
Seminggu berlalu setelah hari di mana Aska berbicara dengan tuan Ghatama dan tuan Ghatama berkata akan membantunya.
Tak ada perubahan apapun,semuanya masih berjalan seperti rencana nyonya Ghatama karena nyatanya tuan Ghatama tidak memberi bantuan apapun.
Jika tidak berpikir memutulasi orang adalah perbuatan kriminal dan juga dosa,mungkin sekarang Aska sudah melakukan hal itu pada kedua orangtua tengilnya itu.
Bayangkan saja,selama seminggu ini dirinya di pingit di rumah tanpa boleh ke mana-mana. Jika pun keluar Aska harus di temani mommynya,bahkan untuk meeting dan kerja di kantor pun mommynya terus menempeli Aska.
Dan puncaknya adalah hari ini,hari yang Aska sumpahi akan menjadi hari yang paling ia benci. Kenapa? Karena hari ini,lagi-lagi momnynya dengan segala ultimatumnya memaksa Aska agar ikut ke butik untuk fitting baju pengantin. Gila kan?
"Mom,Aska tidak mau fitting baju. Aska sudah menikah,sudah mau punya anak. Aska tidak mau mengikuti ide konyol mommy." Rengek Aska yang saat ini sedang di tarik paksa oleh sang mommy dengan kepala di apit di antara lengan dan ketiak mommynya.
Aska sudah di perlakukan bak bocah lima tahun yang takut di suntik imunisasi.
"Mom.."
"Aska diamlah. Malu pada calon istrimu loh." Ujar nyonya Ghatama dengan kesal sambil tersenyum kikuk ke arah Shiva yang tampak cengar-cengir melihat kelakuan Aska.
"Mom,Shiva ngerasa Sky lucu banget tau." Celetuk Shiva dengan polos sambil terkekeh.
Aska mengeliat di antara ketiak dan lengan mommynya dengan mata melotot ke arah Shiva.
"Diam kau bocah kurang ajar!!" Bentak Aska garang membuat nyonya Ghatama kesal dan memukul puncak kepala Aska dengan tasnya.
Aska meringis saat merasakan ujung lancip tas mommynya mengenai batok kepalanya.
"Mom,sakit." Kesal Aska.
"Sikapmu Aska,sudah mommy katakan! Sopanlah jika berbicara dengan Shiva,dia itu calon istrimu. Masa kamu bentak-bentak gitu."
Tegur nyonya Ghatama membuat Aska mencibir.
"Calon istri dari hongkong." Cibir Aska lagi.
Shiva yang di jadikan bahan gunjingan tampak santai-santai saja. Seolah tidak masalah ataupun tersinggung dengan sikap Aska. Aska jadi mikir,apakah Shiva ini punya urat malu?
♡♡♡
Ketiganya saat ini sudah masuk ke dalam mobil dengan posisi Shiva yang menyetir sedangkan nyonya Ghatama dan Aska berada di kursi penumpang.
__ADS_1
"Shiv,nanti di sana kamu bantu Sassya pilih baju juga ya. Soalnya mommy harus ngawasin Aska sama Raynand. Mommy gak mau Aska ataupun Raynand buat kekacauan di butik. Malu soalnya." Ujar nyonya Ghatama pada Shiva.
Shiva mengangguk.
"Mom,tenang aja nanti Sassya biar Shiva yang urus. Shiva kan ahli dalam hal pilih-pilih baju,pokoknya nanti semua beres."
Shiva berkata sambil menghidupkan mesin mobil dan mulai menjalankannya ke luar dari halaman rumah Aska.
Aska menatap mommynya dengan tatapan tak percaya.
"Apalagi ini mom? Jangan bilang mommy mengajak istri Aska untuk fitting baju pengantin juga? Di butik yang sama? Hari ini? Barengan sama kita?" Tanya Aska beruntun dengan tatapan minta penjelasan.
Nyonya Ghatama mengangguk cepat.
"Benar Aska. Kamu kan tahu kalau orangtua Raynand masih di Singapura,jadi otomatis semua persiapan pernikahan Raynand,mommy yang bantu. Raynand kan sepupu kamu,keponakan mommy juga. Mommy udah anggap dia kayak anak sendiri,gak masalah dong kalau mommy bantu pernikahan dia sama Sassya. Lagian kan pernikahan kalian berempat,harinya sama,gedungnya sama,jamnya sama,ya apa salahnya kalau fitting bajunya juga di butik yang sama. Lebih simple,bukannya gitu Shiv?"
Tanya nyonya Ghatama meminta dukungan dari calon menantunya itu.
Shiva mengangguk cepat. "Benar banget mom."
"Lagian kamu tenang aja Sky. Shiva bukan orang jahat kok,nanti Shiva pasti jagaian Sassya selama proses fitting baju,karena Sassya lagi hamil kemungkinan aja dia bakalan kecapean,nah sebagai calon istri kamu dan calon ibu sambung anak kamu nanti. Gak ada salahnya dong kalau Shiva bantu jagain istri kamu yang sekarang lagi hamil. Ya anggap aja latihan,sekarang jaga mommynya nanti setelah anak itu lahir dan Shiva jadi istrinya Sky. Shiva bakalan belakar jagaian anaknya juga."
"Dasar bocah kurang ajar. Mimpimu itu ketinggian,dan aku tidak mau mengabulkannya." Batin Aska dengan gigi gemeretak menahan emosi.
♡♡♡
Sesampainya di butik ada pemandangan yang tak kalah membuat Aska panas. Di sebuah sofa panjang,yang sepertinya di gunakan untuk pengunjung menunggu. Tampak di sana sudah ada Raynand dan Sassya yang sedang duduk di posisi yang terbilang sangat dekat.
Aska mengepakan tangannya,kakinya sudah bergerak ingin mendekati Raynand namun sialnya Shiva tiba-tiba merangkul lengannya dengan erat.
"Hai semua!!" Suara cempreng Shiva membuat Raynand dan Sassya menoleh. Mata kedua pasangan suami istri yang hampir terpisah itu tampak saling menyorot dengan ekspresi sendu.
Menyadari akan ada adegan drama,Raynand langsung berinisiatif menambahkan bumbu konflik dengan cara mengajak Sassya berdiri dan merangkul pinggang Sassya dengan posesif.
"Udah lama nunggu ya Ray?" Tanya nyonya Ghatama yang di sambut gelengan oleh Raynand.
"Belum lama kok aunty. Baru sepuluh menitan mungkin,it,s okay. Kalian kayaknya kejebak macet ya? Soalnya muka Aska di tekuk gitu. Ray tebak pasti macetnya parah banget."
Raynand berucap santai tanpa peduli ada bara api yang saat ini tersorot dari tatapan Aska. Pria itu seolah tak peka jika ekspresi cemberut Aska muncul karena melihat keberadaan sang istri tapi tidak bisa mendekatinya karena terhalang sanh mommy.
__ADS_1
"Ah,Ray. Kamu bisa aja,Aska gak lagi badmood kok. Cuma lagi ngambek kayaknya,biasa panas-panas gimana gitu kalau liat adegan hot di depan mata."
Nyonya Ghatama ikut menyindir putranya yang tampak tidak melepaskan pandangan sedetikpun dari wajah sang istri.
"Hahaha,aunty bisa aja. Tapi sorry sebelumnya As,pernikahan aku dan Sassya memang harus di lakukan. Lagipula ibu Melissa juga sudah setuju,aku harap kau tidak masalah dengan keputusan aunty. Jangan menyalahkan aunty,aku berjanji akan menjaga istrimu dan calon anakmu dengan baik ke depannya. Kau juga begitu Aska,jaga Shiva dengan baik karena dia calon istrimu."
Raynand berujar santaj tanpa mempedulikan kobaran api fatamorgana yang tampak berkoar di belakang kepala Aska. Sedangkan Sassya,wanita hamil satu itu tidak berniat memberikan respon apapun. Cukup sudah seminggu ini ia memohon pada Raynand,Zee dan juga mamanya agar membantunya tapi tidak ada satupun dari mereka yang bergerak membuatnya patah arang seketika.
Melihat raut-raut wajah yang saling berperang,nyonya Ghatama hanya bisa menghela napas pendek. Perlahan tangannya meyentuh pundak Aska membuat Aska menoleh.
"Sudah ya,masalah ini tidak usah di bahas lagi. Lagipula,undangannya sudah tersebar Ray. Tidak ada yang perlu di khawatirkan,Aska akan tetap menikah dengan Shiva dan kamu akan menjadi suami baru bagi Sassya. Jadi sekarang lupakan masalalu kalian karena kita harus segera fitting baju. Masih banyak kesibukan lain yang harus mommy urus. Jadi jangan membuang waktu mommy."
Nyonya Ghatama memberi kode pada Raynand lewat sudut matanya sambil menarik badan kaku Aska agar mendekat ke arahnya.
Shiva yang peka juga tampak melepaskan rangkulannya dari lengan Aska dan berjalan mendekati Sassya dan Raynand.
"Ayo Sassya,ikut Shiva. Kita fitting gaun ke dalam sana. Tenang aja,nanti Shiva yang bakalan bantuin Sassya,Sassya tinggal duduk di kursi biar Shiva suruh petugas butik buat pajangin baju-bajunya di depan Sassya. Nah nanti Sassya yang pilihin sendiri. Atau kalau Sassya mau,biar Shiva bantu pilihin juga,sekalian Shiva cari baju buat pernikahan Shiva juga sih,Sassya gak keberatan kan?"
Shiva mengoceh dengan santai sambil menarik Sassya masuk ke dalam lorong yang berisi deretan gaun pengantin.
Sassya yang di tarik hanya bisa mengikuti dengan pasrah. Sekilas ia melirik ke belakang,dapat ia lihat Aska dan Raynand kini juga tengah di awasi oleh nyonya Ghatama untuk memilih baju.
♡♡♡
Usai melakukan fitting baju dan juga pembayaran,Aska,Shiva dan nyonya Ghatama pamit pulang. Begitupun dengan Raynand dan Sassya.
Kelima orang itu akhirnya pulang dengan raut berbeda-beda. Jika Shiva,nyonya Ghatama dan Raynand tampak sumringah,maka lain halnya dengan Sassya dan Aska.
Sepasang suami istri yang sebentar lagi akan di pisahkan itu menampakkan raut mendung sepanjang perjalanan pulang.
♡♡♡♡
Crazy up sih guys. Tapi belum aku tamatin ya guys. Tanggal 3 kayaknya baru tamat hehe
Maaf ya...
Aku ingkar....
Dararararii...
__ADS_1
Like vote komennya jangan lupa ya...