tamunya tidak banyak. Hanya beberapa kerabat dekat dan juga beberapa tetamu penting lainnya.


Sassya melirik Aska yang tampak duduk anteng di tempatnya. Sebenarnya ia mau bertanya kapan mereka pulang,ia cukup gerah dengan gaun panjang dan riasan di wajahnya ini. Sudah lama ia tak memakainya,jadi agak aneh rasanya.


"T..tuan.."


Tepat saat Sassya memanggil Aska,orangtua Aska tiba-tiba datang di ikuti Melissa di samping mereka. Sassya yang tadi sudah berdiri pun kembali duduk di sebelah Aska.


"Selamat ya sayang." Nyonya Ghatama memeluk Aska erat. Ia cukup senang karena akhirnya sang anak menikah. Ya walaupun sebelumnya ia sempat tidak setuju dengan Sassya.

__ADS_1


Nyonya Ghatama beralih pada Sassya yang tampak tengah menunduk. Ia tahu gadis itu pasti masih takut padanya. Perlahan ia mendekat pada Sassya dan memeluk gadis itu dengan lembut. Setelah itu ia melepaskan pelukannya dan menatap Sassya lekat


"Mulai hari ini kamu resmi jadi bagian dari keluarga Ghatama. Jangan sungkan untuk meminta bantuan jika kamu ada masalah,mommy juga nanti akan sering main ke rumah kalian. Kamu juga harus sering-sering ke rumah mommy ,biar mommy ada temennya." Ujar Nyonya Ghatama lembut.


Sassya terkesiap mendengar kalimat kalimat yang keluar dari bibir Nyonya Ghatama.


"Ada apa dengan ibu mertua satu ini? Bukannya kemarin marah-marah?" Batin Sassya was-was.


Ia menatap balik nyonya Ghatama,menelisik, mencari apa maksud wanita itu. Namun ia tak menemukan apapun. Akhirnya karena merasa tidak enak,Sassya pun membalas ucapan mertuanya itu.


"Terimakasih mom. Sassya janji nanti Sassya akan sering main ke rumah mommy. Dengan Aska juga,iyakan sayang?"


Entah keberanian dari mana,Sassya tiba-tiba mengajak Aska masuk ke dalam obrolan mereka.


Aska melirik sebentar,namun setelah ia tersenyum dan merangkul bahu Sassya.


"Tentu saja,mommy tidak usah khawatir. Anak dan menantu mommy ini akan sering main ke rumah mommy. Begitupun dengan mama Melissa. Kami akan sering berkunjung ke sana. Benarkan sayang?" Aska mengerlingkan matanya seolah tengah menggoda Sassya.


Sassya meneguk ludanya kasar. Ia bisa merasa jika Aska merangkulnya dengan kuat. Dengan pasrah Sassya mengangguk sambil tersenyum.


"Sudah-sudah tidak usah pamer kemesraan di sini. Yang penting kalian bahagia,mama sudah senang." Ujar Melissa sambil tersenyum. Ia tak menyangka anaknya sudah menikah dan sudah tumbuh sedewasa sekarang.


Tak kuasa menahan haru ia pun memeluk Sassya dengan erat.


Setelah itu tuan Ghatama juga tampak menghampiri putra tunggalnya itu dengan raut wajah hangat.


"Jaga istrimu baik-baik Aska. Jika kamu melakukan sesuatu yang kasar pada Sassya,maka kami akan membawa Sassya pergi darimu. Ingat kamu sudah berjanji." Tegas tuan Ghatama.


Ia kemudian beralih pada Sassya,menatap menantunya itu dengan hangat. "Dengar nak,kami mungkin baru mengenalmu secara dekat. Tapi jika kelak Aska menyakitimu atau terjadi keributan di antara kalian tolong bicarakan baik-baik. Daddy tidak ingin mendengar jika kalian sampai berpisah karena pertengkaran. Mamamu sudah menyerahkan mu pada putra kami,begitupun kami,kami juga menyerahkan Aska padamu. Jadilah pasangan yang saling melengkapi satu sama lain." Pesan tuan Ghatama sungguh-sungguh.


Sassya dan Aska hanya mengangguk saja. Sassya sendiri tak yakin apa harapan mereka akan terkabul,karena sedari awal hubungannya dan Aska terjadi karena adanya simbiosis bukan cinta.


♡♡♡


Otor : Tamatt!! Yeaayyy. Tapi bohong hayukkk palpalepalpale😂😂


Readers : Rada absurd gimana gitu ya thor.


Otor : maklum lagi males mikir tapi maksa ngetik.😁


Readers : Koreksi thor. Tadi kok si Zee sama Sandra pake bahasa jawa? Bukannya Zee bule?


Otor : Elah,dikit doang gitu. Emaknya dia kan wong Bogor. Piye toh,mosok gak bisa bahasa jawa. Dikit-dikit sabilah.

__ADS_1


Readers : Ohhh. Like vote komen,jangan?


Otor : Jangan! Jangan lupa maksudnya😂😂


__ADS_2