Tautan Takdir

Tautan Takdir
Surat Apa??


__ADS_3

"K..karena aku...,aku mengkhawatirkanmu tuan Aska,dan aku melakukan aksi mogok makan agar Zee mau mempertemukan aku dan tuan!"


Setelah mengatakan kalimat itu,Sassya langsung terdiam. Tercekat oleh ucapannya sendiri,rasanya ia ingin berteriak karena malu sudah mengatakan isi hati yang selama ini ia sembunyikan.


Melihat raut wajah Sassya yang bersemu malu,Aska jadi merasa senang. Otaknya tiba-tiba memflashback isi surat yang ia temukan di dalam lemari beberapa hari yang lalu. Jadi apakah boleh ia beransumsi jika alasan Sassya mengkhawatirkannya adalah karena Sassya menyukainya.


"Sasa boleh kah aku bertanya?"


"Eh..?" Sassya mengerjab-ngerjab bodoh. Ia kira Aska akan meledeknya,ternyata tidak.


"Apa yang ingin tuan tanyakan?"


"Apa kekhawatiran yang kau katakan barusan ada hubungannya dengan surat yang kau tulis waktu itu?" Tanya Aska to the point.


Raut wajah Sassya berubah bingung. "Surat? Surat apa maksud tuan? Aku tidak pernah menuliskan surat apapun." Jawab Sassya dengan tatapan mengernyit.


"Tidak pernah?" Kini wajah Aska yang tampak bingung.


Sassya menggeleng."Bagaimana kalau kita duduk dulu,ku rasa ada banyak hal yang harus kita bahas. Lagipula kamar ku ini juga kedap suara."


"Kedap suara?" Mendengar itu,otak Aska jadi berfantasi.


"Iya tuan,kedap suara. Kenapa memangnya?" Tanya Sassya tak peka.


Aska tersenyum licik." Tidak ada,baiklah kita lanjut mengobrol dulu." Jawab Aska cepat. Jangan sampai Sassya curiga.


"Jadi surat apa yang tuan maksud?" Tanya Sassya setelah keduanya duduk berhadapan di tepi ranjang.


"Suratnya tidak aku bawa. Tapi sepertinya ada yang mencoba membuat kesalahpahaman di antara kita." Pancing Aska.


Sassya mengernyit."Kesalahpahaman bagaimana?"


"Aku sulit menjelaskannya,intinya karena surat itu juga aku tau kehamilanmu." Jelas Aska lagi.


Sassya tambah bingung. Orang yang tau kehamilannya kan hanya bi Sumi dan Zee,lalu anak-anak di Mansion. Rama bahkan belum ia beritahu karena minimnya waktu saat di minimarket kemarin.


"Sasa apa kau tidak penasaran dengan isi suratnya?" Tanya Aska lagi,karena melihat Sassya malah termenung.


Sassya mengangguk lugu."Tentu saja penasaran. Apa tuan tidak bisa langsung jelaskan isi suratnya?"


"Tidak bisa! Aku tidak terlalu ingat,kalau kau mau. Kau bisa ikut aku pulang ke rumah untuk melihat langsung suratnya. Bagaimana?" Aska langsung menjalankan rencana berlian yang muncul tiba-tiba di otaknya.


"I..ikut tuan pulang? T..tapi kan aku sedang kabur tuan,tidak mungkin kan aku kembali lagi ke sana." Jawab Sassya polos.


Beberapa saat setelahnya,Sassya seperti tersadar akan sesuatu.


"Oh iya. Benar! Aku kan sedang kabur dari mu tuan,kenapa kau malah masuk ke kamarku? Kau mau menculikku?" Tanya Sassya makin konyol.

__ADS_1


Aska melotot tak percaya mendengar ucapan Sassya."Heh bodoh. Otakmu ini terbuat dari apa sih? Aku curiga jangan-jangan otakmu isinya daging semua,lagipula aku ini suamimu bodoh. Memangnya suami tidak boleh menemui istrinya?"


Sassya mengerjab-ngerjab bodoh."S..suami ya...? Ah iya benar,tuan kan suami ku. Tapi aku tetap tidak mau ikut tuan pulang ke rumah."


"Kenapa memangnya?"


"Tuan kan tidak menginginkan anak yang lahir dari rahimku. Jadi aku tidak mau ikut dengan tuan karena tuan pasti akan menyuruhku menggugurkan anak ini,atau..." Sassya jadi teringat ucapan Zee kemarin sore.


#Flashback on


"Emang lo yakin dia ngomongnya dari hati? Kalau ternyata itu cuman akal-akalan aska gimana? Bisa jadi kan dia ngomong kayak gitu buat narik simpati lo,ntar lo masuk perangkap dia,ikut dia pulang,pas udah di rumah sana,dia bakalan kasih arsenik buat bunuh lo sekaligus anak lo,terus dia jadi duda dan nikah deh sama Chintiya. Dan lo gak bisa nuntut karena lo udah dead..."


Zee menakut-nakuti Sassya dengan ide psikopat andalannya.


#Flashback off


"Jangan-jangan tuan mengajakku pulang untuk membunuhku ya!" Tanya Sassya galak setelah otaknya mengingat ucapan Zee kemarin.


Aska tampak gugup sekaligus kaget dengan pertanyaan Sassya.


"K..kenapa kau berpikiran seperti itu? Mana.., mana nungkin aku tega melakukan itu pada istri dan anakku,yang benar saja. Percaya padaku,aku tidak sejahat itu." Kilah Aska dengan sedikit terbata-bata.


Sassya menatap Aska tak percaya,"Be..,berati tuan mau bertanggung jawab atas bayi yang ada di perutku?" Selidik Sassya lagi.


Aska mengangguk cepat."T..tentu saja mau! Karena itu aku mengajakmu pulang ke rumah kita,kalau kau terus di sini aku tidak akan bisa melakukan peranku sebagai ayah."


Aska tercekat. Ia melupakan sesuatu. Ia harus menyiapkan alasan dengan cepat.


"Emm,Sasa. Kau dengar baik-baik,aku Sky Aska Ghatama sudah mengakhiri hubunganku dan Chintiya dan aku berjanji hanya kau dan anak kita yang akan menjadi prioritasku ke depannya. Kau mau percaya kan?"


Sassya masih belum bergeming,masih berusaha mencari celah kebohongan dari dalam mata Aska,hingga sedetik kemudian. Sebuan ciuman lembut mendarat di bibirnya.


Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi liar dan semakin menuntut. Apalagi saat Sassya mulai membalas ciuman Aska,kedua tangan Aska juga tak tinggal diam.


Ia mulai menyentuh kedua buah mengkudu milik Sassya yang sudah beberapa hari tidak ia pegang,rasanya sedikit berbeda karena ukuran sekarang terasa lebih besar,mungkin sudah bertransformasi menjadi buah pepaya,begitu pikir Aska.


"Empphh..."


Sassya mulai mend354h saat ciuman Aska berpindah ke lehernya,kemudian semakin turun,turun dan turun hingga akhirnya terdentar bunyi kecapan saat Aska dengan rakusnya meminum susu tanpa air yang berlokasi di d4d4 Sassya.


Perlahan Aska membaringkan tubuh Sassya hingga posisi Sassya kini sudah berada di dalam kungkungan Aska. Tangan Aska juga dengan cekatan menanggalkan pakaian yang ia dan Sassya kenakan dan kembali melanjutkan aksi 'nganunya' yang sempat di pause.


Beberapa saat setelahnya,tubuh Sassya menggelinjang yang menandakan jika ia sudah berhasil mendapatkan pelepasan pertamanya. Dan detik setelahnya,Aska pun melakukam penyatuan untuk melepaskan apa yang sudah ia tahan sedari tadi.


Kasur bergoyang sampe pagi....😘😘


♡♡♡

__ADS_1


Keesokan harinya...


"Eughh..." 


Sassya yang baru tertidur pulas beberapa jam yang lalu tampak terbangun saat merasakan sebuah tangan melingkari tubuhnya. Hidung juga langsung menghirup aroma maskulin dari d4d4 pria yang kini ada di depan matanya.


Pipi Sassya merona malu setelah sadar sepenuhnya. Kejadian semalam langsung melekat di otaknya,bayangan malam panas dua ronde melayang di otaknya.


Semalam setelah melakukan ronde pertama bermain gaplek,Aska mengajaknya membersihkan diri dan seperti yang sudah di duga oleh para readers dan otor somplak,mereka pun kembali melakukan rituan menanam singkong dengan teknik hidroponik.


"Sudah bangun." Aska tiba-tiba menyapa Sassya sambil menatap lekat sang istri yang berada di bawah dagunya.


Sassya mengangguk,kepalanya tertunduk malu.


"Jam berapa sekarang?" Tanya Aska lagi.


Sassya melepaskan pelukan Aska dan membalikkan tubuhnya ke arah nakas. Tampak jam di sana menunjukkan pukul empat lewat empat puluh lima.


"Sebentar lagi pukul lima tuan,apa tuan tidak pulang?" Tanya Sassya dengan gugup.


Aska melotot "Kau mengusirku?"


"T..tidak tuan,tapi sebentar lagi teman-teman Zee akan bangun. Rafa dan Bara juga mungkin akan ke sini untuk membangunkanku, bagaimana kalau mereka melihat tuan? Tuan mau di pukuli lagi?" Tanya Sassya mengingatkan.


"Huh." Aska berdengus malas.


"Sudah ku bilang,aku ke sini untuk menjemputnya. Jadi aku akan pulang kalau kau ikut pulang juga."


Sassya menatap Aska ragu-ragu,sebenarnya ada hal yang ingin ia katakan. Dan sepertinya harus ia katakan.


"T..tuan,aku..,sebenarnya aku mau ikut pulang bersama tuan. Tapi aku tidak tau bagaimana cara membujuk Zee,tuan kan tau kalau Zee sulit di bujuk."


Aska tersenyum santai."Kalau soal itu,kau tidak perlu khawatir. Aku sudah siapkan rencana." Aska tersenyum licik dan langsunh membisiki Sassya.


Beberapa saat kemudia mata Sassya tampak melotot.


"Tuan kau jenius! Pekik Sassya. "Aku setuju dan aku mau membantu tuan."


♡♡♡


Otor : Ngaco banget ya adegan nganunya😂😂


Sejak kapan ada orang nanam singkong teknik hidroponik,hedeh...


Tapi kayaknya boleh nih,jadi insirasi penelitian  buat mahasiswa jurusan pertanian yang lagi mikirin skripsi😂😂


Catat : YANG DI ATAS SESAT YA KAKAK2!!😎

__ADS_1


Like vote komen😘


__ADS_2