
Seminggu berlalu,setelah kejadian di mana Zee memarahi Sassya karena menyembunyikn masalahnya dan Aska. Kini hubungan Sassya dan Zee semakin dekat,Zee pun selalu meluangkan waktunya untuk ke rumah sakit setiap pulang kerja.
Seperti biasanya,hari ini pun Zee berangkat ke rumah sakit dengan di temani oleh Sandra dan kedua bodyguardnya. Bella dan Jessie. Berbeda dari hari-hari sebelumnya,hari ini Zee tidak datang untuk menjenguk,melainkan untuk menjemput Melissa yang katanya sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah.
Zee masuk ke dalam ruang rawat Melissa dan mendapati Sassya dan Melissa tengah merapikan beberapa barang ke dalam sebuah tas yang berukuran cukup besar.
"Sore.." Sapa Zee ramah.
Sassya dan Melissa kompak menoleh.
"Loh udah datang Zee. Sorry ya,kita belum selesai beres-beres ini." Ujar Sassya tak enak karena tanpa sadar mengabaikan Zee.
Zee menggeleng."Gak papa. Ada yang bisa gue bantu gak nih?"
"Kayaknya sih enggak. Udah semuanya ini,tinggal di bawa keluar aja." Ujar Sassya sambil mengangkat tas tadi dan berjalan ke arah Zee. Satu tangannya menuntun Melissa.
"Aska gak ke sini?" Tanya Zee sembari mengambil alih untuk menuntun Melissa.
"Enggak Zee,Aska lagi ke luar kota." Ujar Sassya.
Memang selama beberapa hari ini,Sassya selalu mewanti-wanti agar Zee tidak bertemu dengan Aska saat ia ke rumah sakit. Ia sudah memutuskan agar Aska tak perlu tau apapun tentang hubungannya dan Zee. Padahal Sassya tak tau saja jika Zee selalu pasang mata dan telinga di manapun.
"Kita langsung ke toko mama ya. Katanya mama pengen ketemu kalian,pengen liat nanti kalian cocoknya di taro di bagian mana." Ujar Zee saat mereka sudah berada di dalam mobil.
Sassya dan Melissa menurut saja,toh yang punya mobil juga Zee jadi ya terserah dia mau bawa mereka ke mana. Asal selamat.
"Tapi Zee,kayaknya mama doang deh yang bakalan kerja. Kamu kan tahu kalau Sassya akan bekerja di kantor calon suaminya. Dia juga nanti tinggalnya di apartemen gak sama mama." Ujar Melissa yang memang sudah mendapat penjelasan dari Sassya dan Aska kemarin.
Zee mengangguk."Iya ma,Zee tau. Tadi cuma lupa dikit. Tapi mama tenang aja,nanti mama ada temannya. Udah Zee siapin." Ujar Zee misterius.
♡♡♡
Hampir satu jam berkendara,mobil mereka pun akhirnya tiba di depan sebuah toko kue yang cukup besar dan tampak ramai pengunjung. Ternyata tempat ini tak hanya menyediakan aneka kue tapi juga ada cafe outdoor dan indoor yang membuatnya ramai di kunjungi.
Zee pun langsung masuk ke dalam di ikuti yang lainnya. Sesampainya di dalam Zee beranjak naik ke lantai dua,menuju ruang kerja mamanya yang memang ada di lantai atas.
Zee mengetuk pintu ruangan milik Diana,dan tak lama setelahnya pintu terbuka menampakkan wajah wanita cantik yang merupakan ibu tiri Zee itu.
"Sore mama."
__ADS_1
"Sore sayang,ayo masuk dulu. Mama lagi istirahat tadi." Ujar Diana ramah.
"Zee bawa yang Sandra dan yang lainnya ke sini. Gak papa kan? Gak ganggu mama?" Tanya Zee.
"Enggak dong,kan udah bilang tadi."
"Ayo semuanya masuk. Maaf ya,agak berantakan gini ruangannya." Ujar Diana sembari membuka lebar-lebar pintu ruangan kerjanya hingga tampaklah ruangan bercat putih yang cukup luas itu.
Benar kata Diana ruangannya memang agak berantakan karena ada beberapa paper bag dan kotak-kotak kue yang berserakan.
Sandra,Sassya dan yang lainnya pun masuk sesaat setelah di persilahkan tadi.
"Jadi ini Sassya sama mama Melissa ma. Zee bawa mereka ke sini sesuai janji Zee kemarin. Mama ngobrol-ngobrol dulu gih sama mereka." Suruh Zee.
Setelah itu Zee mengajak Sandra dan yang lainnya turun ke bawah,memberi ruang pada Sassya,Melissa dan Diana untuk saling berkenalan satu sama lain.
♡♡♡
Hampir satu jam berlalu,Diana,Sassya dan Melissa pun akhirya menyusul turun. Sesuai yang sudah di sepakati,tadi Diana sudah memberitahu Melissa bahwa wanita itu akan bekerja sebagai asisten pribadi Diana. Zee pun setuju dengan ide mamanya,karena dengan begitu berati Melissa tidak akan sering bertemu publik.
Memang Diana jarang menemui pelanggannya langsung,ada orang khusus yang biasanya Diana tugaskan untuk berinteraksi dengan pelanggannya. Tugas Diana paling hanya memastikan pasokan barang,pengiriman dan mengecek harga pasar. Jadi dengan adanya Melissa nanti pasti akan tambah membantu pekerjaan Diana. Semoga saja tidak masalah kedepannya.
"Iya,menurut mama itu jalan terbaiknya. Kalau kata kamu kan mereka lebih baik jangan terlalu sering muncul di depan publik,ya cara terbaiknya dengan cara jadi asisten mama."
"Mama Melissa gak papakan jadi asisten mama aku?" Tanya Zee pada Melissa.
Melissa menggeleng."Gak apa-apa. Mama seneng banget malah,kamu sama mama kamu mau kasih mama pekerjaan kayak gini."
"Tenang aja,ini baru yang pertama. Zee masih punya satu kejutan lagi buat Sassya sama mama. Ayo ikut Zee,biar Zee tunjukin."
Zee beranjak menghampiri Sassya dan menggandeng gadis itu agar beranjak dari tempatnya.
"Mam,Zee dan yang lainnya pamit dulu ya. Ada satu urusan lagi,setelah ini Zee janji bakalan langsung pulang ke rumah. Janji deh." Ujar Zee pada sang mama yang tampak tengah menatap bingung ke arahnya.
"Janji ya. Nanti di omelin papa loh." Ujar Diana mengingatkan sang putri yang akhir-akhir ini makin sering di omeli William karena selalu pulang malam.
"Iya mamaku. Tenang aja,hari ini janji gak pulang telat." Ujar Zee lagi.
Setelah selesai berpamitan dengan sang mama,Zee pun meminta Sassya dan yang lainnya untuk mengikutinya ke mobil. Kali ini Zee sendiri lah yang menyetir sedangkan Bella dan Jessie duduk anteng bersama yang lainnya.
__ADS_1
Tak sampai lima belas menit,mobil Zee akhirnya sampai di depan sebuah rumah bergerbang biru yang tampak terbuka dan memperlihatkan bentuk rumah di dalamnya.
Zee pun membawa mobil tersebut masuk ke pekarangan rumah minimalis nan biru tersebut.
Begitu turun dari mobil,Sassya dan Melissa di buat melongo dengan bangunan yang kini berdiri di hadapan mereka. Kenapa rasanya jadi sedang masuk dunia kartun ya?
"Zee ini rumah doraemon?" Tanya Sassya penasaran.
Zee mengangguk antusias."Iyap,rumah doraemon spesial buat kalian. Gue yang rancang desainnya tau! Coba lihat,itu kursi tamannya warna biru,mejanya juga biru,kolam renangnya juga biru,dinding rumahnya biru,pagernya biru. Baguskan?" Tanya Zee antusias.
Sassya meneguk ludahnya dengan kasar.
"Bencana macam apa ini?" Batin Sassya. Gadis itu menatap Zee sembari garuk-garuk kepala.
"Mirip kamar lo di mansion gak sih?" Tanya Clara yang di sambut anggukan oleh Zee.
"Hampir,tapi ini lebih bagus dari kamar di mansion gue. Lo harus liat dalamnya."
Zee menarik Sassya agar segera mengikutinya masuk ke dalam. Di dalam lagi-lagi Sassya meneguk ludahnya dengan kasar.
Tidak sofa,tidak guci,tidak lemari,tidak tv,tidak kulkas bahkan semua perabotan di rumah itu isinya serba doraemon. Sassya merasa kepalanya cukup pusing saat ini. Rasanya ia bahkan tak sanggup masuk ke kamarnya. Membayangkan bagaimana bentukan kamarnya saja sudah berhasil membuat Sassya ingin pingsan.
"Ini rumah buat siapa Zee?" Tanya Sassya memastikan.
"Buat kalian lah. Gue beli atas nama lo,nanti Sandra kasih sertifikatnya. Gimana baguskan? Lo sama mama harus terima rumah ini demi gue." Pinta Zee sungguh-sungguh.
Melissa yang berada di belakang Sassya mengangguk saja. Sedangkan Sassya? Jangan tanya gadis itu sedang berpikir,andai ia punya pilihan ia pasti akan merehab rumah ini jadi warna pink. Ya setidaknya warna favoritenya itu jauh lebih baik ketimbang biru. Tapi sayangnya Sassya tak punya pilihan.
"Gimana? Suka gak?"
"S..suka Zee. Makasih ya,lo baik banget. Tapi ngomong-ngomong rumah lama kita gimana?"
"Masih di tempatnya,gue udah suruh orang but rehabilitas itu rumah. Sesekali kalian boleh ke sana,tapi jangan lupa ajak gue. Jalan ke sana juga dalam proses perbaikan. Soalnya gue gak mau lagi kejadian di mana mobil gak bisa masuk ke sana terulang lagi,repot." Ujar Zee.
Sassya dan Melissa hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar penjelasan Zee. Entah berapa saja uang yang Zee keluarkan untuk melakukan ini semua. Andai ada kata yang lebih baik dari terimakasih,Sassya dan Melissa pasti sudah mengucapkannya untuk Zee. Tapi sayangnya tidak ada.
"Sekali lagi terimakasih Zee,buat rumah doraemonnya."
"Sama-sama. Oh iya,di sini ada pembantu yang bakalan bantu lo dan mama lo. Ada tukang kebun yang merangkap jadi sopir. Nanti sore mungkin mereka datang. Tadi lagi ambil mobil di mansion soalnya." Ujar Zee lagi yang membuat Melissa dan Sassya kembali berterimakasih.
__ADS_1