Tautan Takdir

Tautan Takdir
Babak Belur Boss??


__ADS_3

Aska berjalan masuk ke dalam kantornya dengan wajah yang sudah tidak berbentuk. Sedikit mengerikan tapi juga tampak lucu,hidung dan mulutnya tampak mengeluarkan darah,kedua matanya terdapat lebam yang membuatnya terlihat seperti panda,belum lagi kedua jidatnya juga terlihat bertanduk karena terdapat dua benjolan di kedua sisi.


Seluruh karyawan bergidik ngeri melihat keadaan bos mereka yang entah habis di apakan dan entah siapa orang yang berani membuat wajah paripuna sang bos hingga seperti itu.


"Tuann..." Alex menggangtungkan ucapannya dengan mulut terbuka. Beberapa buah dokumen di tangannya terjatuh ke bawah begitu matanya menangkap keadaan sang atasan.


"Tuan,Anda kenapa? Apa yang terjadi?" Tanya Alex heran sekaligus shock.


Aska tak menjawab,ia hanya menggeleng sambil meringis dengan badan sedikit gemetar.


Dengan segera Alex memapah tubuh sempoyongan Aska dan membantu membawanya masuk ke dalam ruangannya lalu mendudukkan Aska dengan hati-hati di sofa.


"Tuan tunggu sebentar,saya ambilkan P3K dan juga air dingin untuk mengompres sekaligus membersihkan luka di wajah tuan." Ujar Alex setelah mendudukkan Aska di sofa.


Aska mengangguk sambil memejamkan kedua matanya dengan kepala tersandar di sofa. Andai tidak malu dan tidak memikirkan reputasinya,mungkin sekarang Aska sudah menangis meraung-raung untuk melampiaskan rasa berkecamuk di dalam dirinya.


Bayangkan saja,tadi ia baru di hajar habis-habisan oleh Kaivano Anggara. Ia sempat melawan namun pria dengan ilmu bela diri di atas rata-rata itu memang susah di takhlukkan.


Aska jadi menyesal sudah memaksa menerobos Kai,andai ia sedikit lebih sabar dan memikirkan srategi aman untuk masuk,mungkin nasibnya takkan semiris ini.


Tidak pernah Aska bayangkan sebelumnya jika ia akan di seret dengan kejam lalu di gotong dengan kedua kaki dan tangan di ikat seperti sapi qurban lalu di buang ke jalanan hingga ia hampir mati karena sudah boyok,susah bergerak lagi.


"Sial sekali,Aku ini Sky Aska Ghatama. Beraninya bocah seusia Kaivano itu memperlakukan aku setidak sopan itu,lalu Sasa! Wanita sialan itu bukannya menolongku,dia malah pingsan di tempat. Dasar bodoh!! Tapi ngomong-ngomong bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja? Apa anak kami baik-baik saja? Eh Aska,apa yang kau pikirkan? Anak kami? Hihhh,aku tidak sudi mengakui anak itu!!"


Aska terus membatin dengan hidung kembang kempis juga alis mata yang berkerut-kerut. Alex yang heran dengan kelakuan tuannya,berinisatif untuk menyadarkan. Takutnya sang tuan kesurupan.


Jadi tanpa berpikir dua kali,Alex pun dengan sengaja menekan benjolan di kepala Aska hingga pria itu mengaduh.


"Kau mau mati ya!!" Bentak Aska garang.


Alex lega bukan main mendengar tuannya buka suara. Ia sudah berpikir yang tidak-tidak,takut tuannya ketempelan makhluk halus.


"Pelan-pelan,itu sakit tahu!!" Bentak Aska lagi.


"Maaf tuan,tadi saya kira anda kesurupan. Karena itu saja uji dengan cara menekan tanduk di kepala anda." Ujar Alex dengan muka polos tanpa dosanya.


"Alexander!! Kau mau mati ya?? Siapa yang mengizinkan mu menamai benjolan di jidatku? Kau benar-benar..."

__ADS_1


Aska sudah mengangkat satu kakinya hendak menendang Alex namun buru-buru di cegah.


"Sabar tuan. Jangan marah-marah,lagipula saya tidak sepenuhnya salah. Jika di lihat-lihat benjolan di kepala tuan memang mirip tanduk karena jumlahnya ada dua."


"Alex!! Keluar kau!!" Aska benar-benar menendang tulang kering Alex dengan kuat hingga membuat pria itu terjungkal.


Bukannya meringis atau berlari. Alex malah kembali bangkit dan duduk di samping tuannya dengan wajah tanpa rasa bersalah.


"Tuan,anda tidak bisa mengusir saya dari sini. Ini ruangan saya,lagi pula kan saya masih mengobati luka tuan. Memangnya tuan sanggup mengobati lukannya sendiri?"


"Kau.."


"Iya tuan. Saya salah,saya minta maaf dan berjanji tidak akan berkata yang aneh-aneh lagi." Ujar Alex kali ini dengan mimik wajah yang di buat takut.


Aska pasrah dan hanya bisa melirik Alex kesal.


"Cih!!" Decihnya sinis.


Kedua tangan Aska bergerak mengambil dua lembar plester dan menempelkannya ke masing-masing benjolan yang ada di jidatnya.


Bukannya membuat suasana membaik,hal itu malah memancing gelak tawa Alex. Pria itu terpingkal-pingkal hingga nyaris terjungkal. Sekarang Aska bukan lagi punya dua tanduk,tapi sekarang sudah berganti. Ia jadi punya alis mata double persis seperti pemain pantomim.


"Alexander!!!" Teriak Aska untuk yang ke tiga kalinya.


"Bruk.." Tubuh Alex terhempas ke lantai bersamaan dengan suara kepalanya yang beradu dengan lantai. Ini ke dua kalinya ia di tendang oleh Aska.


Dengan masih menahan tawanya,Alex kembali bangkit dan duduk di samping lagi di samping Aska.


"Alex!! Sekali lagi aku bilang,keluar kau dari sini atau aku akan membunuh mu sekarang juga!" Ancam Aska sambil mengeluarkan mata cutter dengan gerakan hendak menusuk Alex.


Alex bergidik ngeri melihat kelakuan tuannya. Namun nyalinya masih besar untuk menganggu tuannya.


"Tuan Aska,kali ini saya benar-benar minta maaf.  Saya berjanji tidak akan menertawai tuan lagi. Tapi sebagai gantinya,bolehkan saya tau apa yang menyebabkan wajah tuan sampai serusak ini?"


Emosi Aska kembali mendidih saat mendengar kata 'rusak' yang seolah membuat mukanya setara dengan jalanan. Melihat gelagat panas Aska,Alex pun segera meralat ucapannya.


"Tuan maksud saya,siapa orang gila yang berani-beraninya memukuli wajah tampan tuan ini?" Tanya Alex sekali lagi dengan kosakata selembut sutra.

__ADS_1


Barulah setelah itu wajah Aska bersahabat.


"Kau benar Alex. Tuan Vano itu memang orang gila. Berani-beraninya dia membuat wajahku seperti ini,dan asal kau tau. Dia juga..."


Aska langsung bungkam setelahnya.


"Tidak,tidak boleh. Alex tidak boleh tau kalau mereka tadi juga mengikatku seperti sapi qurban. Bisa-bisa aku di tertawainya lagi nanti. Sebaiknya aku mengalihkan pembicaraan." Ujar Aska membatin.


Alex memandang tuannya dengan tampang penasaran."Tuan Vano berbuat apa lagi tuan? Jangan bilang kalau dia?" Alex menatap Aska curiga membuat Aska gugup.


"Jangan bilang kalau tuan Vano juga menendang anda seperti yang anda lakukan pada saya tadi. Apa saya benar tuan?"


Aska bernapas lega. Untung Alex tidak bisa menebak.


"Ya kau benar. Dia memang menendangku. Dia benar-benar kurang ajar."


"Tapi tuan. Ngomong-ngomong kenapa tuan Vano bisa memukul tuan? Memangnya tuan habis membuat masalah apa?"


"Aku tidak membuat masalah apapun!" Elak Aska.


"Aku hanya datang ke mansion milik sahabat-sahabat nona Michelle untuk mencari keberadaan Sasa. Tapi  sahabat-sahabat nona Michelle menghalangi ku,termasuk tuan Vano itu. Sial sekali,aku tidak menyangka kalau dia ternyata sahabat nona Michelle."


Alex termenung mendengar penjelasan Aska.


Tiba-tiba terbersit ide di otaknya.


"Aku harus mengatur waktu temu."


♡♡♡


Maaf ya guys kalau kurang nge feel...


Aku tuh lagi sakit...


Kepala kunang2 terus rasanya. Tapi demi reward rajin up. Aku harus tetap semangat😂


Mana aku juga lagi sibuk bikin kerangka buat novel baru,kan novel ini tinggal berapa puluh bab lagi dan setelahnya tamatt...

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen ya...


__ADS_2