
"A..apa maksud tuan dengan ini semua??"
"Ckk kau itu kenapa bodoh sekali. Kau bisa lihat kan? Di situ tertera semua hutang yang harus kau lunasi,termasuk kerugian perusahaanku akibat perbuatan mu tempo hari."
"T..tapi kan itu bukan salah saya tuan. Tuan yang menabrak saya,lalu kenapa saya harus ganti rugi? Lalu ini." Sassya menunjuk beberapa angka yang tertulis di kertas tersebut.
"Kenapa ada nominal sebanyak ini?? Memang kapan saya meminjam uang pada tuan??"
"Ckk,itu hutang ayahmu bodoh. Kau tidak lihat tulisan yang tertera di bawahnya? Aku sudah menyelidiki masalah keluargamu,aku tahu kalian tengah di lilit hutang akibat perusahaan ayahmu bangkrut. Karena itu kemarin aku menghubungi para rentenir yang terlibat dengan ayahmu lalu menawarkan diri untuk membayar hutang-hutang kalian."
Kedua mata Sassya membulat,hatinya semakin resah dan perasaannya sudah sangat tidak enak.
"T..tuan kenapa anda melakukan ini semua?? T...tuan kan tidak ada hubungan apapun dengan saya."
"Nah kau pintar. Juga ternyata." Aska tersenyum tipis seraya mendekatkan wajahnya ke depan wajah Sassya.
"Karena itu..."
"Menikahlah denganku selama satu tahun. Aku akan membantu melunasi semua hutang keluargamu,tapi sebagai bayarannya jadilah pelayanku selama satu tahun. Statusmu hanya berlaku di depan kedua orangtuaku"
"Satu lagi,aku juga tidak akan menuntutmu tentang kejadian di restoran kemarin. Jika kau menurut,tapi jika tidak maka aku akan melakukan sesuatu yang akan membuatmu menyesal."
"Menikah?? Tuan bercanda ya?? Sejak kapan hutang bisa di kaitkan dengan pernikahan,ini bukan cerita di novel ataupun di film. Tuan jangan bercanda,satu lagi. Tuan tidak perlu repot-repot melunasi hutang-hutang ayah saya karena saya akan melunasinya sendiri."
"Oh ya? Bagaimana cara mu melunasinya? Bukankah kau hanya bekerja di restoran dan sayangnya sekarang kau sudah di pecat. Lalu bagaimana nasib ibumu? Aku dengar dari orang suruhan ku katanya ibu tengah sakit,entah bagaimana reaksinya jika aku mengatakan anak kesanyangannya ini membuat masalah dengan putra tunggal keluarga Ghatama. Oh bahkan aku bisa saja meminta ibumu menggantikan peranmu untuk menjadi pelayanku,bagaimana??"
"Gleg!!" Lidah Sassya mendadak kelu seketika.
"Bagaimana ini??" Batinnya takut.
"Hanya satu tahun bodoh. Lagipula aku tidak akan melakukan hal lain selain menjadikanmu pelayan di rumahku ini. Kau tenang saja setelah satu tahun menikah kita akan bercerai,aku akan memberimu kompensasi dan kita impas. Memangnya kau tidak mau hutang-hutangmu lunas?"
__ADS_1
"Lagi pula jika kau menikah denganku,ibumu yang tua itu tidak akan bekerja lagi. Aku akan memenuhi semua kebutuhan kalian. Bagaimana?"
"Apa maksud tuan ini pernikahan kontrak?" Sassya memberanikan diri untuk bertanya.
"Memang menurutmu aku sudi hidup serumah dengan wanita sepertimu? Lihatlah dirimu,bahkan ujung kuku pacarku saja tidak sudi dibandingkan dirimu!!"
"Apa? Dia bahkan sudah punya pacar??" batin Sassya.
"Tuan sudah punya pacar?? Lalu kenapa meminta ku untuk menikah dengan tuan??"
"Itu urusan ku,kau tidak perlu ikut campur."
"Tapi tuan saya.."
"Besok!! Aku beri kau waktu sampai besok pagi jam sepuluh. Ini kartu namaku hubungi aku sebelum jam sepuluh besok,kau harus memberi jawaban iya. Jika kau berani menolak,aku pastikan besok kau dan ibumu akan jadi tawanan para rentenir itu."
"Ckkk itu saja saja tuan tidak memberi ku pilihan." Gerutu Sassya.
Aska tertawa. "Aku memberi mu pilihan bodoh,kau bisa menolakku tapi kau juga harus siapkan uang untuk membayar hutang-hutang ayahmu karena sekarang aku sudah bekerja sama dengan para rentenir itu."
Sassya langsung menggenggam erat kalung yang berada di lehernya. Ia tak menyangka Aska meneliti sampai ke situ.
"Tidak akan!! Ini kalung pemberian papa saya,tidak akan saya berikan pada siapapun." Bentak Sassya sedikit berani.
Aska mendadak tertawa keras."Ha...haha..kau itu lucu sekali. Kau pikir aku mau mengabil kalung murahan itu,bentuknya memang mirip berlian tapi aku yakin itu hanya imitasi,lagipula papamu itu sekaya apa sampai mampu membelikan mu kalung mahal? Jangan bercanda bodoh."
Sassya menggeleng dengan senyum sinis. "Anda terlalu sombong tuan Sky. Bahkan papa dan kakakku bisa menghancurkan perusahaanmu dalam satu malam jika mereka mau."
"Lelucon apa lagi ini?? Papamu itu sudah meninggal lalu kau itu anak tunggal,di mana kau mendapatkan kakak? Lelucon mu ini di luar nalar,kau sedang berhalusinasi ya??"
"Deg.."
__ADS_1
Jantung Sassya mendadak berdesir cepat,ia sudah melampaui batas. Ia lupa dengan peringatan William dan Zee agar jangan mengungkit apapun tentang masa lalu mereka.
Lagipula ia yakin Aska tak tau apapun mengenai masalalunya. Sepertinya ia hanya tau jika Sassya adalah anak dari Fiko dan Melissa.
Ia yakin jika Zee juga pasti sudah memblokir semua yang data mereka yang berhubungan dengan keluarga William. Buktinya Aska saja tidak tau jika Sassya pernah menjadi nona muda di keluarga William.
Lalu sekarang dengan bodohnya Sassya malah mengatakan jika kakaknya akan menghancurkan mereka. Tentu saja hal itu akan dianggap lelucon oleh Aska,lagipula siapa Sassya? Tidak mungkin juga Zee ataupun William akan membantunya.
"Ayolah Sassya jangan berharap lebih. Kau dan ibumu itu pembunuh yang tidak bisa di maafkan. Zee memang sudah memaafkan tapi dia bukan gadis pelupa. Lo terlalu naif." batinnya.
"Kenapa kau termenung begitu? Dasar bodoh,kembalilah ke rumahmu,pikirkan jawabanmu lalu hubungi aku secepatnya. Ingat jangan mencoba untuk bermain-main denganku."
Sassya melihat dengan seksama kartu nama yang kini ada di genggamannya. Otaknya benar-benar panasa sekarang.
"Pulanglah bodoh. Kau tidak mau aku mengulang kembali perbuatan ku yang tadi kan??"
Tanya Aska yang seketika membuat bulu kuduk Sassya merinding. Cepat-cepat gadis itu berdiri dan langsung membuka pintu. Kali ini pintu tak di kunci membuatnya bisa langsung lari keluar dari ruangan terkutuk itu.
♡♡♡
Sassya terus berlari ke luar hingga akhirnya ia sampai di depan pintu keluar. Hampir saja ia menabrak badan Alex yang ternyata hendak masuk ke dalam untung ia dan Alex sama-sama reflek berhenti.
"Nona sudah selesai berbicara dengan tuan?" Tanya Alex datar.
"Ckk.." Sassya berdecak. "Apa matamu buta? Kalau aku sudah di sini ya berati sudah selesai,sekarang mana motorku? Aku mau pulang."
"Ada di dekat gerbang nona,dan ini kuncinya. Tadi nona meninggalkan kuncinya di motor karena itulah orang suruhan saya bisa membawanya kemari."
"Hufh. Terserah kau saja,aku tidak mau mengucapkan terimakasih karena aku mau pulang."
Setelah berkata seperti itu Sassya langsung meninggalkan Alex yang tampak tak berekspresi apapun mendengar ucapannya.
__ADS_1
♡♡♡
like vote komen kalau gk kita musuhan😏😂😂